https://nuansaislam.com/Insan

Dalam pendekatan kosa kata bahasa arab maka kata insan (إنسان) ketika kita cari di kamus akan kita dapati berasal dari suku kata anisa-ya’nasu-anasan (أنس-يأنس-أنسا), mengandung arti dasar yaitu menjadi jinak, ramah, dan suka ramah kepada orang lain. Bila kata kerjanya di mudho’afkan menjadi annasa (أنّـس), dimana huruf nun(ن) nya ditasydidkan maka artinya menjinakkan, bila diungkapkan dengan”annasa ash-shauta(أنّس الصوت)” maka artinya mendengar, bila ditambahkan huruf ta(ت) didepannya menjadi kata taannasa(تـأنّـس) maka artinya menjadi manusia, ketika menjadi isim(اسم) atau kata benda menjadi kata al-Anasu(الأنـس) maka artinya orang yang engkau senangi atau sukai, ketika harokatnya berubah, menjadi ungkapan al-Insu(الإٍنْـسُ) dan pluralnya unaasun(أُنـاسٌ) maka artinya manusia, bila kata insu (إٍنْـسُ)disambungkan dengan huruf kaf(ك), menjadi ungkapan insuka(إٍنـسكَ) maka artinya sahabatmu, adapun untuk satu orang manusia maka diungkapkan dengan kata al-Insiyu (الإنـسيُ)yang pluralnya anaasiy(أناسي), dan untuk manusia secara umum maka diungkapkan dengan kata al-Insan(الإنسان).[1]

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa, insan (إنسان) berasal dari kata an-Nisyan(النسيان), dimana bila kita rujuk kepada kamus, maka kata An-Nisyan itu berasa dari suku kata nasiya-yansa (نسي-ينسى) yang mengandung arti dasar lupa, ibnu Abbas berkata: disebut manusia insan dengan merujuk kepada kata nasiya (نسي) karena manusia lupa terhadap perintah atau janjinya[2], sebagaimana firman Allah swt,

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.(QS. Thaha[20]: 115)

Istilah lain untuk insan (إنسان) yang artinya manusia adalah an-Nas(الناس), sebagaimana didalam al-Qur’an banyak sekali disebutkan dalam ayat dan bahkan menjadi nama surat terakhir dalam Al-Qur’an yaitu An-Nas, bila kita rujuk ke kamus kita akan dapati kata An-Nas itu merupan isim jama(اسم الجمع) untuk bani Adam(بني آدم), tunggalnya Insan(إنسان) [3], dalam kamus lain disebutkan bahwa an-Nas (الناس) asalnya dari kata Anaas(أناس) kemudian ditakhfif hamzahnya, maka jadilah kata an-Nas (الناس)[4].

Demikian tulisan singkat ini semoga bermanfaat.

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 43
  2. Imam At-Thabari, Tafsir Ath-Thabari
  3. Al-Mu’jam Al-Wasith
  4. Ibnu Manzhur, Lisanul’Arab

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut