https://nuansaislam.com/Bugarkan Diri dengan Qailulah

Membaca sirah Rasulullah saw kita akan mendapati bahwa salah satu yang beliau lakukan dan beliau pun menganjurkan umatnya untuk melakukannya adalah apa yang disebut dengan ‘qailulah’ atau yang dikenal dengan  tidur sejenak di siang hari.

Imam Al-‘Aini mengatakan bahwa yang dimaksud dengan qailulah adalah tidur di tengah siang. Sedangkan Al-Munawi mengatakan bahwa qailulah adalah tidur di tengah siang ketika zawal (matahari tergelincir ke barat), mendekati waktu zawal atau bisa jadi sesudahnya. Demikian disebutkan dalam kitab Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah.

Pada sebuah hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ

“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.”

(HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah)

Ditinjau dari segi hukum, Qailulah tidak wajib. Artinya tidak sampai berdosa kalau ditinggalkan, hukum tidur qailulah adalah sunnah. Demikian dijelaskan dalam kitab ‘Umdah Al-Qari.

Al-Qur’an menegaskan bahwa pada diri Rasulullah saw terdapat suri tauladan yang agung. Hadits menjelaskan bahwa ternyata salah satu yang beliau lakukan adalah kebiasaan sejenak tidur di siang hari. Hal ini membuat kita bertanya, “Apakah sesungguhnya tidak cukup tidur di malam hari ? Sampai beliau menistruksikannya dalam bentuk hadits qauliy.  Apa memang masih butuh tambahan waktu untuk tidur di siang hari ?.

Menjawab pertanyaan ini, logika iman kita akan berkomentar; “Kalo Allah Ta’ala saja yang menciptakan manusia, Yang Maha Mengetahui akan segala hal yang baik dan berguna bagi ciptaan-Nya;manusia, telah menyatakan bahwa Rasulullah adalah tauladan terbaik (uswatun hasanah), dan ternyata beliau Sang Tauladan terbaik itu menganjurkan tidur siang maka dapat dipastikan bahwa tidur siang itu punya dampak positif bagi manusia”.

Imam Asy-Syirbini Al-Khatib menyatakan bahwa tidur qailulah adalah tidur sebelum zawal (matahari tergelincir ke barat). Ibaratnya seperti sahur bagi orang yang berpuasa. (Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah, 34: 130). Berarti tidur siang ini akan semakin menguatkan dan membygarkan  aktivitas ibadah.

Ternyata  dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience, para ilmuwan menemukan bahwa tidur pada malam hari tidaklah cukup untuk manusia, masih dibutuhkan tidur siang hari dalam tempo waktu yang tidak terlalu lama. Inilah yang dalam bahasa literature islam disebut dengan Qailulah.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa otak sebetulnya merasa lelah di siang hari akibat akumulasi informasi yang sampai kepadanya, sehingga kinerjanya menjadi kurang efisien dan dengan demikian memerlukan rehat sejenak. Rehat ini bagi otak merupakan penyusunan kembali informasi dan pengorganisasian gelombang-gelombang sel serta memantapkan informasi yang diperoleh di siang hari.

Oleh karena itu para ilmuwan menegaskan pentingnya tidur malam hari atau tidur sebentar siang hari dan bahwa pemberian kesempatan untuk rehat kepada otak ini dapat memperkuat memori. Mereka menemukan bahwa orang yang biasa tidur sebentar di siang hari, kinerja ilmiahnya lebih baik, dan kemampuan daya ingatnya lebih baik dan lebih cepat menghadirkan ingatan terhadap sesuatu. Demikianlah, ternyata tidur siang yang dianjurkan Rasulullah saw ada kaitannya dengan kebugaran kerja otak kita.

Para ilmuwan mengatakan bahwa fenomena tidur adalah sesuatu yang layak direnungkan dan dikaji lebih dalam karena ia merupakan fenomena kompleks. Maha Suci Allah yang telah mengisyaratkan dalam kitab suci-Nya al-Quran tentang pentingnya tidur di malam dan siang, juga menegaskan bahwa tidur adalah salah satu tanda kebesaran Allah swt dan fenomena yang harus kita renungkan. Allah berfirman:

وَمِنْ آَيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآَيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

“ dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan”. (QS. Ar-Rum : 23)

Maka tidurkah sejenak di siang hari. Lakukanlah Qailulah. Ini sunnah Rasulullah saw, melakukannya dengan niat ittiba’ akan mendapakan pahala dan sekaligun menjadi cara bagi kita untuk menjaga kebugaran otak kita.  Wallaahu a’lam.

 

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

Sign In/Sign out