https://nuansaislam.com/Membangun Masjid

MEMBANGUN MASJID

Oleh: Drs. H. Ahmad Yani

Ketua Departemen Dakwah PP DMI

Membangun masjid merupakan keharusan bagi kaum muslimin. Dimana ada muslim, seharusnya disitu ada bangunan masjid agar bisa melaksanakan shalat berjamaah dan shalat Jumat. Karena itu, Rasulullah saw mencontohkan kepada kita bagaimana beliau membangun masjid Quba saat singgah di kampung Quba dalam perjalanan hijrah, selanjutnya membangun masjid Nabawi saat sudah tiba di Madinah, bahkan ini merupakan bangunan pertama yang didirikan oleh beliau.

Sangat besar keutamaan yang diperoleh kaum muslimin bila membangun masjid, Rasulullah saw bersabda:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

Barangsiapa membangun sebuah masjid karena mengharapkan ridha Allah, maka Allah akan membangun pula baginya sebuah rumah di dalam surga (HR. Bukhari dan Muslim).

            Masjid dibangun karena memang dibutuhkan, bila tidak dibutuhkan sama saja seperti orang munafik yang membangun masjid pada masa Rasulullah saw sehingga Allah swt melarang beliau agar tidak meresmikan, bahkan memerintahkan untuk membongkar dan menghancurkannya,         Allah swt berfirman:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُواْ مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ اللّهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ وَلَيَحْلِفَنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلاَّ الْحُسْنَى وَاللّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ.لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيْهِ فِيْهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan mesjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu shalat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. (QS At Taubah [9]:107-108)

Agar masjid dapat dibangun dengan baik dan tidak banyak masalah dikemudian hari, ada beberapa hal penting yang harus mendapat perhatian.         

  1. Setidaknya ada empat pertimbangan mengapa masjid dibutuhkan sehingga harus dibangun:
  1. Belum ada fasilitas masjid di sebuah desa atau perumahan, padahal banyak penduduk muslim.
  2. Adanya pemekaran wilayah, selain karena wilayahnya luas, penduduknya juga semakin banyak.
  3. Ada hambatan yang bersifat permanen seperti desa yang terbelah karena pembangunan jalan tol, sungai dan sebagainya.
  4. Memungkinkan dilaksanakannya shalat Jumat, sebab mungkin saja di suatu perumahan, meskipun muslimnya banyak, tapi pada hari Jumat mereka semuanya pergi bekerja dan ibadah Jumat dilaksanakan di tempat kerja mereka. Maka untuk shalat berjamaah yang lima waktu, yang dibangun adalah mushalla dan koordinasinya dengan masjid setempat. Mushalla adalah unit dari masjid.
  1. Membentuk panitia pembangunan yang bertugas melakukan persiapan, perencanaan, perizinan, penghimpunan dana, pelaksanaan pembangunan hingga peresmian. 
  2. Memastikan status dan kedudukan hukum tanah yang menjadi lokasi pembangunan, antara lain:
  1. Wakaf dari seseorang atau beberapa orang, harus diperkuat dengan ikrar wakaf, segera balik nama dan mengganti sertifikat menjadi tanah wakaf, didaftar juga di Badan Wakaf Indonesia (BWI) setempat.
  2. Membeli tanah secara patungan, ini juga harus berstatus wakaf dan segera disertifikatkan dan didaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI) setempat.
  3. Menggunakan Fasos dan Fasum pada lingkungan perumahan. Ini harus dengan perjanjian yang kuat agar tidak diambil alih, sedapat mungkin berkomunikasi dengan pemerintah daerah bila memungkinkan dihibahkan atau diwakafkan.
  4. Untuk masjid yang sudah berdiri, tapi status tanahnya belum kuat administrasi hukumnya, maka pengurus masjid harus mengurus kelengkapannya administrasinya hingga memiliki sertifikat tanah wakaf .
  1. Merumuskan rencana jangka panjang yang berkaitan dengan luas masjid dan fasilitas ruangan yang harus dibangun, ini menjadi sangat penting agar saat renovasi, tidak renovasi total, tapi hanya bersifat melanjutkan pembangunan atau pengembangan. Setidaknya, masjid masa depan dengan hemat tanah harus dibangun vertikal 3-4 lantai dengan peruntukan ruang shalat, aula serbaguna dan beberapa ruangan atau klas untuk sekretariat, perpustakaan, belajar, gudang, olah raga, dan lain-lain.
  2. Menunjuk konsultan bangunan dan memberikan masukan tentang bangunan yang dikehendaki yakni bagus, kuat, fungsional, modern dan murah. Hal yang harus diberi masukan misalnya tidak ada tiang pada ruang shalat dan aula serba guna, sirkulasi udara yang baik bila ingin alami dalam arti tidak ber-AC,  pencahayaan yang cukup pada siang hari, serapan pembuangan air wudhu ke dalam tanah, taman yang hijau, dan sebagainya. Semua itu dituangkan dalam desain bangunan masjid yang baik dan perencanaan keuangan yang dibutuhkan.
  3. Membuat proposal pencarian dana untuk disampaikan ke berbagai pihak, baik perorangan maupun kelembagaan. Tentu saja di dalamnya dikemukakan latar belakang, landasan hukum dan agama, gambaran tentang masjid yang hendak dibangun hingga biaya yang dibutuhkan.
  4. Hindari mencari dana di jalan raya, tapi harus betul-betul dari masyarakat setempat secara swadaya, bantuan pihak lain sifatnya hanya tambahan, dapat bersyukur, tidak dapat tidak masalah. Logikanya, bila membangun rumah dengan biaya sendiri bisa, tentu membangun masjid bersama-sama orang sekampung bisa.
  5. Melibatkan semua masyarakat muslim untuk berpartisipasi dalam pembangunan, baik dalam bentuk dana, mencarikan dana, tenaga, konsumsi untuk pekerja, pemikiran dan sebagainya.
  6. Proses pembangunan harus terus berjalan, meskipun dananya tidak cukup. Bisa saja dengan utang barang ke toko bangunan atau mengurangi jumlah pekerja, yang penting setiap hari ada yang bekerja hingga masjid selesai.
  7. Setelah proses pembangunan selesai seratus persen dari rencana atau sudah memungkin untuk digunakan, maka peresmian dilakukan, lebih bagus dengan melaksanakan shalat Jumat pertama.
  8. Laporan pertanggungjawaban pembangunan disampaikan kepada masyarakat. Selanjutnya tanggungjawab memakmurkan masjid diserahkan kepada pengurus masjid yang sudah dibentuk.

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut