https://nuansaislam.com/Maafkan aku, Sobat ...

Oleh : Saat Mubarok, Lc

Sore itu, ketika tilawahnya sampai pada ayat 28-29 surah Al Furqan. Mendadak ia terdiam, sunyi, matanya tampak berkaca-kaca. Ia dekatkan jarak pandangnya ke mushaf yang ada di hadapannya. Kembali dengan perlahan ia ulang dua ayat tersebut tanpa nada tilawah. Dengan perlahan dia ulangi lagi kata perkata ...

یَـٰوَیۡلَتَىٰ لَیۡتَنِی لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِیلࣰا) (لَّقَدۡ أَضَلَّنِی عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَاۤءَنِیۗ وَكَانَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ لِلۡإِنسَـٰنِ خَذُولا)

"Duhai, Betapa celakanya aku, sekiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan itu sebagai teman akrabku. Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al Quran) ketika Al-Quran itu telah datang kepadaku. Dan sejatinya syaitan itu tidak  mau menolong manusia." (QS. Al Furqan : 28-29)

Suaranya sedikit memarau, ada isak halus di sela nafasnya...

Kembali sunyi, fikirannya melayang dengan cepat menampilkan di layar benaknya, sekian banyak wajah temen-temen dekatnya, sahabat serta orang-orang yang merasa dekat dengan dirinya.

Dari sekian file wajah-wajah yang tayang itu, ada beberapa yang tampak lebih jelas bagai dizoom ....

Seketika itu lisannya tergerak dan melafazhkan beberapa untaian kalimat, "Saudaraku, maafkan aku jika ternyata  tanpa kusadari, karena aku engkau jadi jauh dari berdzikir kepada Allah. Karena diriku ini, hubunganmu dengan Rabb kita menjadi renggang. Karena aku, engkau jauh dari nilai dan tuntunan kitab-Nya.

Sungguh, aku takut. Sungguh, aku sangat khawatir jika kelak di akhirat engkau akan mengadu kepada Allah. Engkau menyesal pernah dekat denganku, engkau katakan, "Duhai... betapa celaka aku ini, betapa meruginya aku ini. Andai aku tidak menjadikan dia orang yang dekat denganku."  Sungguh aku takut, sungguh sangat khawatir jika dia yang engkau sebut itu, dia adalah diriku."

Lanjutnya, "Maafkan aku sobat, semoga aku berkesempatan membersamaimu dalam kebaikan. Semoga Allah Ta'ala mudahkan aku, engkau dan teman-teman kita semua tuk menjadi sahabat yang sesungguhnya, yang membuat saudaranya lebih dekat kepada Rabbnya. Walau saat ini kita sedang berjarak, terbatasi oleh ruang dan waktu, tidak bersua, namun doa-doaku kan tetap terpanjatkan untukmu. Karena sungguh Dia Maha Mendengar. Sungguh Dia Maha Baik, selama tulus harapan ini. Dia-lah Yang Maha Menjawab segala harap."

(catatan DPT-Di bawah Pohon Tiin)

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut