https://nuansaislam.com/Afiyah

Berasal dari suku kata ‘afaa ya’fu ‘afwan, mengandung arti memaafkan, mengampuni dan menahan diri,[1] akan menjadi kata afiyah bila asal suku katanya ditambahkan huruf alif setelah faul fi’li yaitu setelah huruf a’in, maka suku katanya berubah dari ‘afaa ya’fu menjadi ‘aafaa yu’aafii ‘afiyah yang mengandung arti kata dasarnya menyehatkan, sedangkan kata ‘afiyah sendiri mengandung arti sehat yang sempurna,[2]

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengucapkan atau mendengarkan kalimat sehat wal ‘afiyat, kedua kata tersebut berasal dari bahasa arab dan masing-masing mengandung arti, sehat yang dalam bahasa arab adalah shihah mengandung arti terhindar dari berbagai macam penyakit dan sebab penyakit, sedangkan kata afiyat yang dalam bahasa arabnya adalah ‘afiyah mengadung arti yang diambil dari ungkapan ‘afaahullahu yang artinya Allah menyehatkannya. Sehingga afiyat adalah kesehatan yang sempurna setelah diangkatnya penyakit, dijauhkannya keburukan dan bala, diselamatkan dari berbagai penyakit.[3]

Afiyah merupakan kenikmatan yang sempurna karena mencakup di dunia dan akhirat, Abbas bin Abdil Muthalib pernah mendatangi Rasulullah saw dan meminta untuk diajarkan kalimat doa permintaan kepada Allah swt, maka Rasulullah saw bersabda’ saluullah al-‘afiyah’ mintalah kepada Allah al-Afiyah(HR. Tirmidzi)

Abdullah bin Umar berkata: tidaklah Rasulullah saw meninggalkan dari membaca doa baik ketika pagi dan petang dengan doa ini:

اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ العَافِيَة فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَة، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ اْلعَفْوَ وَاْلعَافِيَة فِيْ دِيْنِيْ وَ دُنْيَايَ وَ أَهْلِيْ وَمَالِيْ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ، وَ آمِنْ رَوْعَاتِيْ، اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ ( رواه ابن ماجه)

Artinya:” Ya Allah, aku memohon kepada-Mu pemaafan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta. Ya Allah tutupilah auratku dan amankalah aku dari rasa takut, ya Allah jagalah aku dari depan, belakang, sisi kanan, sisi kiri dan dari atas, aku berlindung kepada-Mu dengan kebesaran-Mu agar aku tidak diserang dari arah bawah(HR. Ibnu Majah)

Doa diatas yang senantiasa Rasulullah saw baca setiap pagi dan petang, minimal ada dua point yang sangat penting yaitu permohonan afiyah di dunia dan akhirat, dalam hal ini imam Nawawi al-Bantani memberikan penjelasan bahwa, afiyah di dunia itu ada lima macam yaitu: ilmu, ibadah, rezeki halal, sabar atas penderitaan dan syukur, sedangkan afiyah di akhirat juga ada lima macam yaitu: kedatangan malaikatul maut dengan kasih sayang dan kelembutan, tidak dikagetkan dengan kedatangan malaikat Munkar da Nakir di alam kubur, aman dari segala ketakutan, dihilangkan kejelakan dan diterima kebaikannya dan melewati shirat mustaqim seperti kilat untuk masuk surga dengan selamat.[4]

Kemudian Rasulullah saw menganjarkan doa tentang afiyah yang senantiasa beliau saw amalkan juga setiap pagi dan petang dengan doa sebagai berikut,

اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لَا إِلهَ إِلّا أَنْتَ ( رواه أبو داود)

Artinya: ya Allah selamatkanlah badanku, ya Allah selamatkanlah pendengaranku, ya Allah selamatkanlah pandanganku, tidak ada ilah kecuali Engkau(HR. Abu Dawud)

Semoga kita bisa mengamalkan doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw, dan Allah swt melindungi kita dari berbagai penyakit khususnya covid 19 yang sedang mewabah saat ini, dan semoga Allah swt selalu memberikan kesehatan kepada kita juga nikmat afiyah baik di dunia dan akhirat. MS

Referensi

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir, 950
  2. Syauqi Dhaif, Al-Mu’jam Al-Wasith
  3. Ibnu Faris, Mu’jam Maqayis Al-Lughah, 4/56, Faidul Qadir, 2/32
  4. Imam Nawawi, Nashoihul Ibad, 53

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut