https://nuansaislam.com/Idul Fitri di Masa Pendemi

Oleh Dr. Abd. Muid N., MA. (Kaprodi Magister Ilmu Al-Quran dan Tafsir Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta)

Salah satu tradisi yang sangat erat dengan Idul Fitri adalah bermaaf-maafan dengan cara bersalam-salaman, cipika cipiki, atau berpelukan. Tentu saja tradisi bermaaf-maafan tidak perlu hilang di masa pademi, tatapi caranya bisa saja berubah. Cara yang dimaksud di sini adalah seperti bersalam-salaman, cipika cipiki, atau berpelukan.

Mengapa cara itu bisa berubah? Syariat Islam yang sesungguhnya adalah bermaaf-maafan atau saling memberi dan menerima maaf. Adapun bersalam-salaman, cipika cipiki, atau berpelukan, semua itu bukanlah syariat Islam, tetapi cara untuk mewujudkan syariat Islam.

Karena bersalam-salaman, cipika cipiki, atau berpelukan hanyalah cara, maka tentu saja bisa berubah dan berganti dengan cara yang lain. Terutama apabila cara-cara seperti itu mengakibatan mudharat atau kerugian, misalnya karena adanya pandemi, maka cara-cara seperti itu bisa menjadi sebab tersebarnya virus.

Tentu saja, tidak mudah mengganti cara yang sudah berurat dan berakar di dalam tradisi kita, tetapi kita harus melakukannya jika kita ingin tradisi itu bisa kita lakukan lagi di masa datang. Memaksakan tradisi tersebut kita tetap lakukan ketika pandemi masih ada, maka itu akan berdampak kita tidak akan bisa melakukan tradisi itu kembali di masa datang

Ada kaidah dalam agama Islam yang berbunyi: Dar’ul mafaasid muqaddamun ‘alaa jalbil mashaalih. Artinya: Mencegah kerusakan lebih didahulukan daripada mendapatkan kebaikan. Ya, memang bersalam-salaman, cipika cipiki, atau berpelukan adalah cara yang baik, tetapi jika itu mendatangkan kerusakan, maka upaya untuk mencegah kerusakan itulah yang lebih didahulukan.

Itulah yang menjadi dalil para ulama untuk menerapkan shalat lima waktu dilaksanakan di rumah, walaupun sesungguhnya berjamaah itu baik, namun bisa berdampak kerusakan yang lebih besar.[]

(Tulisan ini adalah materi Taushiyah Ramadhan di V Radio bekerjasama dengan Dompet Dhuafa)

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut