https://nuansaislam.com/Lembutnya Do'a Sang Tauladan Terbaik

Ummu Salamah Radhiallahu 'Anha, sang istri mulia itu menyampaikan salah satu kebiasan Rasulullah saw, beliau berkata :

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah keluar dari rumah kecuali beliau melihat ke langit seraya berdoa :

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

ALLAHUMMA A'UUDZU BIKA AN ADHILLA AW UDHALLA AW AZILLA AW UZALLA AW AZHLIMA AW UZHLAMA AW AJHALA AW UJHALA 'ALAYYA.

Artinya : "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzholimi atau dizholimi dan membodohi atau dibodohi."

(HR. Abu Daud No. 5094, An Nasa'i No. 5486, Al Hakim No.1907, beliau berkata: "Sahih sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.)

Terhindar dari berbuat menzholimi yang lain adalah bagian dari permohonan Rasulullah saw dan ini beliau mintakan kepada Allah ketika keluar rumah.

Pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa setiap pribadi yang ingin mengambil tauladan dari beliau, di antara *fokusnya* ketika keluar dari rumahnya adalah agar *jangan sampai menzholimi orang lain*, walau tidak sengaja, apalagi disengaja. Al Quran mencatat penyesalan Musa as ketika tidak sengaja membuat orang lain tewas. Beliau mengatakan, "Duhai Rabb ku, aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampuni aku."

Memang bisa jadi tanpa disadari dan tanpa  diketahuinya, seseorang telah menzholimi orang lain. Baik melalui lisannya, jempolnya atau gerak lakunya.

Bahkan sang Nabi tauladan meminta ampun dari sesuatu yang beliau tidak ketahui dan tidak disadari, yang Allah Maha Tahu tentangnya.

 ((اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيئَتِي، وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي هَزْلِي وَجِدِّي، وَخَطَئي، وَعَمْدِي، وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي))

Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii.

(Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupun sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan.[ HR. Bukhori dan Muslim)

Memang kadang seseorang tidak menyadari sesuatu yang dia kira pas ternyata tidak pas, yang difikir tepat ternyata tidak, yang diyakini benar ternyata ada sisi lain yang mungkin tidak benar.

Betapa hebatnya pesan Al Quran, dari semua ayat yang ada hanya ada satu perintah untuk meminta tambah kepada Allah, dan itu pada tema ilmu, tema pengetahuan agar tidak jatuh pada kejahilan.

و قل ربي زدني علما

Dan katakanlah, "Rabbku.. Tambahkanlah kepadaku Ilmu". (QS. Thaha : 114)

 

(catatan DPT- Di bawah Pohon Tiin)

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut