https://nuansaislam.com/Tatsaub

Tatsaub berasal dari kata tsaiba-ya’tsabu-tsa’ban,[1] kemudian ditambahkan huruf ta(ت) didepan dan huruf alif(ا) ditengah wazan fi’ilnya menjadi tatsaaba-yatatsaabu maka terbentuklah kata tatsaub, secara bahasa artinya adalah terbukanya mulut dengan selebar-lebarnya disebabkan kurangnya tidur atau mengantuk, atau dalam istilah lain dikenal dengan ungkapan menguap.[2]

ketika kita merasakan tatsaub atau menguap, bagaimana rasulullah saw mengajarkan kepada ummatnya adab-adab ketika tatsaub atau menguap? Diantaranya adalah: ketika kita merasa akan menguap maka kita harus berusaha semampunya untuk menahannya, dan bila terjadi menguap maka kita segera menutup mulut kita dengan tangan kita, hal ini sebagaimana sabda rasulullah saw,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: "التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَالَ: هَا، ضَحِكَ الشَّيْطَانُ " البخاري.

Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw bersabda: menguap itu adalah dari setan. Apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahannya semampu mungkin. Karena, jika salah seorang di antara kalian menguap dan keluar ucapan hah maka setan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari)

Imam Nawawi berkata: dikatakan menguap itu dari setan karena menguap mengajak kepada syahwat, dimana badan merasa berat dan inginnya istirahat, dan hendaknya menjauhi sebab-sebab munculnya menguap yaitu diantaranya terlalu banyak makan sehingga perut terlalu penuh dengan makanan.

Ibnu Alan berkata: hendaknya menahan semampunya adalah menahan agar tidak menguap dengan kemampuannya, dan jika menguap maka hendaknya menutup mulutnya dengan tangan.[3]
Adapun tata cara meletakkan tangan ketika menguap adalah sebagaimana dikatakan oleh Al-Munawi adalah meletakkan punggung telapak tangan kiri ke mulut, walaupun asal sunnahnya adalah tangan kanan.[4] sedangkan Safaraini berkata: telah berkata kepadaku guru kami At-Taghliby: jika kamu menutup mulutmu ketika menguap dengan tangan kiri maka gunakan punggungnya, dan jika menutupnya dengan tangan kanan maka dengan telapak tangannya.

Adapun hikmahnya adalah karena tangan kiri biasa digunakan untuk yang kotor-kotor, maka punggung tangan kiri menutup mulut dan telapak tangan kiri untuk menghindar dari Syaithan, sedangkan tangan kanan yang digunakan telapaknya untuk menutup mulut ketika menguap karena telapak tangan kanan biasanya digunakan untuk menyuapkan makanan ke mulut.[5]

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir,144
  2. Mu’jamul ma’ani
  3. Ibnu Alan, Dalilulfalihin, 6/175
  4. Zainuddin Al-manawi, Faidhul Qadir, 1/404
  5. As-Safaraini Ghidaul Al-Bab, 1/348

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut