https://nuansaislam.com/EMPAT KEBANGKITAN UMAT

.....

EMPAT KEBANGKITAN UMAT

Oleh: Drs. H. Ahmad Yani

Ketua Dept. Dakwah PP DMI, Ketua LPPD Khairu Ummah, Sekretaris Dewan Syura IKADI, Penulis 54 Judul Buku, Trainer Dai dan Manajemen Masjid. HP/WA/BIP 0812-9021-953

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu

Saudaraku Kaum Muslimin Yang Berbahagia

Kembali kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt atas nikmat yang diberikan kepada kita. Kenikmatan tidak diperintahkan untuk kita hitung, karena kita memang tidak mampu menghitungnya, namun yang diperintahkan adalah mensyukurinya. Kehadiran kita pagi ini merupakan salah satu tanda syukur kepada Allah swt.

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad saw beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari kiamat nanti. Karena itu, kita bertekad untuk meneruskan perjuangan beliau hingga kematian menjemput kita.

Meskipun Ramadhan dan Idul Fitri masih kita lewati dengan suasana pandemi covid 19, ibadah Ramadhan tetap bisa kita tunaikan sebaik mungkin, penghayatan yang mendalam dan hikmahnya bisa kita dapatkan. Karena itu, sesudah Ramadhan berakhir, saatnya kita bangkit untuk menjalani hidup lebih baik, secara pribadi maupun bersama-sama.

Seidaknya, ada empat kebangkitan yang harus kiita tunjukkan, sekaligus sebagai pembuktian keberhasilan kita menunaikan ibadah Ramadhan. Pertama, bangkit untuk menguatkan komitmen kepada nilai-nilai Islam. Ini merupakan konsekuensi dari aqidah dan keimanan. Aqidah berarti ikatan kepada Allah swt dan Rasul-Nya dengan segala ketentuan-ketentuan-Nya, pengikatnya adalah ucapan dua kalimat syahadat yang sudah dan selalu kita ucapkan. Oleh karena itu, iman yang ada dalam jiwa kita seharusnya membentuk karakter pribadi yang komitmen kepada nilai-nilai Islam, ini membuat kita menerima saja apa yang sudah ditentukan Allah swt dan Rasul-Nya, bila tidak, maka tidak pantas kita menyatakan diri sebagai mukmin, bahkan bisa terjerumus ke dalam kesesatan, hal ini dinyatakan di dalam Al Quran:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. (QS Al Ahzab [33]:36).

            Dalam kaitan inilah, aqidah harus diajarkan dengan baik dan kita mau terus mempelajari secara utuh. Dalam buku Iman Yang Hidup, Drs. H. Ahmad Yani menegaskan bahwa iman harus hidup. Bila iman hidup, ia punya warna keimanan, seperti pohon yang hidup, bila daunnya harus hijau, maka pohon itu warna daunnya hijau, bukan kuning apalagi coklat.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu

Jamaah Shalat Id Rahimakumullah

Kedua adalah bangkit untuk terus berusaha mencari rizki yang halal. Masa pandemi kita rasakan telah memukul banyak aspek, termasuk aspek ekonomi. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan lalu mengalami kesulitan ekonomi. Sekarang saatnya kita bangkit untuk terus memiliki semangat berusaha mencari sesuatu yang halal, jangan diam, malas, malu atau gengsi, apalagi menunggu dan meminta bantuan orang lain, ini merupakan kewajiban kita sebagai muslim, Rasulullah saw bersabda:

طَلَبُ الْحَلاَلِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Mencari sesuatu yang halal hukumnya wajib bagi setiap muslim (HR. Thabrani).

            Manakala kita mau bersusah payah demi mendapatkan sesuatu yang halal, maka Allah swt memuliakan kita seperti orang yang berjuang di jalan-Nya. Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ الْمُحْتَرِفَ، وَمَنْ كَدَّ عَلَى عِيَالِهِ كَانَ كَاالْمُجَاهِدِ فِى سَبِيْلِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ.

Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya dan trampil. Barangsiapa yang bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah azza wa jalla (HR. Ahmad).

            Dalam kaitan inilah, Allah swt menegaskan untuk tidak menghalalkan segala cara, apalagi sampai mencari legalitas hukum agar yang tidak halal seolah-olah menjadi halal, Allah swt berfirman:

وَلا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. (QS Al Baqarah [2]:188).

            Disamping itu, sedapat mungkin utang dihindari, kecuali untuk sesuatu yang sifatnya produktif, bukan untuk membiayai gaya hidup, apalagi menggantungkan harapan dari utang. Secara pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa, utang membuat kita murung dan rendah diri, Rasulullah saw bersabda:

 اِيَّاكُمْ وَالدَّيْنِ فَاِنَّهُ هَمٌّ بِاللَّيْلِ وَمَذَلَّةٌ بِالنَّهَاِر

Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari (HR. Baihaki)

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Berbahagia

Kebangkitan Ketiga adalah bangkit untuk dakwah dan perbaikan umat. Dakwah adalah mengajak, menyeru dan memanggil orang agar beriman dan taat kepada Allah swt. Ini merupakan tugas kita bersama, bukan hanya tugas orang yang selama ini kita sebut sebagai ustadz, muballig atau ulama. Hal ini karena, dakwah itu bukan hanya ceramah dan khutbah. Mengajak, membimbing dan membina orang lain bisa kita lakukan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita masing-masing. Ibarat klub sepakbola, yang terlibat dalam sepakbola bukan hanya pemain yang jumlahnya hanya 11 sampai 24, tapi ada pengurus klub, pelatih, tim medis, tim media, tim dana, tim kesehatan, tim konsumsi dan seterusnya.

Begitu pula di dalam dakwah. Kita mau terlibat dari sisi apa dalam dakwah. Kalau bisa ceramah dan khutbah lakukanlah dan terus tingkatkan kemampuannya. Yang punya keahlian dibidang media, termasuk media sosial, maka terlibatlah dalam dakwah. Yang punya dana, sekecil apapun jumlahnya, gunakan juga dana dan harta kita untuk aktivitas dakwah. Yang punya jabatan, gunakan pengaruh jabatan untuk dakwah dan perbaikan umat, jangan sampai punya jabatan justeru untuk merusak dakwah dan merusak umat, yang lebih parah, punya jabatan dalam pemerintahan justeru merusak negara dengan segala tatanan yang sudah dibangun. Tegasnya, seminimal apapun potensi diri kita, semuanya bisa dimanfaatkan untuk dakwah dan perbaikan umat, apalagi sebenarnya kita punya potensi yang besar.

Bila kita sudah terlibat dalam dakwah, maka kita menempuh jalan yang mulia, karena hal ini melanjutkan tugas Nabi Muhammad saw dan para nabi sebelumnya, apalagi dakwah selalu dibutuhkan umat manusia, orang baik saja membutuhkan dakwah, apalagi yang belum baik. Selanjutnya pahala yang besar akan kita peroleh

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah

Keempat, adalah bangkit untuk memakmurkan masjid. Meskipun ada sejumlah pembatasan, selama Ramadhan masjid sudah kita makmurkan. Maka, semua kita harus bangkit untuk terus memakmurkan masjid. Ada komitmen dan ikatan batin kita dengan masjid. Kalau kita betul-betul beriman, maka berada di masjid itu seperti ikan di dalam air. Tapi, kalau pada jiwa kita ada virus kemunafikan, maka kita tidak suka berada di masjid. Berada di masjid bagi orang munafik seperti burung di dalam sangkar. Karena itu, salah satu bentuk pembuktian iman adalah mau memakmurkan masjid, Rasulullah saw bersabda:

اِذَا رَاَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوْا لَهُ باِلإِيْمَانِ.

Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman (HR. Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri).

Bila kita punya komitmen bersama untuk memakmurkan masjid, maka perbedaan pendapat tidak kita tonjolkan, tapi mau saling menghormati. Laksanakan apa yang kita sepakati dan saling menghormati atas yang kita berbeda. Masjid seharusnya menjadi tempat untuk mencari titik temu, bukan titik beda. Maka, sangat kita sesali bila masjid dan jamaahnya masih saja menonjolkan perbedaan, lalu terjadi perpecahan hingga harus bikin masjid lagi. Karena itu, pengurus masjid harus solid, mau terlibat dan dilibatkan dalam mengurus masjid. Miliki rasa tanggungjawab mengurus masjid, jangan hanya tercantum namanya dalam susunan pengurus tapi tidak ada yang dikerjakan. Pengurus masjid harus melibatkan jamaah dan memanfaatkan potensi mereka untuk makmurnya sebuah masjid dalam  makna yang luas.

Kunci makmurnya sebuah masjid adalah rasa cinta kita kepada masjid. Kalau sudah cinta, kita mau datang ke masjid secara rutin, karena memang ada kerinduan. Cinta kepada masjid juga membuat kita mau berkorban dengan apa yang kita miliki dan menunjukkan rasa tanggungjawab yang besar bagi makmurnya sebuah masjid.

            Demikian khutbah kita yang singkat hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama. Selamat hari raya Idul Fitri, Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Marilah kita sama-sama berdoa:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a.

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut