https://nuansaislam.com/Junahun

Kata junahun dalam bahasa arab berasal dari kata janaha yajnahu junuhun, secara etimologi mengandung makna condong, cenderung kepada, berpihak,dan dosa, kata janaha ketika disambungkan dengan kata al-lail artinya menjelang, datang dan mendekat malam, ketika disambungkan dengan kata safinah dengan ungkapan janahat as-safinatu maka artinya kapal itu kandas, kata janah bila digunakan untuk manusia maka artinya adalah lengan atau ketiak, bila kata janah dengan jama’nya ajnihah digunakan untuk hewan seperti burung maka artinya sayap burung, untuk ikan artinya sirip ikan, untuk tentara artinya sayap pasukan. ketika ditambahkan huruf hamzah yang berharokat fathah menjadi kata ajnaha maka artinya adalah mendoyongkan, ketika huruf jim nya berharokat kasroh, huruf nun nya berharokat sukun menjadi kata jinhun maka artinya adalah samping, sisi juga bermakna perlindungan, bila ditambahkan kata ath-thariq pada kata jihun  menjadi kalimat jinhut thariq maka artinya adalah sisi jalan, ketika ditambahkan huruf alif berharokat sukun setelah huruf jim menjadi kata jaanih maka artinya tulang rusuk. [1]kata junahun juga bermakna kecenderungan kepada dosa, perbuatan melanggar aturan.[2]

Kata junah dan derivatnya didalam Al-Qur’an terulang sebanyak 34 kali, bila kita perhatikan secara teliti lagi maka akan kita dapati ada 24 kata junah yang diawali dengan huruf lam alif nafiah(لا), sehingga maknanya menunjukkan ibahah, pilihan antara meninggalkan atau melakukan perbuatan tersebut.[3]

Secara umum penafsiran kata junah dalam al-Qur’an mengarah kepada makna kecenderungan kepada perbuatan dosa, walaupun secara lafazh, junah lebih umum dari itsm yang artinya dosa, karena itsm yang artinya dosa mengandung resiko hukuman, sementara junah bisa beresiko hukuman dan tidak beresiko hukuman dia hanya peringatan saja.[4]

Dalam Al-Qur’an ada dua ungkapan yang mengiringi kata junah yaitu “la junaha ‘alaikum” dan “laisa ‘alaikum junah”, bila kita perhatikan setiap ayat yang diungkapkan dengan kalimat la junaha ‘alaikum,(QS. 2: 233, 234, 235,236, 240, QS. 4:24, 102, QS. 60:10) maka akan kita dapati pada ayat-ayatnya kesamaan maknanya yaitu berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan ibadah, adab rumah tangga berikut hak dan kewajibannya, sementara ayat-ayat yang diungkapkan dengan kalimat laisa ‘alaikum junah, (QS. 2: 198, 282, QS. 4: 101, QS. 24: 60,61) maka akan kita dapati kesamaan makna pada ayat-ayatnya berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, kebutuhan sehari-hari seperti jual-beli dan perdagangan.

Demikian makna junah baik secara bahasa dan juga penafsiran secara umum dari Al-Qur’an, semoga Allah swt melimpahkan hidayah dan taufiknya kepada kita, dimudahkan dalam memahami Al-Quran dan mengamalkannya.

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir,213-214
  2. Ibnu Faris, mu’jam maqayis al-Lughah,
  3. Abu Hayyan, Al-Bahrul Muhith, 1/457, Zamakhsyari, Al-Kassyaf, 1/324
  4. Abu Hayyan, Al-Bahrul Muhith, 2/94

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut