https://nuansaislam.com/Al-Huub

Dalam bahasa arab berasal dari suku kata haaba yahuubu hauban wa huuban (حاب-يحوب-حوبا)mengandung makna berdosa, al-Huub merupakan isim mashdar dari haaba yahuubu yang artinya dosa, kesedihan, kebinasaan, wabah penyakit menular, semakna dengan kata itsmun dan dzanbun, bila harokat huruf ha nya berganti dari dhommah ke fathah menjadi kata al-Haubu (الحَوبُ)maka artinya kesukaran, kemiskinan, kecemasan. Dan bila ditambahkan huruf ta marbuthah(ة ) diakhirnya menjadi kata al-Haubah (الحوبة)maka artinya kerabat atau pertalian keluarga, ketika bentuk kata kerjanya dijadikan mudha’af dan ditambahkan huruf ta (ت)diawwalnya menjadi kata tahawwaba yathawwabu (تحوّب-يتحوّب)maka artinya menjauhi dosa, dan bila disambungkan dengan huruf jar min (من)seperti ungkapan “tahawwaba minhu” (تحوب منه)maka artinya merasa sakit atau sedih, bila disambungkan dengan huruf jar fi (في)seperti ungkapan tahawwaba fi du’aihi (تحوب في دعائه), maka artinya memohon dengan sangat atau berdoa dengan sepenuh hati.[1]

Dalam Al-Qur’an kata al-Huub disebutkan satu kali yaitu dalam surat An-Nisa ayat 2, yaitu firman Allah swt,

وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar.(QS. An-Nisa’[4]: 2)

Menurut Abu Zakaria Yahya bin Ziyad Al-Farra Huuban pada ayat diatas bermakna dosa besar,[2] Az-Zamakhsyari berkata: rahasia penggunaan kata huuban dalam ayat diatas adalah apabila dikatakan sungguh diharamkan atas mereka memakan harta anak-anak yatim, lalu kenapa larangannya disebutkan bersama harta mereka? Maka beliau menjawab apabila mereka tidak butuh terhadap harta anak yatim, yang merupakan rezeki yang halal dari Allah swt, maka memakannya merupakan perbuatan yang sangat buruk dan berhak mendapatkan dosa, maka itulah al-Huub disebut dosa besar.[3]

Abu Hayyan menyebutkan tiga makna secara bersamaan untuk kata huub dalam ayat diatas yaitu Al-Itsmu(dosa) wa Az-Zhulmu(kezaliman) wa Al-Wahsyah(kesedihan), pelakunya mendapatkan dosa, yang terjerumus pada perbuatan memakan harta anak yatim telah berbuat kezaliman dan kesedihan untuk kedua hal tersebut. Itulah yang menjadikan al-Huub bermakna dosa besar, karena dalam perbuatan memakan harta anak yatim itu ada kezaliman, kesedihan, hilangnya kehormatan pelakunya  dan hilangnya hak-hak anak yatim.[4]

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 305
  2. Abu Zakaria Yahya bin Ziyad Al-Farra, Ma’ani Al-Qur’an, 1/253
  3. Az-Zamakhsyari, Al-Kasysyaaf, 1/495-496
  4. Abu Hayyan, Al-Bahrulmuhith, 3/161

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut