https://nuansaislam.com/Atsar

Atsar secara bahasa dalam bahasa arab berasal dari kata atsara-ya’tsuru-atsar, yang mengandung makna mengutip, memindahkan,[1] menurut ibnu Faris atsar secara bahasa mengandung tiga usul makna, yaitu mendahulukan, menyebutkan dan meninggalkan sesuatu,[2] atsar juga bermakna bekas dari sesuatu,[3] atsar juga bisa bermakna tanda dari sesuatu,[4] Aj-Jurjani berkata: atsar mengandung tiga makna yaitu: hasil dari sesuatu, tanda sesuatu dan bagian dari sesuatu[5] Al-Munawi berkata: atsar adalah hasil yang menunjukkan adanya sesuatu.[6]

Atsar juga bisa bermakna sesuatu yang membekas dari ukiran atau karya seni pada sesuatu, atsar juga bisa hasil sesuatu dari penciptaan, sebagaimana firman Allah swt,

فَانْظُرْ إِلَىٰ آثَارِ رَحْمَتِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. Ar-Rum[30]: 50)

Pijakan kaki atau jejak pijakan juga bisa menunjukkan atsar atau bekas dari perjalanan, sebagaimana firman Allah swt,

فَهُمْ عَلَىٰ آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ

Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.(QS. As-Saffat[37]: 70)

Atsar juga digunakan untuk makna menyusul jejak, sebagaimana firman Allah swt

قَالَ هُمْ أُولَاءِ عَلَىٰ أَثَرِي وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ

Berkata, Musa: "Itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)".(QS. Thaha[20]: 84)

Makna atsar secara istilah

Dalam ilmu mushthalah hadis, ulama hadis mendefinisikan dengan dua definisi, pertama, atsar semakna dengan hadis, yaitu apa-apa yang disandarkan kepada nabi saw dari perkataan, perbuatan, taqrir dan sifat nabi saw, definisi kedua, atsar adalah apa-apa yang disandarkan kepada selain nabi saw dari sahabat nabi saw, tabi’in, tabi’it tabi’in, maka termasuk didalamnya hadis mauquf dan maqtu’[7]

Sementara para ulama fikih, atsar digunakan dalam dua hal: pertama, atsar adalah apa-apa yang diriwayatkan dari sunnah dari nabi saw marfu’an atau mauqufan atau selainnya, seperti ucapan mereka dalam kitab-kitab fikih: ” dan atsar itu menunjukkan dalil atas perkara tersebut”, atau ungkapan mereka lainnya ” berdalil atas perkara ini dengan atsar yang diriwayatkan dari fulan”, kedua, para ulama fikih menggunakan kalimat atsar untuk sesuatu yang disandarkan, seperti ucapan mereka” atsar akad, atsar pernikahan, atsar perceraian”

Referensi:

  1. Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir
  2. Ibnu Faris, Mu’jam Maqayis Al-Lughah, 1/53
  3. Ibnu Manzhur, Lisanul’Arab, 1/42
  4. Al-Mu’jam Al-Wasith, 5
  5. Aj-Jurjani, At-Ta’rifat, 11
  6. Al-Munawi, At-Tauqif ‘ala Muhimmat At-Ta’aarif, 38
  7. As-Suyuthi, Tadrib Ar-Rawi, 109

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut