https://nuansaislam.com/Abu Hurairah

Pada masa jahiliyah dikenal dengan nama Abdu Syams, kemudian setelah masuk islam namanya berubah dengan nama Abdurrahman bin Shokr Ad-Dausi bin Adtsan Al-Azdi dari qabilah Yamaniyah, bergelar Abu Hurairah dan Rasulullah saw memanggil beliau dengan Aba Hir, Abu Hurairah lahir di perkampungan Hijaz 19 th sebelum hijrah atau th 598 M.(1)

Sebab Kunyahnya yang aneh

Imam Al Hakim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dia Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Mereka memberikan gelar dan julukan kepadaku Abu Hurairah. Penyebabnya, tidak lain karena aku pernah menggembalakan kambing untuk keluargaku. Dan saat itu kudapati anak kucing liar, lalu aku masukkan ke kantong lenganku. Ketika aku pulang kembali ke rumah, mereka mendengar suara kucing di kamarku, kemudian bertanya, ‘Suara apakah itu, wahai Abdu Syams?’ Akupun menjawab,‘Anak kucing yang kutemukan (saat menggembala kambing)’. Mereka berkata,‘Kalau begitu, engkau adalah Abu Hurairah’. Semenjak itu, julukan dan gelar itu terus melekat padaku.”

Keturunan

Abu Hurairah mempunyai dua anak, 1 orang laki-laki bernama Muharrir dan 1 orang putri yang dikemudian hari menikah dengan seorang tabi’in yang bernama Said bin Musayyib.

Kehidupan pada masa jahiliyah

Pada masa jahiliyah Abu Hurairah hidup dalam keadaan yatim dan miskin bahkan terlunta-lunta, kerja sebagai orang upahan, namun berkat kerja kerasnya bisa menikah dengan majikannya yang bernama Basrah binti Ghazwan setelah masuk Islam.

Kehidupan setelah masuk islam

Abu Hurairah masuk islam melalui Ath-Thufail bin Amr Ad-Dausi th 7H, semangat belajar islam sangat tinggi sehingga tumbuh menjadi ahli hadis, diangkat menjadi gubernur Bahrain pada masa khilafah Umar bin Khottob, pada masa khilafah Ali, Abu Hurairah tidak berpihak pada salah satu yang berselisih.

Persahabatannya bersama rasulullah saw

Bertemu pertama kali dengan rasulullah saw pada bulan shafar th 7 H di Khaibar,

Kemudian, Rasulullah saw mengatakan,

مِمَنْ أًنْت ؟ قلت : من دوس، قال: ما كنت أرى في دوس احدا فيه خير

“Dari mana engkau?”, Abu Hurairah menjawab, “Aku berasal dari Ad Daus”, Rasulullah mengatakan, “Sungguh aku dulu tidak menyangka ada kebaikan di  Daus(2)

dan setelahnya Abu Hurairah lebih banyak menghabiskan waktunya di Suffah di masjid nabawi dengan banyak menimba ilmu dari rasulullah saw.

Wasiat Rasulullah saw untuk Abu Hurairah

Diantara wasiat rasulullah saw kepada Abu Hurairah adalah hadis yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah bahwasanya beliau berkata: kekasihku Abul Qosim telah mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak aku tinggalkan sampai aku meninggal: puasa 3 hari setiap bulan, shalat dhuha dan tidur setelah shalat witir.

Kesabaran Abu Hurairah dalam mencari ilmu

Dalam hadis riwayat imam Bukhari dari Abu Hurairah berkata: sesungguhnya manusia berkata: alangkah bagus kalau banyak orang seperti Abu Hurairah!! Sesungguhnya aku menemani rasulullah saw dengan tidak kenyangnya perutku, sampai aku tidak makan dan memakai pakaian yang bagus, tidak ada orang yang melayaniku, saya selalu melilit perutku dengan tali untuk menahan lapar

Bakti Abu Hurairah kepada Ibunya

Disuatu malam abu hurairah pernah keluar dan ini diluar kebiasaan, maka orang-orang  bertanya kepada Abu Hurairah kenapa ia keluar, beliau menjawab “tidak ada yang membuatku keluar kecuali rasa lapar”, Mereka juga berkata, “kamipun begitu tidak ada yang mengeluarkan kami dari rumah kecuali rasa lapar”.

Akhirnya, kami mendatangi rasulullah saw mengadukan rasa lapar kami, lalu Rasulullah mengeluarkan mangkuk yang berisi beberapa kurma, setiap satu orang yang datang di berikan  dua buah kurma.

Rasulullah mengatakan, “makan dua buah kurma ini dan perbanyaaklah minum air, ini akan mencukupimu untuk hari ini”.

Maka akupun memakan satu buah kurma dan sisanya aku simpan. rasulullah mengatakan, “untuk apa kau simpan kurma mu? Bukankah kau sangat lapar?”, “aku simpan ini untuk ibuku”.

Lalu rasulullah saw berkata, “makanlah, nanti kuberikan tambahan untuk ibumu(3)

Periwayatan hadis

Abu Hurairah meriwayatkan hadis sebanyak 5374 hadis, Diantara yang meriwayatkan hadist darinya adalah Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah. Imam Bukhari pernah berkata: “Tercatat lebih dari 800 orang perawi hadis dari kalangan sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah”.

Marwan bin Hakam pernah menguji tingkat hafalan Abu Hurairah terhadap hadis Nabi. Marwan memintanya untuk menyebutkan beberapa hadis, dan sekretaris Marwan mencatatnya. Setahun kemudian, Marwan memanggilnya lagi dan Abu Hurairah pun menyebutkan semua hadis yang pernah ia sampaikan tahun sebelumnya, tanpa tertinggal satu hurufpun.

Ibadahnya

Diriwayatkan dari Abu Utsman An-Nahdi berkata: saya pernah bertamu kepada keluarga Abu Hurairah, saya menyaksikan beliau, istrinya dan pembantunya mengisi malam dengan shalat tahajud secara bergantian dengan saling membangunkan untuk shalat malam setelahnya, Abu Hurairah senantiasa bertasbih setiap harinya sebanyak dua belas ribu kali.

Di riwayatkan bahwa beliau pernah berkata, “aku membagi malamku tiga bagian pertama untuk membaca Al-Quran, sebagian lain untuk tidur, sebagian lagi untuk mengulang hafalan hadisku(4)

Adabnya terhadap rasulullah saw

Abu Hurairah sangat menjaga dirinya tetap suci ketika bertemu rasulullah saw, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ketika rasulullah saw bertemu dengan Abu Hurairah di salah satu jalan di Madinah, Abu Hurairah menghindar dari rasulullah saw, dan pulang, Abu Hurairah berkata: aku dalam keadaan junub, saya segan bertemu dan duduk dengan rasulullah saw sedangkan aku dalam keadaan junub, kemudian Abu Hurairah mandi dan kembali ke majlis rasulullah saw, kemudian rasulullah saw berkata: dari mana wahai Abu Hurairah? Kemudian diceritakannya, dan nabi berkata: mahasuci Allah sesungguhnya muslim tidak najis.

Jihadnya

Abu Hurairah selalu ikut dalam setiap peperangan, diantara peperangan yang diikutinya: Perang Khaibar, Perang di Wadi Al Qura’, Perang Dzatur Riqa’, ( Awwal mula disyariatkan shalat khauf), Fathu Makkah, Perang Tabuk, Perang Mu’tah, Perang Riddah, Perang Yarmuk.  

Atsar Abu Hurairah

Suatu ketika Abu Hurairah melewati pasar di Madinah, beliau berkata: wahai penduduk pasar, ada sesuatu yang akan menakjubkan kalian semua, mereka berkata: apa itu wahai Abu Hurairah? Abu Hurairah berkata: ada warisan rasulullah saw sedang dibagi-bagikan di masjid, sedangkan kalian diam saja di pasar, maka penduduk pasar berhamburan pergi ke masjid, ketika kembali, Abu Hurairah berkata: apa yang kalian dapatkan? Ya Abu Hurairah kami telah kemasjid tetapi tidak kami lihat ada yang membagikan warisan rasulullah saw, kemudian Abu Hurairah berkata: lalu apa yang kalian saksikan di masjid? Kami lihat orang yang shalat, sekelompok yang saling mengingatkan tentang halal dan haram, maka Abu Hurairah berkata: celaka kalian! Itulah warisan rasulullah saw yang sebenarnya.

Wafatnya Abu Hurairah

Menjelang meninggalnya Abu Hurairah menangis, kemudian dikatakan kepadanya: apa yang menjadikanmu menangis wahai Abu Hurairah? Perjalanan yang panjang, bekal yang sedikit, akhir dari perjalanan itu adalah surga atau neraka, ahirnya Abu Hurairah wafat di Madinah th 57 H dalam usia 78 th, dimakamkan di kuburan Baqi’.

Di riwayatkan dari Nafi’ Rahimahullah bahwa saat Abu Hurairah wafat aku dan Ibnu Umar radhiallahu anhu ikut mengiringi jenazah, dan ibnu Umar Radhiallahu anhuma tak lepas mendoakan Abu Hurairah lalu ia berkata, “ orang ini adalah orang yang paling hafal hadis rasulullah saw(5) 

Referensi:

  1. Siyar A’lam An-Nubalaa 2/578
  2. HR. Ibnu Saad,dan Abi dawud At-Thayalisi
  3. Thabaqat Ibnu Sa’ad, 4/328 – 329
  4. Tarikh Dimasyq, 67 /362
  5. Thabaqat Ibnu Saad, 4/253

Comments

Leave A Comment

Harap Login Terlebih Dahulu Sebelum Comment

SigIn/SigOut