https://nuansaislam.com/Meningkatkan Kualitas Khatib

.....

MENINGKATKAN KUALITAS KHATIB

Oleh: Ahmad Yani

Di masjid kami, jumlah khatib sangat sedikit, itupun dengan kualitas yang baru apa adanya belum yang seharusnya, yang ingin saya tanyakan adalah: bagaimana caranya meningkatkan kualitas dan kuantitas khatib?.

Jawaban :    

            Masjid anda tentu masih beruntung karena mempunyai khatib meskipun jumlah dan kualitasnya belum memadai, hal itu karena ada masjid yang untuk cadangan khatib saja tidak punya sehingga bila khatib yang bertugas berhalangan, pengurus dan jamaahnya menjadi bingung untuk mendapatkan pengganti, akibatnya pengganti secara spontan diminta dari jamaah dan hal itu seringkali sangat tidak memadai. Kalau bermain sepak bola saja ada pemain cadangan, kenapa untuk khutbah jum’at yang begitu penting tidak disiapkan cadangannya, bahkan ibarat sepak bola, pemain cadangan kadang-kadang bisa bermain lebih baik dari pemain yang digantikannya itu. Oleh karena itu, pengurus masjid harus berupaya mengkaderkan jamaahnya yang berpotensi untuk menjadi khatib dan mubaligh.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan: Pertama, mengadakan pelatihan khatib yang biasanya berlangsung dua sampai tiga hari mencakup teori dan praktik. Materi yang dibahas seperti retorika dakwah, komunikasi dakwah, tanggungjawab dakwah, akhlak da’i, psikologi dakwah, tehnik merumuskan materi dakwah, tata cara khubat dan sebagainya.

            Kedua, menyelenggarakan kursus yang membahas materi tersebut dengan waktu yang lebih lama lagi. Kalau pengurus masjid kesulitan mendapatkan jumlah peserta yang cukup, maka hal itu perlu dikerjasamakan dengan masjid-masjid lain di sekitarnya sehingga beberapa masjid itu mengirimkan pesertanya.

            Ketiga, mengutus kader khatib untuk mengikuti kursus dakwah di lembaga-lembaga dakwah yang menyelenggarakanya, misalnya saja Kami di Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Dakwah (LPPD) Khairu Ummah menyelenggarakan kursus itu selama 4 bulan atau 16 pertemuan, teori dan praktek.

            Keempat, memberikan bea siswa untuk tugas belajar pada remaja masjid di Fakultas Dakwah.

            Kelima, memberi kesempatan berlatih atau tampil pada acara-acara tertentu bagi jamaah yang potensial dalam tabligh untuk menyampaikan ceramah singkat. Dengan demikian, pengalaman yang banyak bisa diperoleh dari penampilan-penampilannya, ini merupakan sesuatu yang sangat penting karena pengalaman merupakan pelajaran yang sangat berharga.

            Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat.

 

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut