https://nuansaislam.com/Nisyan

Nisyan dalam bahasa arab berasal dari suku kata nasia-yansaa-nisyaan (نَسِيَ – يَـنْـسى – نِـسْـيَانـًا), mengandung arti dasarnya lupa,[1] adapun sesuatu yang dilupakan disebut an-nasyu(الـنَّـسْيُ),[2]  sebagaimana firman Allah swt,

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا

Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan".(QS. Maryam[19]: 23)

Secara istilah kata nisyan mengandung makna diantaranya: apa-apa yang ditinggalkan oleh manusia yang sebelumnya telah disimpan dalam akalnya, yang disebabkan karena lemahnya hati, kelalaian atau karena ada tujuan tertentu sehingga hilang dari akalnya. [3] Aj-Jurjani berkata: nisyan adalah kelalaian terhadap sesuatu yang telah diketahui sebelumnya,[4] dan Thahir bin Asyur berkata: nisyan adalah hilangnya suatu perkara yang sudah jelas dalam pengetahuan sebelumnya disebabkan karena lemahnya akal dan kelalaian.[5]

Kata nisyan dalam Al-Qur’an terulang sebanyak 45 kali, dalam bentuk fiil madhi atau kata kerja bentuk lampau terulang sebanyak 31 kali, dalam bentuk fi’il mudhari’ atau kata kerja sekarang dan akan datang terulang sebanyak 11 kali, dalam bentuk isim maf’ul terulang 1 kali, dalam bentuk shifah musyabahah terulang 1 kali dan dalam bentuk isim atau kata benda terulang 1 kali.

Adapun penggunaan kata nisyan dalam Al-Qur’an digunakan untuk dua makna yaitu makna meninggalkan dan makna yang tidak diingat atau lupa, untuk makna meninggalkan, bisa diperhatikan firman Allah swt,

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat(QS. Thaha[20]: 115)

Sedangkan kata nisyan bermakna yang tidak diingat atau lupa, bisa diperhatikan firman Allah swt,

سَنُقْرِئُكَ فَلَا تَنْسَىٰ

Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,(QS. Al-A’la[87]: 6)

Bila kita mengalami nisyan atau lupa, maka diantara petunjuk yang bisa kita lakukan adalah dengan banyak berdzikir yaitu mengingat Allah swt, sebagaiman firman Allah swt,

وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَنْ يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا

Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".(QS. Al-Kahfi[18]: 24)

Demikian artikel sederhana ini, semoga menambah wawasan untuk kita semua, dan semoga Allah swt memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita untuk senantiasa berbuat kebaikan di dunia ini.

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 1416
  2. Ibnu Faris, Maqayisullughah. 5/421
  3. Ar-Raghib Al-Ashfahani, Al-Mufradat, 83
  4. Aj-Jurjani, At-Ta’rifat, 167
  5. Thahir bin Asyur, At-Tahrir wa At-Tanwir, 1/475

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

Sign In/Sign out