https://nuansaislam.com/Al-Masih

Berasal dari kata masaha yamsahu, mengandung arti mengusap, menghapus, meratakan. Ketika digunakan untuk barang seperti sepatu, seperti ungkapan”masaha al-hidza’a”, maka artinya membersihkan, ketika diungkapkan”masaha unuqahu” artinya memenggal leher dan memotongnya, ketika diungkapkan” masaha saifahu” artinya pedang menghunus dari sarungnya, ketika diungkapkan”masaha fil ardhi” maka artinya berkelana, ketika diungkapkan”masaha al-ardha” maka artinya mengukur tanah dan membagi-baginya, ketika dijadikan isim atau kata benda, menjadi kata al-masha maka artinya kata-kata manis sebagai bujukan, dan al-Masih merupakan isim maf’ul dari masaha yamsahu yang mengandung arti cukup banyak diantaranya gelar untuk nabi Isa as, gelar untuk Dajjal, yang suka percaya, yang cantik paras wajahnya, yang suka melancong atau banyak bepergian, namun ketika ditambahkan huruf ta didepannya dan huruf alif  sebelum huruf ha menjadi kata timsah maka artinya buaya. [1]

Dalam penggunaannya al-Masih digunakan dalam dua makna yang berseberangan, disandangkan kepada dua sosok yang saling bertentangan yaitu al-Masih Isa as dan al-Masih Dajjal, al-Qur’an menyebutkan gelar al-Masih untuk Isa as dan tidak menyebutkannya untuk Dajjal, adapun gelar al-Masih Dajjal disebutkan dalam hadis. Al-Qur’an menyebutkan al-Masih Isa as dalam surat ali-Imran ayat 45,

إِذۡ قَالَتِ ٱلۡمَلَـٰۤىِٕكَةُ یَـٰمَرۡیَمُ إِنَّ ٱللَّهَ یُبَشِّرُكِ بِكَلِمَة مِّنۡهُ ٱسۡمُهُ ٱلۡمَسِیحُ عِیسَى ٱبۡنُ مَرۡیَمَ وَجِیها فِی ٱلدُّنۡیَا وَٱلۡـَٔاخِرَةِ وَمِنَ ٱلۡمُقَرَّبِینَ

(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, “Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat (fir-man) dari-Nya (yaitu seorang putra), namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)(QS. Ali Imran[3]: 45)

Nabi Isa as disebut al-Masih karena beliau adalah orang yang banyak mengembara, [2] orang yang mengembara disebut al-Masih karena dia mengusap atau menyapu permukaan bumi, beliau juga termasuk manusia yang banyak melakukan perjalanan jauh dan tidak menetap disatu tempat. Nabi Isa juga mendapatkan mu’jizat diantaranya ketika beliau mengusap orang yang sakit maka kemudian orang sakit tersebut sembuh[3]

Sedangkan Dajjal disebut al-Masih karena disebut dalam doa Rasulullah saw ketika tasyahud akhir dalam shalat yaitu,

اللْهُمَّ إِنّيْ أًعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّم، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَفِـتْـنَةِ الْـمَـحْـيَا وَالْـمَـمَات، وَمِنْ شَّر الْمَـسِـيْحِ الدَّجَّـال (رواه النسائى و أبو داود و الترمذي)

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab neraka, adzab kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari kejahatan al-Masih Dajjal( HR. Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

Ibnu Atsir mengatakan bahwa Dajjal disebut al-Masih karena salah satu matanya terhapus,[4] sebagaimana pula disebutkan dalam hadis Rasulullah saw,

إِنَّ الدَّجَّـال مَـمْـسُوْحُ الْعَـيْـن ( رواه مسلم)

Sesungguhnya Dajjal terhapus salah satu matanya(HR. Muslim, 2934)

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 1333
  2. Al-Mu’jam Al-Wasith, 2/656
  3. Ibnu Manzhur, Lisanul’Arab, 2/593
  4. Ibnu Atsir, Jamiul Ushul fi Ahadis Rasul, 4/204

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut