https://nuansaislam.com/Tiga Orang Yang Dekat Nabi

TIGA ORANG YANG DEKAT NABI

Oleh: Drs. H. Ahmad Yani

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

            Dalam kehidupan ini, jarak antara kita dengan Nabi Muhammad saw amat jauh, tidak hanya jarak tempuh tapi juga jarak waktu yang sudah lebih dari 15 abad lamanya. Namun, beruntunglah kita semua karena meskipun demikian, kita termasuk orang yang beriman kepadanya dan ini merupakan sesuatu yang amat istimewa. Karena itu, dalam kehidupan di akhirat nanti, Rasulullah saw tidak menutup peluang akan kemungkinan kita berada pada posisi yang dekat dengan Rasulullah saw. Karenanya beliau menyebutkan siapa yang dekat kepadanya.

Bila kita ingin termasuk orang yang dekat kepada beliau, maka harus kita lakukan tiga perkara yang membuat seseorang bisa menempati posisi yang dekat dengan Rasulullah saw dalam kehidupan di akhirat kelak. Pertama, bershalawat Kepada Nabi, ini merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan, bahkan diperintah oleh Allah swt. Biasanya, ketika Allah swt memerintahkan sesuatu, Dia tidak melakukannya seperti memerintahkan shalat tapi Allah swt tidak shalat dan begitulah seterusnya. Tapi ketika memerintahkan bershalawat kepada Nabi, Allah swt dan para malaikat juga bershalawat kepada beliau, shalawatnya Allah adalah memberi rahmat, shalawatnya malaikat memintakan ampunan dan shalawatnya mukmin adalah berdoa agar Rasul mendapat rahmat, hal ini terdapat dalam firman Allah swt:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS Al Ahzab [33]:56).

            Di dalam hadits, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مِنْ أُمَّتِى صَلاَةُ مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَرَفَعَهُ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ وَكَتَبْ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَمَحَا عَنْهُ بِهَا عَشْرَ سَيِّئَاتٍ.

Barangsiapa dari umatku yang membaca shalawat padaku satu shalawat dengan penuh ikhlas dari lubuk hatinya, maka Allah akan bershalawat padanya sepuluh shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat serta Allah menuliskan sepuluh kebaikkan dan menghapus sepuluh keburukan. (HR. Bukhari, Nasa’i dan Al Bazzar).

 

Bila bershalawat kepada nabi diperintahkan oleh Allah swt kepada orang-orang yang beriman, maka hal itu menjadi lebih ditekankan lagi untuk dilakukan pada hari Jum’at, Rasulullah saw bersabda:

اَكْثِرُو الصَّلاَ ةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمْعَةِ فَإ نَّهُ مَشْهُوْدٌ تَشْهَدُهُ الْمَلاَ ئِكَةُ وَاِنَّ اَحَدًا لَنْ يُصَلىِّ عَلَىَّ اِلاَّ عُرِضَتْ عَلَىَّ صَلاَتُهُ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهَا.

Perbanyaklah shalawat untukku pada hari Jum’at, karena sesungguhnya shalawatmu disaksikan Malaikat dan sesungguhnya seseorang tidaklah membaca shalawat kepadaku melainkan do’a shalawatnya itu ditampakkan kepadaku sampai ia selesai membacanya (HR Ibnu Majah dari Abi Darda)

      Manakala seseorang telah bershalawat, maka ia dinyatakan oleh Rasulullah saw sebagai orang yang paling utama kepadanya para hari kiamat, sehingga tentu saja posisinya begitu dekat dengan beliau, Rasulullah saw bersabda:

إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلاَةً

Sesungguhnya orang yang paling terdekat (utama) kepadaku nanti pada hari kiamat adalah siapa yang paling banyak bershalawat kepadaku (HR. Tirmidzi).

 

            Oleh karena itu, orang yang tidak mau bershalawat kepada Nabi, apalagi saat namanya disebut, maka ia dianggap sebagai orang yang bakhil atau kikir, hal ini dinyatakan dalam sabda beliau:

 

أَلْبَخِيْلُ مَنْ ذُكِّرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ

Yang benar-benar bakhil adalah orang yang ketika disebut namaku dihadapannya, ia tidak mengucap shalawat kepadaku (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

 

Jamaah Sidang Jumat Yang Dimuliakan Allah.

Faktor kedua yang harus kita lalukan dalam hidup ini bila kita ingin mendapat posisi terdekat dengah Rasulullah saw dalam kehidupan di akhirat adalah mengasuh anak yatim. Hal yang amat menyenangkan yang akan diperoleh orang yang berlaku baik kepada anak yatim adalah mendapat jaminan untuk bisa masuk ke dalam surga selama tidak mensekutukan Allah sehingga iapun mentaatinya dalam arti yang luas, Rasulullah saw bersabda:

 

مَنْ قَبَضَ يَتِيْمًا مِنْ بَيْنِ مُسْلِمِيْنَ إِلَى طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ أَلْبَتَّةَ إِلاَّ أَنْ يَعْمَلَ ذَنْبًا لاَ يُغْفَرُ

Siapa yang mengangkat anak yatim dari dua muslim (bapak dan ibunya) untuk ikut makan dan minum, maka Allah swt langsung memasukkannya ke dalam surga kecuali jika dia melakukan dosa yang tidak dimaafkan (HR. Tirmidzi).

 

            Disamping itu, orang yang mengurus anak yatim ternyata bukan hanya sekadar masuk surga, tapi juga amat besar peluangnya untuk bisa menjadi orang-orang yang pertama masuk ke dalamnya, hal ini dinyatakan sendiri oleh Rasulullah saw dalam haditsnya:

أَنَا أَوَّلُ مَنْ يَفْتَحُ بَابُ الْجَنَّةِ إلاَّ أَنِّى أَرَى إِمْرَأَةً تُبَادِرُنِى فَأَقُوْلُ لَهَا: مَالَكِ وَمَنْ أَنْتِ؟ فَتَقُوْلُ: أَنَا إِمْرَأَةٌ قَعَدْتُ عَلَى أَيْتَامِ لِى

Aku adalah orang yang pertama membuka pintu surga, akan tetapi aku melihat ada seorang wanita yang mendahuluiku, maka aku katakan padanya: “mengapa kamu begitu dan siapakah sebenarnya kamu?”. Dia menjawab: “aku adalah seorang wanita yang telah mengurus anak-anak yatim di rumahku (HR. Abu Ya’la).

           

Keutamaan lain yang juga amat membahagiakan adalah orang yang mengasuh anak yatim itu kavlingnya di surga amat dekat dengan kavling Rasulullah saw sebagaimana yang beliau nyatakan dalam haditsnya:

أَنَاوَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذاَ وَأَشَارَ بِالسَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا

Aku dan orang yang mengurus anak yatim di surga bagaikan ini, beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya lalu merenggangkannya (HR. Bukhari, Abu Daud dan Tirmidzi).

            Dengan sedemikian besar dan mulianya keutamaan orang yang berakhlak baik kepada anak yatim, maka setiap kita idealnya memiliki perhatian yang besar kepada anak-anak yatim yang jumlahnya cukup banyak di sekitar kita, perhatian yang tidak hanya berlangsung setahun sekali seperti yang selama ini terjadi. Karenanya mengurus anak yatim termasuk kebaikan yang memberikan jaminan surga apalagi sampai anak itu mandiri, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ ضَمَّ يَتِيْمًا بَيْنَ مُسْلِمِيْنَ فِى طَعَامِهِ وَشَرَابِهِ حَتَّى يَسْتَغْنِيَ عَنْهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

Barangsiapa yang mengajak bergabung seorang anak yatim diantara kaum muslimin ke dalam makanan dan minumannya hingga anak yatim itu mandiri, maka surga pasti wajib untuk (HR. Abu Ya’la, Thabrani dan Ahmad dari Zurarah bin Abi Aufa).

Jamaah Sidang Jumat Rahimakumullah.

Orang terdekat dengan Nabi saw dalam kehidupan di akhirat nanti yang ketiga adalah penguasa atau pemimpin yang adil. Kedudukan pemimpin bagi suatu kelompok masyarakat amat penting dan dibutuhkan. Karena itu orang yang melakukan perjalanan bertiga harus mengangkat salah seorang diantara mereka sebagai pemimpin dalam perjalanan itu. Begitu pula dengan shalat berjamaah yang meskipun jamaah sudah berkumpul dalam suatu masjid, mereka tidak bisa disebut shalat berjamaah bila tidak ada yang menjadi imam atau pemimpin. Pemimpin yang ideal adalah yang berlaku adil terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Bila seorang pemimpin sudah bisa berlaku adil terhadap orang yang dipimpinnya dalam kehidupan ini, insya Allah dia akan mendapatkan jaminan perlindungan dari Allah swt pada hari kiamat yang pada hari itu perlindungan hanya dari-Nya, Rasulullah saw bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ اِلاَّظِلُّهُ: اِمَامٌ عَادِلٌ

Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah: (satu diantaranya) pemimpin yang adil (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Karena itu, Allah swt sangat cinta kepada pemimpin yang adil sehingga tempat di surga tidakhanya dekat kepada Rasulullah saw, tapi juga dekat kepada Allah swt sebagaimana Rasulullah saw bersabda:

ِإنَّ أَحَبَّ الْعِبَادِ اِلَى اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَدْنَاهُمْ اِلَيْهِ مَجْلِسًا اِمَامٌ عَادِلٌ

Sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah ta’ala pada hari kiamat dan tempat duduk mereka dekat dengan-Nya adalah imam (pemimpin) yang adil (HR. Tirmdizi).

 

            Bila sudah demikian, amat wajar bila pemimpin yang adil mendapat jaminan masuk surga sebagaimana dikemukakan oleh Rasulullah saw dalam haditsnya:

 

أَهْلُ الْجَنَّةِ ثَلاَثَةٌ: ذُوْ سُلْطَانٍ مُقْسِطٌ مُوَفِّقٌ وَرَجُلٌ رَحِيْمٌ رَقِيْقُ الْقَلْبِ لِكُلِّ ذِيْ قُرْبَى وَمُسْلِمٍ وَعَفِيْفٌ ذُوْ عِيَالٍ

Penghuni surga itu ada tiga yaitu pemilik kekuasaan yang adil lagi mendapat taufik, seseorang yang pengasih lagi berhati lembut kepada setiap kerabatnya dan setiap muslim dan orang yang suci diri, selalu menjaga kehormatan dirinya meskipun kekurangan (HR. Muslim)

 

            Karena itu bila ada pemimpin yang justeru mengkhianati rakyatnya dengan berlaku zalim, apalagi sampai membodohi rakyatnya dengan berbagai bentuk ketidakjujuran atas penyelewengan yang mereka lakukan, maka Allah swt mengharamkan surga atas mereka, Rasulullah saw bersabda:

 

مَامِنْ عَبْدٍٍ يَسْتَرْعِيْهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Tidak seorang hambapun yang oleh Allah diserahi memimpin rakyat, mati pada hari ia mati dalam keadaan membodohi rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga atasnya (HR. Bukhari dan Muslim).

            Dengan demikian, setiap muslim mendapatkan peluang yang amat besar untuk bisa menjadi orang yang dekat kepada Rasulullah saw dalam kehidupan di akhirat nanti, kedekatan yang memberikan kenikmatan yang tidak terkita.

            Demikian khutbah Jumat kita pada hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, amien.

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut