https://nuansaislam.com/Hasanah

Kata hasanah(حَـسَـنَة) berasal dari suku kata hasuna-yahsunu-husnan (حَـسُـنَ – يَـحْـسُـنُ – حُـسْـنًا), bermakna dasarnya adalah bagus, baik dan cantik. Kata hasanah merupakan muannast dari hasan, dimana kata hasan merupakan fa’il dari fiil hasuna.[1] secara istilah kata hasanah bermakna tindakan kebajikan atau amal shalih  yang akan dibalas dengan pahala oleh Allah swt di akhirat kelak.

Kata hasanah terulang dalam Al-Qur’an sebanyak 28 kali,  diantara para ulama yang memberikan makna untuk kata hasanah, misalnya Al-Razi, beliau berpendapat bahwa makna hasanah adalah setiap hal-hal yang baik, kemudian beliau mengemukakan pendapat para ulama tentang makna hasanah, ada tiga pendapat, pertama, adalah mencakup makna tanah yang subur, turunnya hujan dan murahnya harga, kedua, pertolongan dari Allah swt atas musuh dan ghanimah atau mendapatkan harta rampasan perang, ketiga, hasanah itu adalah nikmat dan ketaatan.[2]  

Sedangkan Ar-Raghib[3] berkata: hasanah adalah setiap nikmat yang diterima oleh manusia pada jiwa dan raganya, kemudian beliau mengutif firman Allah swt,

وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ

dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: "Ini adalah dari sisi Allah", (QS. An-Nisa[4]: 78)

Abdullah bin Mas’ud berkata: hasanah bermakna ucapan kalimat laa ilaaha illallah(لا إله إلا الله), beliau mengutif firman Allah swt,

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).(QS. Al-An’Am[6]: 160)

Sedangkan firman Alah swt,

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".(QS. Al-Baqarah[2]: 201)

kata hasanah yang pertama bermakna kumpulan kebajikan, dan kata hasanah yang kedua adalah Surga dari Allah swt.

Adapun perbuatan kebajikan diungkapkan dengan kata ihsan(إحْـسَـان), dimana kata ihsan mempunyai makna dua yaitu berbuat kebajikan kepada orang lain dan perbuatan seseorang berupa kebajikan itu sendiri. Adapun hubungan kata hasanah dan ihsan adalah keduanya memiliki ikatan yang sangat kuat yaitu tindakan kebajian baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain maka akan dibalas surga Allah swt yang diungkapkan dalam Al-Quran dengan kata husna(الحُـسْـنَـى), sebagaimana firman Allah swt,

لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.(QS. Yunus[10]: 26)

Kata husna ditafsirkan dengan Surga, sedangkan kata zijadah ditafsirkan melihat wajah Allah di Surga kelak. Ikrimah[4] berkata untuk makna husna adalah Surga, dengan mengutif firman Allah swt,

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).(QS. Ar-Rahman[55]: 60)

Demikin artikel sederhana ini, semoga kita senantiasa bisa berbuat kebajikan baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain, dengan harapan kita mendapatkan balasan surga dari Allah swt di akhirat kelak. Aamiin

Referensi:

1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 264

2. M. Al-Razi Fakhru Al-Din, Tafsir Mafatihulghaib, 194

3. Al-Raghib Al-Ashfahani, Mufrodat fi gharibi Al-Qur’an, 323

4. Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, 17/182

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

Sign In/Sign out