https://nuansaislam.com/Bekam; “Oleh-oleh” Mi’raj

Salah satu metode penyembuhan yang diwasiatkan oleh Rasululllah adalah berbekam. Beliau bersabda,”Sebaik-baik yang kalian gunakan untuk berobat adalah bekam”. (HR. Bukhori Muslim)

Bekam atau yang juga dikenal dengan Cupping Therapy adalah pengobatan yang sudah sangat tua. Kertas-kertas papyrus yang digunakan oleh bangsa Mesir kuno untuk  menuliskan cara pengobatan dengan bekam merupakan dokumen sejarah tertua tentang tema ini. Yunani kuno juga telah menggunakan cara pengobatan dengan tehnik ini.  Bahkan di Mesir, bekam juga tertera dalam tulisan hieroglif sejak 3500 tahun yang silam.

Ahli herbal klasik di Tiongkok yang hidup di tahun 281 – 341, sudah membekam menggunakan tanduk hewan. Di Indonesia bekam pun sudah lama dikelan masyarakat. Di Jawa,  bekam dikenal dengan ‘Cantuk’, dahulu biasa menggunakan alat bantu tanduk kerbau.  Di Sunda disebut kop atau kopan, Tangkik atau batangkik di Sumbawa dan sanggrah di Betawi.

Tehnik pengobatan klasik ini telah dipergunakan secara luas oleh bangsa Arab pada masa jahiliyyah, masa sebelum diutusnya Rasulullah. Dan kemudian beliau pun mengakui dan menganjurkan jenis pengobatan ini kepada umatnya. Bahkan ada arahan pada titik mana saja sebaiknya dilakukan bekam, sehingga dikenallah istilah “titik sunnah”.  

Bekam yang dalam bahasa arab disebut ‘Hijamah’ ini, secara bahasa berarti Al-mash (menghisab). Bekam ini adalah tehnik pengobatan dengan upaya mengeluarkan darah kotor dengan alat kop. Mengeluarkan darah kotor yang mengandung toksin dalam tubuh melalui pelukaan kecil pada permukaan kulit  dengan menggunakan gelas bekam yang biasanya didahului pemvakuman kulit dengan bekam kering dan diikuti dengan pengeluaran darah dari tubuh dengan bekam basah.

Selain bekam basah, ada jenis bekam kering dan bekam api. Bekam jenis ini tidak dengan mengeluarkan darah kotor, namun hanya dengan mengeluarkan angin, menarik angin dingin dari dalam tubuh dengan panas yang dihasilkan . Namun yang tercatat dalam sejarah, yang digunakan Rasulullah untuk berobat adalah bekam basah dengan mengeluarkan darah. Beliau tidak hanya menganjurkan, tapi beliau sendiri juga dibekam.

Oleh-oleh Isra’ Mi’raj

Ternyata dalam perjalanan dahsyat Isra’ Mi’raj, Rasulullah saw selain membawa pesan kewajiban sholat lima waktu, beliau juga membawa pesan malaikat tentang keutamaan berbekam.

Rasulullah saw bersabda, “Pada malam Aku diisra’kan, aku tidak melewati majelis para malaikat melainkan mereka semua berpesan, “Wahai Muhammad, perintahkan umatmu agar berbekam”. (HR. Ibnu Maajah dan At-Tirmidzi). Pada riwayat lain disampaikan dengan kalimat, “Hendaklah Engkau melakukam bekam Wahai Muhammad’. Dan beliau Rasulullah saw juga bersabda, “Jibril mengabarkan kepadaku bahwa bekam adalah pengobatan yang paling bermanfaat yang dilakukan oleh manusia”.

Demikian beberapa riwayat tentang pesan malaikat kepada Rasulullah untuk berbekam. Beliau diminta melakukan, beliau lakukan dan beliau pun menyemangati umatnya untuk melakukannya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya terapi bekam, yang menjadi pesan dalam perjalanan Isra dan Mi’rajnya Rasullah saw.

Adapun riwayat hadits lain tentang pentingnya terapi bekam ini terangkum pada beberapa hadits berikut;

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhya pada bekam itu terkandung kesembuhan”. (kitab Muhtashor muslim No. 1480, Shohihul Jami’ No. 2128).

Dari Uqbah bin Amir ra. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (berbekam) dan al-fashdu.” (HR Bukhori dan Muslim)

Dari Ibnu Umar ra Nabi saw bersabda, “Jika ada kesembuhan pada obat-obat kalian, maka itu ada pada sayatan alat bekam”. Beliau bersabda, “Atau pada tegukan madu”. (Kasyful atsar az Zawaaid karya Al-Haitsami)

Salah seorang sahabat, yaitu Jabir bin Al-Muqni ra berkata, Aku tidak merasa sehat sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan”. (shohih Inbu Hibban)

“Kesembuhan itu ada pada tiga hal; Minum madu, Sayatan alat bekam, dan terapi besi panas (kay), Namun Aku melarang umatku melakukan Kay”. ( HR Bukhori)

Rasulullah saw bersabda, “Berbekamlah di tengah tengkuk karena hal itu dapat menyembuhkan 72 macam penyakit”.

Kajian ilmiah dan penelitian tentang metode ini sudah banyak dilakukan, di antaranya apa yang disebutkan dalam kitab Al-Ma’rif Ath Thibbiyah fii Dhoui Al-Kitab wa As-Sunnah, bahwa peneliti dari Jerman mendapati pada titik bekam (tengkuk) dilewati 72 jalur membran dalam tubuh manusia, dan satu membran bermasalah dapat memunculkan satu jenis penyakit. Allahu Akbar, penelitian yang mendapatkan angka 72 itu sesuai dengan apa yang disebutkan Rasulullah saw.

Demikian catatan kecil ini. Mengingat peristiwa Isra’ dan Mi’raj, kita teringat akan kewajiban sholat lima waktu yang menjadi tiangnya agama, menjadi pembatas antara keimanan dan kekufuran. Namun sudah semestinya kita tidak melupakan bekam, yang menjadi salah satu upaya untuk sembuh dan meningkatkan kebugaran tubuh kita. Ternyata di antara oleh-oleh Isra dan Mi’raj adalah pesan agar kita berbekam. Maka berbekamlah, in syaa Allah membugarkan.

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

Sign In/Sign out