https://nuansaislam.com/Perempuan dengan 3 Suami Ahli Surga

Ia adalah Asma binti Umais. Sosok perempuan istimewa yang tercatat dalam sejarah sebagai shahabiyah dengan kemuliaan yang diakui tidak hanya di kalangan sahabat, tetapi juga oleh Rasulullah saw. sendiri. Asma termasuk yang awal menerima Islam di permulaan dakwah Nabi Muhammad saw., bahkan sebelum Rasulullah memulai majelis pertama di rumah Arqam.

Asma mendapat kehormatan dengan dinikahi oleh tiga laki-laki luar biasa. Ketiga lelaki tersebut dikabarkan oleh Rasulullah sebagai penghuni surga. Terlebih, dua diantaranya adalah termasuk khulafaur rasyidin, pemimpin tertinggi umat Islam saat itu. Tentu saja ada keistimewaan tersendiri yang dimiliki Asma hingga ia memperoleh kemuliaan seperti itu, yang jarang dapat dialami oleh kaum hawa yang lain.

Asma binti Umais pertama kali dinikahi Ja’far bin Abi Thalib r.a. Ja’far dikenal dengan julukan Jafar-e-Tayyar (Ja’far yang terbang) karena perkataan Rasulullah tentangnya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia menuturkan, “Rasulullah saw. bersabda,’Aku melihat Ja’far bin Abi Thalib seperti malaikat di surga dengan kedua sayapnya bersama para malaikat lain.”

Asma, bersama suaminya Ja’far, termasuk perempuan yang ikut hijrah ke Habasyah. Berkat kepiawaian diplomasi yang baik dari Ja’far suaminya, Raja Negus bisa bersimpati dan kagum dengan Islam. Inilah salah satu penyebab diterimanya mereka tinggal di negeri tersebut dan bisa hidup dengan aman.

Setelah beberapa waktu tinggal di Habasyah, Asma dan suami kembali ikut hijrah ke Madinah menyusul Rasulullah. Karena itulah ia dikenal dengan sebutan Dzatu hijratain (pemilik dua hijrah)

Dari pernikahannya dengan Ja’far, Asma memiliki tiga orang putra, yaitu Abdullah, Aun, dan Muhammad.

Sepeninggal Ja’far, Asma menikah dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Inilah laki-laki kedua yang hadir dalam rumah tangganya. Abu Bakar memilih Asma sebagai pendamping hidupnya setelah  Ummi Ruman -istrinya- meninggal, karena mengetahui kedudukan dan kekuatan iman yang dimiliki Asma. Kala itu Asma merupakan wanita yang sangat dihormati sebagai janda dari asy-syahid perang  Mu’tah melawan bangsa Romawi.

Setelah sekian lama melangsungkan pernikahan yang penuh berkah, Allah mengaruniai kepada mereka berdua seorang anak laki-laki, yaitu Muhammad bin Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Kehidupan Abu Bakar yang saat itu tengah mengemban tugas berat sebagai khalifah, sangat terbantu dengan hadirnya Asma. Begitu dekatnya dengan sang istri, beliau berwasiat bahwa saat wafat nanti, ia ingin dimandikan oleh istrinya sendiri, Asma` binti Umais.

Setelah Abu Bakar wafat, berpindahlah Asma` ke dalam rumah tangga Ali bin Abi Thalib. Pernikahan ini terjadi setelah wafatnya Fatimah az-Zahra tahun 632 M. Ali sendiri merupakan saudara laki-laki dari Ja’far, suami pertama Asma.

Asma memiliki kedudukan yang tinggi di mata Ali. Sehingga dia sering kali berucap di setiap tempat, “Di antara wanita yang memiliki syahwat telah menipu kalian, maka aku tidak menaruh kepercayaan di antara wanita melebihi Asma binti Umais”.

Suatu hari, anak laki-laki dari saudaranya Muhammmad bin Ja`far sedang berbantahan dengan Muhammad bin Abu Bakar. Masing-masing dari mereka membanggakan diri dari yang lain dengan mengatakan, “Aku lebih baik daripada kamu dan ayahku lebih baik daripada ayahmu.”

Ali pun bingung bagaimana menghadapi mereka berdua dengan apa yang mereka katakan. Lantas, bagaimana pula memutuskan antara keduanya karena dia merasa simpati dengan keduanya?

Ali pun akhirnya memanggil istrinya, Asma, ibu dari mereka berdua. “Putuskanlah antara keduanya! “pinta Ali. Dengan kecerdasan dan hikmah yang mendalam, Asma berkata: “Aku tidak melihat seorang pemuda di Arab yang lebih baik daripada Ja`far dan aku tidak pernah melihat orang tua yang lebih baik daripada Abu Bakar.” Inilah yang menyelesaikan urusan mereka berdua dan kembalilah kedua bocah tersebut saling merangkul dan bermain Bersama.

Ali merasa kagum dengan kebijaksanaan dari keputusan yang diambil Asma terhadap anak-anaknya. Inilah salah satu keistimewaan yang dimiliki Asma yang membuatnya pantas mendampingi dirinya.

Ali bin Abi Thalib r.a. dipilih kaum muslimin sebagai Khalifah setelah wafatnya Utsman bin Affan r.a. Maka, untuk kedua kalinya Asma menjadi istri bagi seorang khalifah yang kali ini adalah khalifah keempat dari khulafaur raasyidin

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut