https://nuansaislam.com/Tarawih

Tarawih adalah bentuk jama’ dari tarwihah. Kata tarawih berasal dari kata: [رَاحَ  – يَـرُوح], artinya istirahat, dalam pengertian lain bermakna jalsah (duduk). Kemudian duduk pada bulan Ramadhan setelah selesai dari empat raka’at disebut tarwihah; karena dengan duduk itu, orang-orang bisa istirahat dari lamanya melaksanakan qiyam Ramadhan.

Dinamakan demikian karena biasanya dahulu para sahabat ketika shalat tarawih mereka memanjangkan berdiri, rukuk dan sujudnya. Maka ketika sudah mengerjakan empat rakaat, mereka istirahat, kemudian mengerjakan empat rakaat lagi, kemudian istirahat, kemudian mengerjakan tiga rakaat witir (lihat Lisanul Arab, 2/462, Mishbahul Munir, 1/244, Syarhul Mumthi, 4/10).

Shalat tarawih adalah bagian dari shalat nafilah (tathawwu’). Mengerjakannya disunnahkan secara berjama’ah pada bulan Ramadhan. Disebut tarawih, karena setiap selesai dari empat rakaat, para jama’ah duduk untuk istirahat.

Oleh karena itu maka hendaknya shalat tarawih dilaksanakan dengan tidak terburu-buru, tetapi dilaksankan dengan santai, khusyu’ dan ada jeda istirahat atau duduk sebentar setelah empat rakaat.

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut