https://nuansaislam.com/Masukan Untuk Para Dai, Khatib dan Muballig

MASUKAN UNTUK PARA DAI, KHATIB DAN MUBALLIG

Judul Buku    : Saran Untuk Para Dai, Khatib dan Muballig

Penulis         : Drs. H. Ahmad Yani

Ukuran         : 10,5 x 15,5 cm

Tebal            : 152 Halaman

Cover           : Soft Cover

Harga                    : Rp 35.000+ongkir

HP/WA         : 0812-9021-953 & 0812-9930-6180

 

Siapapun orangnya, sebaik apapun dia, nasihat, bimbingan, masukan dan saran merupakan sesuatu yang dibutuhkan. Dengan nasihat, yang tidak tahu jadi tahu, yang lupa jadi ingat, yang salah diperbaiki dan yang baik serta benar bisa dipertahankan dan ditingkatkan.

Menjadi dai, khatib dan mubalig berarti mengemban tugas dakwah, melanjutkan misi para Nabi. Karena itu berbahagialah melaksanakan tugas yang mulia ini. Namun, pada masyarakat kita ada juga kekecewaan kepada para dai, sementara pada diri sang dai, khatib dan mubalig ada banyak persoalan yang harus direspon secara baik.

Dalam konteks inilah, ditulis saran, baik untuk calon dai, dai pemula dan semoga bermanfaat pula untuk dai senior yang sudah berpengalaman. Diantara contoh dari 60 tulisan sebagai berikut.

MAU BERPIKIR

Setiap kita diberi potensi untuk berpikir. Maka, berpikirlah, apalagi bagi para dai, khatib dan mubalig. Tapi, sayang sekali, sekarang ini zaman instan, semua maunya terima jadi, tidak mau usaha, bahkan tidak mau berpikir.

Dikalangan dai, khatib dan mubalig ada juga yang begitu. Mau khutbah dan ceramah tidak mau merumuskan materi sendiri, bahkan berpikir kearah itu juga tidak. Maunya terima jadi.

Di grup media sosial para dai, baik Facebook atau WhatsApp, banyak yang selalu minta teks khutbah, bahkan sampai minta dengan menentukan judul yang diinginkannya. Yang bagus, dia bukan teks itu lagu berbagi di grup.

Oleh karena itu, para dai, khatib dan mubalig berpikirlah untuk:

  1. Menentukan apa yang diinginkan dari ceramah dan khutbah yang disampaikan, misalnya agar jamaah mau sedekah, mewujudkan keluarga sakinah, mencari rizki yang halal, memakmurkan masjid, dan sebagainya.
  2. Melakukan kajian literatur, baik untuk mendapatkan dalil maupun wawasan yang terkait dengan apa yang mau dibahas.
  3. Menyusun kerangka materi dan mencatatnya, lebih bagus lagi bisa menulis narasinya menjadi artikel atau teks khutbah agar bisa berbagi kepada yang lain.

Bila ini sudah dilakukan, bukan hanya ia punya koleksi materi yang banyak, tapi juga lebih lekat penguasaannya yang suatu ketika bisa dihubungkan dalam pembahasan yang satu dengan lainnya.

JANGAN TERLALU TEKSTUAL

Secara hukum, khutbah Jumat harus dilaksanakan dengan standar terpenuhinya rukun khutbah. Ini membuat khutbah tidak diragukan sahnya. Namun, khutbah bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi harus disampaikan dengan cara yang komunikatif dan menarik.

Saat berkhutbah, nabi menatap jamaahnya,  dan para jamaahpun menatap wajah nabi sebagai khatib. Sekarang, banyak kejadian khatib dan jamaah tidak saling menatap. Khatib hanya mengarahkan pandangan mata ke teks khutbah, sedangkan jamaahnya banyak yang tertunduk pulas. Ini membuat khutbah kehilangan ruhnya, apalagi bila khatib justeru tidak menguasai dan tidak menghayati isi khutbahnya.

Karena itu, para khatib harus bisa berkhutbah tanpa teks atau mengurangi ketergantungannya pada teks. Jangan takut salah, karenanya materi khutbah itu dikuasai, bukan dihafal, apalagi sekadar dibacakan. Khutbah tanpa teks juga jangan khawatir terlalu panjang, karenanya perhatikan jam dan batasi sendiri waktunya. Meskipun demikian, seorang khatib perlu membawa catatan kecil atau ringkasan khutbah, catat pula dalilnya agar saat lupa, sudah ada yang hendak dibaca.

Untuk lebih jelas tentang buku ini, berikut daftar isinya.

ADAB DAN AKHLAK

1.       Berbahagialah

2.       Luruskan Niat

3.       Jangan Kontradiksi

4.       Jangan Sampai Lupa Pada Diri Sendiri

5.       Jangan Berharap Amplop

6.       Dakwah Tanpa Diundang

7.       Dukungan Keluarga

8.       Jangan Kapok

9.       Kejujuran Ilmiah

10.     Dakwah Dimana Saja dan Kapan Saja

11.     Datang Lebih Awal

12.     Tepati Janji

13.     Jangan Dusta Dalam Dakwah

14.     Belajar dari Dai Lain

15.     Mengkader Lagi

16.     Minta Nasihat dan Saran

17.     Kerjasama Dakwah

MATERI DAKWAH

18.     Banyak Membaca

19.     Tanya dan Cari Sendiri Jawabannya

20.     Mau Berpikir

21.     Kuasai Materi Yang Banyak

22.     Mencatatlah

23.     Perluas Wawasan

24.     Ilistrasi Yang Variatif

25.     Apa Yang Orang Harus Dapatkan

26.     Harus Dipahami Semua Orang

27.     Mengatasi Lupa Dalil

28.     Mengemas Pesan

29.     Merumuskan Sendiri

30.     Kembangkan Materi Dakwah

31.     Sisipkan Kisah

32.     Tidak Mengulang Materi Yang Sama

33.     Dakwah dan Antisipasi Perubahan

TEHNIK CERAMAH DAN KHUTBAH

34.     Tidak Ada Rotan Yang Satu, Ada Lagi Rotan Yang Lain

35.     Ada Yang Lebih Pintar

36.     Antisipasi Ada Peluang

37.     Belajar Dari Dai Lain

38.     Ceramah Mendadak

39.     Efektifkan Waktu

40.     Humor Itu Seperti Bumbu

41.     Jangan Katakan, Tapi Sembunyikan

42.     Jangan Terlalu Tekstual

43.     Kecepatan Berpikir

44.     Libatkan Jamaah

45.     Prinsip Memulai

46.     Sikap Atas Peluang

47.     Perkaya Kosa Kata

48.     Sebab dan Solusi Grogi

49.     Standar Membaca Tulisan Arab

50.     Menjawab Pertanyaan

51.     Miliki Dua Kemampuan Dakwah

52.     Metode Spontan

MANFAATKAN MEDIA SOSIAL

53.     Cerpen (Ceramah Pendek)

54.     Siaran Langsung

55.     Tulisan Pendek

56.     Pengajian Zoom

57.     Foto Kegiatan Dakwah

58.     Menambah Ilmu

59.     Menambah Penghasilan

60.     Chatting Konsultasi

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut