https://nuansaislam.com/Ramadhan Bulan Ampunan

Oleh Ikah Rohilah

Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbuat dosa dan kesalahan. Entah sudah berapa dosa yang sudah kita lakukan. Jika dihitung dan dicatat perbuatan dosa kita setiap hari dalam sebulan mungkin kita akan mendapatkan catatan dosa kita seperti buku tebal atau bahkan berjilid-jilid.

Dalam hal ini, Aa Gym –Dai kondang asal Bandung—mengibaratkan, “Seandainya dosa mengeluarkan bau betapa amat bau busuknya diri kita.” Lalu siapa yang mau nyaman ada di dekat kita kalau tubuh kita berbau. Pertanyaan mendasar selanjutnya adalah bagaimana kita akan menemui Sang Pencipta dengan berlumur dosa?

Namun demikian, meski manusia sering berbuat dosa tidak lantas menjadikan manusia merugi begitu saja bagi mereka yang mau bertaubat. Hal ini telah disabdakan oleh nabi Muhammad Saw, “Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik pembuat dosa adalah mereka yang bertaubat” (HR.Tirmidzi).

Jadi, meski dosa-dosa seorang hamba itu besar, namun maaf dan ampunan Allah lebih besar daripada dosa-dosa tersebut. Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya, “Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allâh. Sesugguhnya Allâh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (az-Zumar/39:53)

Saat ini kita berada di bulan Ramadhan, bulan mulia penuh rahmat dan ampunan (maghfirah). Dalam Islam ampunan dan maghfirah dari Allah kedudukannya sangat mahal dan luar biasa. Meraih ampunan dari Allah merupakan hal yang penting dan utama. Sampai-sampai hal ini terlihat dalam hadis nabi Saw menyatakan bahwa amal ibadah bukan satu satunya yang menyebabkan seseorang masuk surga. “Dari Aisyah Ummil Mukminin radhiyallahu’anha, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Tepatlah kalian, mendekatlah, dan bergembiralah, karena sesungguhnya amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga.” Para sahabat bertanya: Termasuk juga engkau wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Ya, termasuk aku juga, kecuali jika Allah menganugerahkan ampunan dan rahmat kepadaku.”  Dari hadis tersebut kita tahu betapa tinggi nilai ampunan dari Allah sehingga menjadikan penentu seseorang masuk surga selain amal ibadah.

Ampunan Allah betul-betul dicurahkan pada bulan Ramadhan, pada bulan Ramadhan Allah Ta'ala akan mengampuni dosa-dosa orang yang melaksanakan puasa dengan keimanan dan mengharap ridha Allah semata. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim: “Dari Abu Hurairah ra., Nabi Saw bersabda: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan iman dan berharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (Muttafaqun 'alaih)

Bahkan dalam hadis riwayat imam Ahmad dikatakan bukan hanya dosa-dosa yang telah lalu yang akan diampuni tapi juga yang akan datang, “Man shaama Ramadhaana iimanan wahtisaaban gufiralahu ma taqaddama min dzanbih wa maa taakhar.”

Syaratnya adalah berpuasa seikhlas mungkin hanya karena Allah dia akan memperoleh maghfirah yg sangat mahal itu. Bukan hanya itu kata rasul Saw, Allah juga akan mengampuni dosa-dosa  orang yang berpuasa jika seorang muslim berpuasa dengan benar dan ikhlas hanya mengharap ridha Allah semata, menghidupkan malam-malamnya termasuk shalat tarawih, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya seperti bayi yg baru lahir. “Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyunnahkan bagi kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan shalat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar (diampuni) dari dosa-dosanya sebagaimana dia baru dilahirkan oleh ibundanya. (HR Ahmad)

Mudah2an kita bisa mengoptimalkan ibadah puasa kita sebaik mungkin sehingga kita termasuk yang mendapat ampunan dan maghfirah dari Allah. Hanya orang-orang merugi yang tidak bersegera kepada ampunan Allah Swt yang sangat teramat luas. Karena perasaan berdosa hanya akan membebani seseorang sehingga ia sulit move on dari masa lalunya yang kelam; tidak bisa menata, menatap masa depan yang lebih baik. Sesungguhnya Allah Swt tidak pernah menyalahi janji-Nya (QS Ali Imran: 9). Wallahu a’lam bish-shawab.

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut