https://nuansaislam.com/Jangan Tiru Gereja

JANGAN TIRU GEREJA
Oleh: Ahmad Yani, Ketua Departemen Dakwah PP DMI, Penulis 7 Buku Manajemen Masjid, Rp 215.000. HP 0812-9021-953

Saya sudah datang ke seluruh provinsi di NKRI dalam rangka dakwah dan Pelatihan Dai serta Manajemen Masjid, termasuk di daerah minoritas muslim seperti NTT atau daerah yang muslim dan non muslimnya  seimbang seperti Papua dan Papua Barat. 

Pada daerah yang penganut agama Kristen dan Katolik banyak, saya dapati begitu banyak gereja dengan ukuran besar. Ketika saya berkunjung ke rumah Ketua DMI Kab. Mimika, Papua, beliau bercerita di mushalla depan rumahnya bahwa Mushalla ini dikelilingi oleh 8 gereja, termasuk yang sedang dibangun, persis di depan rumahnya. 

Gereja begitu banyak karena, perbedaan bukan hanya melahirkan kelompok baru, tapi juga agama baru seperti Katolik dan Protestan, belum lagi sekte-sekte yang masing-masing punya gereja, begitu juga dengan gereja kedaerahan.

Bagi umat Islam, masjid itu tempat bersatu. Karenanya perkuat persatuan melalui masjid. Beda pendapat biasa terjadi, dikaji dan didiskusikan. Bukan beda pendapat lalu bikin masjid lagi. Yang sudah berlalu tidak masalah. Masjid itu dibangun karena memang dibutuhkan. Yang ada belum optimal dimakmurkan, kenapa ada lagi masjid dibangun dengan jarak yang dekat. Bahkan karena senang bangun masjid, jumlahnya jadi kebanyakan sehingga ada kampung-kampung yang shalat Jumatnya diselenggarakan secara bergiliran, karena kalau semua masjid menyelenggarakan shalat Jumat, siapa jamaahnya?!.

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut