https://nuansaislam.com/Berharap Pahala atas Ibadah di Bulan Ramadhan

Oleh Dr. Abd. Muid N., MA. (Kaprodi Magister Ilmu Al-Quran dan Tafsir Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta)

Apakah kita boleh berharap kepada fasilitas pahala berlipat ganda pada bulan Ramadhan itu? Tentu saja boleh karena tidak ada larangan untuk berharap seperti itu. Lagipula di dalam Islam memang diakui adanya perbedaan waktu pada waktu-waktu tertentu dan juga tempat pada tempat-tempat tertentu.

Contoh sederhana waktu yang berbeda adalah bulan Ramadhan ini yang disebutkan mempunyai fasilitas pahala berlipat ganda. Contoh lain adalah sepertiga malam terakhir yang adalah waktu berbeda jika dibandingkan dengan waktu-waktu lain karena doa-doa pada waktu itu lebih besar kemungkinan diterima daripada waktu-waktu lain.

Juga ada tempat berbeda di dalam Islam, misalnya Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Kedua masjid tersebut adalah tempat yang jika kita shalat di sana, pahalanya lebih besar jika dibandingkan shalat di tempat-tempat lain. Karena itu, tidak ada salahnya berharap pada pahala atas ibadah pada bulan Ramadhan.

Hanya saja perlu dipahami bahwa sebesar apapun pahala di bulan Ramadhan, tidak akan bisa menggantikan kewajiban di luar bulan Ramadhan. Sama dengan sebesar apapun pahala shalat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, tidak akan bisa menjadi pengganti bagi kewajiban di luar waktu dan tempat itu.

Makanya, biasanya ulama mengumpamakan ibadah pada waktu yang luar biasa itu seperti pakaian yang mahal dan ibadah pada waktu dan tempat lain seperti pakaian yang lebih murah.

Tidak melakukan ibadah wajib karena dengan alasan sudah pernah melaksanakannya di tempat dan waktu yang istimewa dan pahalanya banyak, itu sama dengan tidak mau memakai pakaian dengan alasan sudah punya pakaian mahal di rumah. Berarti saat itu, dia sedang tidak berpakaian.[]

(Tulisan ini adalah materi Taushiyah Ramadhan di V Radio bekerjasama dengan Dompet Dhuafa)

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut