https://nuansaislam.com/Nafs

Nafs dalam bahasa arab berasal dari kata nafasa-yanfusu-nafsan, secara bahasa mengandung beberapa arti diantaranya: ruh, hakikat sesuatu, darah,[1] nafs juga bermakna hasad atau iri dengki dan al-‘Ain atau penyakit yang disebabkan pandangan mata.[2]

Secara istilah nafs diartikan sebagai inti sesuatu yang sangat halus, yang menjadikan sesuatu itu hidup, menggerakkan dan mendorong suatu keinginan, atau disebut juga ruh makhluk. Ia merupakan suatu yang menyinari badan, dimana ketika makhluk itu mati maka terputuslah cahayanya dari jiwa dan raganya, tetapi ketika tidur hanya terputus cahayanya dari raganya saja. [3]

Kata nafs dalam Al-Qur’an terdapat dalam berbagai ayat, dan maknanya berbeda-beda, diantaranya:

Pertama, nafs bermakna ruh, sebagaimana firman Allah swt,

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.(QS. Az-Zumar[39]: 42)

Kedua, nafs bermakna manusia, sebagaimana firman Allah swt,

وَاتَّقُوا يَوْمًا لَا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلَا هُمْ يُنْصَرُونَ

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa'at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong. (QS. Al-Baqarah[2]: 48)

Juga firman Allah swt,

قَالَ رَبِّ إِنِّي قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ

Musa berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.(QS. Al-Qashash [28]: 33)

Ketiga, nafs bermakna akal, sebagaimana firman Allah swt

تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".(QS. Al-Maidah[5]: 116)

Thahir bin ‘Asyur dalam tafsirnya berkata: nafs dalam ayat diatas bermakna akal, maka makna ayat diatas adalah Engkau mengetahui apa yang aku yakini dan yang aku ketahui, karena nafs tempat berkumpulnya pengetahuan.[4]

Keempat, nafs bermakna kekuatan kebaikan dan keburukan dalam diri manusia, nafs memiliki kemampuan mengidentifikasi kebaikan dan keburukan sebagaimana firman Allah swt,

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا

Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. (QS. Asy-Syams[91]:7-8)

Juga firman Allah swt,

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,(QS. Al-Balad[90]: 10)

Makna ayat diatas adalah Kami menjelaskan kepada manusia dua jalan, yaitu kebenaran dan keburukan, dimana keduanya mendorong fitrah setiap manusia yang akan melahirkan suatu perbuatan dalam hidupnya, bila kebaikan yang mendominasi, maka tindakan atau perbuatan kebaikan akan mendominasinya begitupula sebaliknya.[5] Semoga dengan artikel yang sederhana ini kita mendapatkan pencerahan tentang arti dari nafs, kita mendapatkan petunjuk dari Allah swt dan senantiasa berada dalam jalan kebaikan. MS

Referensi

  1. Ibnu Manzhur, Lisanul ‘Arab
  2. Al-fairuz Abadi, Bashairu Dzawi tamyiiz fi Lathaif Kitabil’Aziz
  3. Al-JurJani, At-Ta’rifat
  4. Ibnu ‘Asyur, At-Tahrir wa Tanwir
  5. Sayyid Quthub, Fi Zhilalilqur’an

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

Sign In/Sign out