https://nuansaislam.com/Masjid dan Covid 19

MASJID DAN COVID 19

Oleh: Drs. H. Ahmad Yani

Terkait dengan masjid pada masa pandemi virus corona beberapa bulan terakhir ini, banyak orang bertanya kepada saya. Karenanya saya sampaikan pertanyaan dan jawabannya di rubrik ini

Pertanyaan.

Sebagaimana kita ketahui, dunia ini sedang dilanda oleh virus corona atau covid 19. Sebagai salah satu tempat publik, masjidpun terpaksa harus ditutup meski tidak total, tetap ada yang shalat jamaah lima waktu meski sangat terbatas. Sekarang masih ada masjid yang tetap tutup dan ada pula yang sudah buka kembali, bagaimana sebenarnya hal ini Pak Ustadz?

Jawaban.

Fakta memang covid 19 menyerang dunia, dia menyebar dari orang ke orang. Kita percaya penjelasan dari ahli-ahli kesehatan bahwa virus ini harus diwaspadai. Karena menyerang dari orang ke orang, ditempuhlah kebijakan membatasi hubungan antar manusia seperti jaga jarak, tidak bersentuhan, menggunakan masker dan mewujudkan pola hidup bersih dan sehat. Ini harus berlaku juga di masjid dan tempat publik lainnya.

Terkait dengan aktivitas masjid, merujuk pada fatwa MUI, maka masjid boleh dan harus dibuka sebagaimana juga harus ditutup. Pada wilayah atau desa hijau yang disitu tidak ada virus dan terkendali, maka masjid harus dibuka, shalat Jumat diselenggrakan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Sedangkan untuk daerah kuning dan merah, masjid dibuka terbatas, bahkan harus ditutup sehingga ibadah harus dilakukan di rumah. Pemerintah setempat atau gugus tugas covid 19 seharusnya memberikan informasi dan merekomendasi mana desa dan daerah hijau, kuning dan merah, bukan pengurus masjid yang mengajukan surat permohonan untuk membuka masjid.

Bila masjid dibuka dan shalat Jumat diselenggarakan, maka beberapa hal harus diperhatikan dan pengurus masjid harus menegakkan ketentuan ini:

  1. Standar kebersihan harus dipenuhi, termasuk untuk sementara tidak menggunakan karpet dan jamaah dianjurkan membawa sajadah masing-masing.
  2. Menyediakan fasilitas cuci tangan dan sabun dengan air yang mengalir, pengurus masjid harus mengecek satu demi satu jamaah yang masuk agar cuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Jadi bukan sukarela, ada yang mau dan ada yang tidak.
  3. Pengurus masjid harus mengukur suhu tubuh jamaah, karenanya masjid harus memiliki alatnya dan pemerintah daerah atau gugus tugas covid 19 seharusnya menyediakan alat ini, baik dibagikan secara gratis atau bila tidak ada anggaran masjid harus membelinya, minimal setiap masjid punya satu atau dua sehingga bila ada dua, jamaah bisa masuk melalui dua pintu pengecekan.
  4. Para jamaah harus menggunakan masker dan pengurus masjid harus mengecek jamaah yang sudah dan belum menggunakannya. Bila belum menggunakan, maka jamaah diharuskan menggunakan, bila tidak membawa, maka pengurus masjid membagikan masker kain secara gratis. Pengurus masjid bisa membeli masker kepada jamaah yang memproduksi atau minta jamaah memproduksinya.
  5. Shaf shalat berjamaah boleh saja tidak rapat seperti biasa, tapi diterapkan jaga jarak antar jamaah sekitar satu meter.
  6. Jamaah tidak berjabatan tangan secara langsung, karena kita tidak tahu siapa jamaah yang sudah terkena virus dan siapa yang belum.
  7. Kegiatan Majelis Taklim sudah harus dimulai lagi dengan posisi duduk jamaah yang berjarak antara satu dengan lainnya. Untuk daerah yang kuning dan merah, masjid bisa saja menyelenggarakan kegiatan majelis taklim melalui speaker keluar masjid dan atau menggunakan media sosial.   

Dengan demikian, dalam suasana sekarang, pengurus masjid dituntut lebih serius dan berhati-hati dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.

Untuk mengurus dan memakmurkan masjid yang lebih baik, tujuh (7) buku sudah saya tulis dan diterbitkan, paket buku senilai Rp 215.000:

  1. Panduan Memakmurkan Masjid, Rp 45.000
  2. 80 Masalah Masjid, Rp 30.000
  3. Mencintai Masjid, Rp 20.000
  4. Melayani Jamaah Masjid, Rp 30.000
  5. Adab Terhadap Masjid dan Hari Jumat, Rp 10.000
  6. Saran Untuk Pengurus dan Jamaah Masjid, Rp 30.000
  7. 135 Cahaya Dari Masjid, Rp 50.000

Demikian jawaban saya. Untuk komunikasi langsung bisa ke WA saya 0812-9021-953

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut