https://nuansaislam.com/Jidal

Jidal dalam bahasa arab berasal dari suku kata jadala-yajdulu-jadlan wa judulan, arti dasarnya adalah memintal dan melilin. Ketika diungkapkan al-Jadalu wal-Jidaalu maka artinya perdebatan dan perbantahan, orang yang suka berdebat diungkapkan dengan al-jaddaal, adapun perdebatan disebut dengan Al-Mujaadalah.[1] jidal juga diartikan dengan saling melemparkan hujjah atau dalil.[2]

Secara istilah jidal bisa berarti berbantah-bantahan dengan masing-masing melemparkan hujjah dan dalil untuk tujuan mengalahkannya,[3] jidal juga bisa bermakna seseorang mendorong orang lain dengan tujuan melemahkan ucapannya, diiringi dengan dalil yang membenarkan ucapannya.[4]

Lafazh jidal dalam Al-Qur’an disebut sebanyak 29 kali, dengan rincian 25 kali dalam bentuk kata kerja dan 4 kali dalam bentuk kata benda. Dari semua pengulangan tersebut maknannya bermuara kepada tiga makna, yaitu pertama, Al-Khushumah yaitu berbantah-bantahan dan ini merupakan sebagian besar kata jidal dan derivatnya dalam Al-Qur’an yang bermakna tersebut. Dalam hal ini yang dibantah adalah kebenaran dalil-dalil dan ayat-ayat Allah swt, seperti  yang berkaitan dengan tauhid,  Diantaranya firman Allah swt,

مَا يُجَادِلُ فِي آيَاتِ اللَّهِ إِلَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ

Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.(QS. Ghafir[40]:4)

Kedua, bermakna Al-Mira atau debat kusir dengan tujuan menghinakannya, sebagaimana firman Allah swt,

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ

 (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. (QS. Al-Baqarah[2]: 197)

Ketiga, bermakna al-Hijaj wal Munadharah, yaitu berdiskusi dengan hujjah atau dalil yang jelas menguatkannya, sebagaimana firman Allah swt,

وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.(QS. An-Nahl[16]: 125)

Adapun hukum jidal ia bisa wajib apabila untuk menjelaskan hakikat nilai-nilai keislaman dan membersihkan syubuhat dari syariat islam, jidal dalam hal ini harus dilakukan dengan cara yang baik, sebagaimana firman Allah swt,

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS. An-Nahl[16]: 125)

Jidal hukumnya menjadi sunnah apabila dalam rangka mendakwahi orang yang belum masuk islam, dengan menjelaskan kepada mereka kebenaran ajaran islam.baik mereka itu ahli kitabnya atau orang biasanya, sebagaimana firman Allah swt,

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ


Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".(QS. Al-Anabut[29]: 46)

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 175
  2. Ibnu Manzhur, Lisanul’arab, 11/105, Ibnu faris, Mujmalullughah, 1/179
  3. Ar-Raghib Al-Ash-fahani, Al-Mufradat fi Gharibilqur’an, 189
  4. Aj-Jurjani, At-Ta’rifat, 74

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut