https://nuansaislam.com/Sidratulmuntaha

Sidrarulmuntaha disebutkan dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 15, untuk mengetahui maknanya, secara bahasa bila kita merujuk kepada kamus, kata sidratulmuntaha terdiri dari dua kata yaitu sidr dan muntaha, kata sidr kita akan dapati pada pembahasan kata dasar sadara-yasduru-sadran wa suduran, dimana makna dasarnya adalah mengurai atau menyobek. Salah satu derivat kata dari sadara adalah sidr yang artinya pohon bidara.[1] Sedangkan kata muntaha berasal dari kata naha-yanha yang arti dasarnya melarang dan mencegah, kata muntaha merupakan salah satu derivatnya yang artinya puncak.[2] Adapun sidratulmuntaha dimaknai dengan nama suatu pohon yang tidak ada di dunia,[3] hal tersebut sesuai dengan firman Allah swt,

فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr.(QS. Saba[34]: 16)

Adapun secara istilah kata sidratulmuntaha adalah nama suatu pohon dimana Rasulullah saw dan malaikat Jibril as berhenti didekatnya, pada saat mi’raj. Adapun letak pohon tersebut berada disebelah kanan Arasy di langit ketujuh yang merupakan batas akhir alam malaikat.[4] sebagaimana diriwayatkan dalam hadis imam Ahmad,

رُفِعَتْ لِي سِدْرَةُ الْمُنْتَهَى فِي السَّمَاءِ السَّابِعَةِ

“..kemudian aku melihat sidratul muntaha di langit ketujuh..”(HR. Ahmad no 12673)

Ibnu Abbas dan para ahli tafsir juga mengatakan dinamakan sidratul muntaha (pohon puncak), karena ilmu malaikat puncaknya sampai di sini. Tidak ada yang bisa melewatinya, kecuali Rasulullah saw. Dan diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra, bahwa dinamakan sidratul muntaha karena semua ketetapan Allah swt yang turun, pangkalnya dari sana dan semua yang naik, ujungnya ada di sana.[5]

Di sidratulmuntaha juga Rasulullah saw melihat malaikat Jibril as dalam bentuk aslinya, dimana malaikat jibril disifati dengan memiliki 600 sayap yang bertabur mutiara dan permata.[6]  

Adapun sifat dari sidratulmuntaha bisa kita dapati dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, yaitu

وَرُفِعَتْ لِي سِدْرَةُ المُنْتَهَى، فَإِذَا نَبِقُهَا كَأَنَّهُ قِلاَلُ هَجَرَ وَوَرَقُهَا  كَأَنَّهُ آذَانُ الفُيُولِ فِي أَصْلِهَا أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ نَهْرَانِ بَاطِنَانِ، وَنَهْرَانِ ظَاهِرَانِ، فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ، فَقَالَ: أَمَّا البَاطِنَانِ: فَفِي الجَنَّةِ، وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ: النِّيلُ وَالفُرَاتُ

Aku melihat Shidratul-Muntaha di langit ke tujuh. Buahnya seperti kendi daerah Hajar, dan daunnya seperti telinga gajah. Dari akarnya keluar dua sungai luar dan dua sungai dalam. Kemudian aku bertanya, “Wahai Jibril, apakah keduanya ini?” Dia menjawab, “Adapun dua yang dalam itu ada di surga sedangkan dua yang di luar itu adalah Nil dan Eufrat. (HR. Bukhari 3207)

Demikianlah artikel sederhana ini, semoga menambah wawasan kepada kita khususnya tentang makna sidratulmuntaha, dan semoga di bulan rajab ini Allah swt senantiasa memberikan hidayah dan petunjuknya agar kita bisa mengambil pelajaran khususnya dari peristiwa isra dan mi’raj, juga semoga kita dipertemukan oleh Allah swt dengan bulan Ramadhan tahun ini. MS

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 620
  2. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 1472
  3. Shalih Al-Maghamisi, Taammulat quraniyah, 7
  4. Al-Wahidi, At-Tafsir Albasiith, 30-31
  5. Muhamad Fuad Abdul Baqi, Ta’liqat ‘ala Shahih Muslim, 1/145
  6. Asy-Syaukani, Fathulqadir,132-133

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

Sign In/Sign out