https://nuansaislam.com/DO’A, Ketenangan & Imunitas

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dimana At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan, sebagaimana Albani juga meng'hasan'kannya.

Disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda;

“Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa bala’ (musibah), lalu ia mengatakan :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى عَافَانِى مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِى عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلا

(Alhamdulillahilladzi ‘aafaani mimmab talaaka bihi, wa faddhalanii ‘ala katsiirim mimman khalaqa tafdhilaa’)

“Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan aku dari musibah/bala' yang menimpamu dan benar-benar memuliakanku dari makhluk lainnya”,

maka ia akan diselamatkan dari musibah/bala' tersebut."

Demikian Rasulullah saw memberikan petunjuk dan arahan kepada siapa pun yang sedang melihat orang lain tertimpa musibah atau bala' keburukan, termasuk di dalamnya adalah musibah sakit atau tertimpa penyakit atau terkena wabah. Agar dia bersyukur, memuji Allah dan tentunya minta dilindungi, maka in syaa Allah sebagaimana sabda Rasulullah di atas, yang mengatakan dengan tulus dan benar, maka tidak akan tertimpa apa yang menimpa orang lain yang dilihatnya.

Berusaha, berikhtiar agar terhindar dari penyakit adalah suatu keharusan. Dan berdoa adalah bagian dari upaya seorang hamba demi menegakkan tawakkalnya kepada Allah Ta’ala.

Do’a dan dzikir di atas sangat baik untuk mereka yang melihat langsung, bahkan yang sedang menangani pasien yang positif tertimpa musibah ini.   Baik juga bagi kita yang tidak melihat langsung, namun sering melihat tayangan informasi mereka yang terkena musibah.

Semoga doa di atas menjadi reflek yang baik bagi lisan dan hati kita agar Allah melindungi kita semua dari wabah ini. Adalah suatu hal yang sangat mulia ketika mengharmonikan antara ikhtiar dan tawakkal, antara upaya dan doa.

Doa sekaligus dzikir ini memberi pesan kepada kita agar senantiasa mensyukuri karunia sehat, serta meneguhkan rasa butuh kita kepada Allah dan di saat yang sama mampu merobohkan segala keangkuhan dalam diri atas upaya yang sedang dilakukan.

Ketenangan adalah hal mahal yang sangat kita butuhkan pada kondisi seperti saat ini. Sebaliknya, kegaduhan yang terjadi di ruang hati dan jiwa kita, akan melemahkan kerja organ fisik kita.

Ketika Rasulullaah saw berpesan...

لا عدوى .. .

"Tidak ada penyakit yg menular.....",

Bukan berarti meniadakan atau tidak mengakui adanya jenis penyakit yang menular. Namun, pentingnya sebuah keyakinan, bahwa jenis penyakit menular pun tidak akan berpindah ke orang lain dengan sendirinya, kalau pun itu terjadi maka terjadi dengan izin Allah Ta'ala, itu takdir-Nya.

Semoga semakin ternanam kuat firman-Nya yang senantiasa kita ulang-ulang.. "Iyyaka na'budu wa iyyaaka nastaiin", Menjadi tenang menghadapi segala hal dengan mendekatkan diri kepada Dzat yang Muqallibal Quluub.

Belajar dari kalimat anak-anak Palestina; "Jika pada peluru zionis itu tidak tertulis namaku, maka tidak akan mengenaiku, tidak akan...." Inilah keyakinan yang menenangkan... Namun mereka tetap bersikap layaknya seorang pejuang yang berhati-hati dan waspada.

Dengan derasnya informasi tentang wabah ini, ditambah aturan yang dicanangkan. Kadang membuat dilema bagi sebagian orang disaat ia harus keluar rumah untuk sesuatu yang harus dilakukan, ketenangan dalam ruang hatinya mulai terguncang dan rasa khawatir menggemuruh. Pada kondisi seperti inilah kita sedang diuji dengan apa yang selama ini kita katakana dikala keluar dari rumah. Tak lain adalah doa yang dihafal oleh anak-anak kita di yang masih di bangku TPA. Tak lain adalah doa, BISMILLAAHI TAWAKKALTU ‘ALALLAH, dengan nama Allah Ku serahkan segala urusanku kepada Allah.

Jika benar menyerahkan urusan kepada Allah, Jika benar keyakinan kita kepada Dzat yang menguasai jagat ini, yang terjangkit atau tidaknya seeorang oleh satu penyakit itu tergantung izin-Nya. Maka disela upaya menjaga banyak hal, akan menghadirkan ketenangan dalam jiwa. Doa keluar rumah ini, selama ini telah lekat di lisan kita, inilah saatnya menjadikannya lekat di hati dan jiwa kita sebagai hamba Allah yang Maha Menjaga.  

Semoga Allah Ta’ala mudahkan kita semua untuk bersyukur; mengolah segala potensi yang Allah berikan demi menghasilkan karya-karya kebaikan. Semoga Allah juga mudahkan kita semua untuk bisa bersabar; -menahan diri dari sesuatu demi mendapatkan yang jauh lebih baik-.

Semoga Allah menyembuhkan yang sedang sakit dan dengan kesabaran semoga sakit yang dialaminya akan meningkatkan kebaikan dan membersihkan diri dari segala keburukan.

Dan yang tertaqdirkan wafat, maka itu menjadi awal perjalanan yang membahagiakan di barzah dan kelak di syurga  Allah Ta'ala. Aamiin.

Saat M

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut