https://nuansaislam.com/EMPAT PERSIAPAN RAMADHAN

 

EMPAT PERSIAPAN RAMADHAN

Oleh: Drs. H. Ahmad Yani

Ketua Departemen Dakwah PP DMI, Ketua LPPD Khairu Ummah, Penulis 54 Buku. WA/BIP 0812-9021-953

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Sidang Jum’at Rahimakumullah.

Sebagai muslim, sudah seharusnya bila kedatangan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan kita sambut dengan penuh kegembiraan karena insya Allah, kesempatan menikmati ibadah Ramadhan kembali kita peroleh. Target utama dari ibadah Ramadhan adalah semakin mantapnya ketaqwaan kepada Allah swt. Hal ini disebutkan dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS Al Baqarah [2]:183)

Oleh karena itu, sebagai wujud dari rasa gembira akan datangnya bulan Ramadhan, bukan hanya kita ucapkan ahlan wa sahlan ya Ramadhan atau marhaban ya Ramadhan, tapi juga kita siapkan atau kita kondisikan diri, keluarga dan masyarakat guna menjadikan Ramadhan sebagai momentum peningkatan taqwa kepada Allah swt.

            Melalui kesempatan khutbah yang singkat ini, akan kita bahas sekurang-kurangnya empat persiapan yang harus kita lakukan. Pertama persiapan jiwa. Hal ini karena Ramadhan merupakan bulan pembersih jiwa dari sifat-sifat tercela dan dosa yang telah dilakukan. Karena itu bulan ini disebut dengan Ramadhan yang berarti membakar atau mengasah. Dinamakan demikian karena pada bulan Ramadhan itu dosa-dosa manusia akan dibakar sebagai imbalan dari kesadaran jiwa yang terwujud dalam bentuk amal shaleh yang meningkat. Bahkan disebut mengasah karena pada bulan itu jiwa kita akan diasah kembali agar memiliki ketajaman dalam membedakan antara yang haq dengan yang bathil. Bila sudah bersih, maka jiwa kita akan menjadi seperti tanah subur yang siap ditaburi dengan benih-benih kebajikan atau kebenaran.

Dalam kaitan dengan persiapan jiwa itu, alangkah baiknya kalau sebelum bulan Ramadhan yakni di bulan Sya’ban kita banyak melakukan aktivitas ibadah.

Manakala kita telah mempersiapkan jiwa, insya Allah kita menjadi senang dengan kedatangan Ramadhan sehingga senang juga menjalankan segala kewajiban yang harus dilaksanakan di bulan yang suci itu.  Dengan rasa senang itu, ibadah Ramadhan akan kita laksanakan dengan ringan meskipun sebenarnya berat, apalagi ada bagian ibadah Ramadhan yang memang sudah ringan. Sementara tanpa rasa senang, ibadah yang ringanpun menjadi terasa berat dan terasa bertambah berat pada ibadah yang sudah berat.

Jiwa yang sudah dipersiapkan untuk memasuki Ramadhan akan memiliki kesadaran bahwa ibadah Ramadhan, khususnya puasa tidak hanya harus dilakukan karena kewajiban, tapi juga karena kebutuhan. Karena itu, Prof. DR. Quraish Shihab dalam bukunya Lentera Hati menyebutkan: “Al-Qur’an ketika menetapkan kewajiban puasa tidak menegaskan bahwa kewajiban tersebut datang dari Allah, tetapi redaksi yang digunakannya dalam bentuk pasif: “diwajibkan atas kamu berpuasa”. Agaknya redaksi tersebut sengaja dipilih untuk mengisyaratkan bahwa puasa tidak harus merupakan kewajiban yang dibebankan oleh Allah swt, tetapi manusia itu sendiri akan mewajibkannya atas dirinya pada saat ia menyadari betapa banyak manfaat dibalik puasa itu” (Hal 173).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

            Persiapan Kedua untuk memasuki Ramadhan adalah persiapan ilmu, hal ini karena untuk bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan baik, persiapan ilmu juga harus dilakukan sehingga ibadah Ramadhan kita laksanakan dengan tidak ada lagi keraguan di dalam hati dan pikiran. Dengan demikian, segala hal yang terkait dengan ibadah Ramadhan sudah harus kita pahami dengan sebaik-baiknya, baik yang menyangkut kaifiyat atau tata cara  ibadah Ramadhan dari segi fiqihnya, yang boleh dan yang tidak boleh kita lakukan, yang dianjurkan untuk dilakukan hingga hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, baik hikmah yang berkaitan dengan perbaikan jiwa dan akhlak maupun hikmah terhadap kesehatan jasmani. Karena itu alangkah baiknya kalau buku-buku tentang ibadah Ramadhan kita baca lagi, penerangan atau ceramah tentang Ramadhan dilakukan sebelum bulan Ramadhan tiba, termasuk penerangan tentang puasa dan kesehatan, puasa dan etos kerja dan sebagainya.

Memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan menjadi sangat penting agar kita tidak bingung dalam melaksanakannya dan nantinya bisa kita laksanakan sebagaimana ketentuan-ketentuan yang berlaku sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw sehingga manfaat yang kita peroleh dari ibadah Ramadhan bukan hanya secara jasmani tapi juga rohani.

Ketiga yang menjadi persiapan ibadah Ramadhan adalah persiapan fisik, hal ini karena khususnya puasa dan shalat tarawih bisa kita laksanakan dengan baik salah satunya manakala kita memiliki kondisi fisik yang sehat. Sebagaimana kita ketahui, muslim yang sakit tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa, tapi harus mengqadanya sesudah Ramadhan berakhir bila kondisi kesehatannya sudah kembali pulih. Karena itu, kondisi fisik yang sehat juga harus kita persiapkan, baik dengan menjaga kondisi fisik agar tetap sehat selama menunaikan ibadah Ramadhan, maupun melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengobatinya bila terdapat penyakit yang diderita.

Pengurus masjid bisa juga mencanangkan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari pelayanan masjid kepada jamaahnya dalam menyongsong bulan suci Ramadhan. Program ini bisa dilakukan dengan kerjasama antar pengurus masjid dengan lembaga kesehatan maupun jamaah masjid yang sehari-harinya memang sebagai dokter atau petugas kesehatan. Dalam kaitan persiapan fisik, gerakan kebersihan juga perlu dilakukan, misalnya dengan membersihkan rumah, masjid dan mushalla, lingkungan masyarakat dan sebagainya.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Yang Keempat atau yang terakhir dari persiapan ibadah Ramadhan adalah persiapan aktivitas, hal ini karena upaya meningkatkan ketaqwaan kepada Allah swt pada bulan Ramadhan tidak hanya kita capai melalui  ibadah Ramadhan yang bersifat pribadi seperti puasa, tadarus Al-Qur’an, wirid dan sebagainya, tapi juga aktivitas yang dilaksanakan secara bersama-sama, khususnya kegiatan di masjid dan mushalla. Oleh karena itu, pengurus masjid dan mushalla sudah seharusnya membentuk panitia Ramadhan. Kegiatan yang bisa dicanangkan antara lain: Pertama, penyambutan bulan suci Ramadhan dengan aktivitas tabligh, diskusi atau kajian tentang Ramadhan, pemasangan spanduk menyongsong Ramadhan dan sebagainya. Kedua, pengisian bulan Ramadhan dengan berbagai aktivitas seperti shalat tarawih berjamaah yang diiringi dengan ceramah tarawih dan kuliah subuh dengan tema-tema yang bervariasi, begitu juga dengan ceramah zuhur termasuk di perkantoran, pesantren kilat bagi anak-anak dan remaja, studi Islam, pelatihan khatib dan muballigh, pelatihan manajemen masjid, berbagai perlombaan untuk anak-anak dan remaja, peringatan malam nuzulul Qur’an, I’tikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan, buka puasa bersama, dan lain-lain. Ketiga, kegiatan melepas kepergian bulan Ramadhan dengan takbiran, shalat Idul Fitri, silaturrahim dan lain-lain.

Sidang Jum’at Rahimakumullah.

            Meskipun di negara kita dan dunia masih dilanda pandemi covid 19, tetap saja aktivitas Ramadhan di masjid kita laksanakan, tentu saja dengan memenuhi protokol covid. Apabila memasuki Ramadhan tahun ini kita persiapkan diri, keluarga dan masyarakat dengan sebaik-baiknya, insya Allah ibadah Ramadhan akan memberikanpengaruh yang sangat positif, jiwa yang bersih, jasmani yang sehat, akal yang cerdas, masyarakat yang damai, berakhlak mulia dan selalu siap melaksanakan amar makruf dan nahi munkar.

            Demikian khutbah Jum’at kita yang singkat pada hari ini, semoga bermanfaat bagi kita bersama, amin.

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut