Your Kindness is Greatly Appreciated

0
41 views

your kindness is greatly appreciatedBagi para pengguna jasa kereta api listrik (KRL) AC yang sekarang lebih dikenal dengan istilah kereta commuter line, slogan di atas tentu sudah tidak asing lagi. Kalimat tersebut terpangpang jelas di belakang bangku prioritas (courtesy seat) di ujung depan dan belakang setiap gerbong.

Namun sayang masih ada saja yang belum menyadari atau tidak mau peduli dengan tulisan tersebut padahal gambarnya juga sangat jelas yang menunjukkan bahwa yang paling berhak duduk di bangku prioritas tersebut adalah: ibu hamil, tua renta, ibu yang membawa balita, dan penyandang cacat. Ada apa dengan mereka? Sudah hilangkah nuraninya? Tidakkah mereka ingat akan keluarganya jika mengalami hal serupa?

Meski memang kenyataan semakin macetnya Jakarta, menjadikan KRL sebagai satu-satunya sarana transportasi masal yang paling cepat yang mampu mengangkut ribuan orang setiap harinya dari daerah-daerah pinggiran ibukota Jakarta, tetapi persaingan untuk mendapatkan kursi tidaklah pantas mengalahkan rasa empati kita kepada orang lain.

Padahal di Korea, menurut tulisan yang pernah saya baca, kursi prioritas benar-benar khusus untuk kelompok yang tertera di gambar. Tidak peduli sepenuh apa pun kereta itu seperti pada saat jam pergi dan pulang kantor. Tetap saja kursi tersebut kosong kalau kebetulan tidak ada penumpang yang masuk kategori tersebut. Mareka malu untuk duduk di situ. Bandingkan dengan KRL AC Jabodetabek? Mana mungkin kursi prioritas tersebut akan kosong melompong. Sejak dari stasiun pemberangkatan pertama saja, pasti deh semua ingin berebut untuk mendapatkan tempat duduk. Termasuk duduk di kursi prioritas tersebut. Bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak muda semuanya saling berebut bahkan dorong-dorongan.

Alangkah kasihannya ibu-ibu hamil dan lain-lainnya yang naik belakangan.  Satu dua orang ada yang dengan sukarela memberikan kursi tersebut kepada yang berhak. Tetapi banyak juga yang cuek, tidak peduli walaupun si yang berhak sudah meminta keikhlasan orang yang duduk di kursi tersebut untuk memberikannya.

Rupanya Budaya malu pada sebagian masyarakat kita sudah mulai terkikis, sesitifitas nurani sudah menjadi asing tergilas dengan budaya hidup individualis. Mereka semakin tidak berempati terhadap sesama. Hukum alam sangat berlaku, siapa cepat dia dapat. Terutama untuk penumpang KRL Ekspres, Tidak peduli bahwa mereka telah duduk ditempat yang salah yaitu di Courtesy Seat.

Oleh karena itu sedikit lega rasanya ketika melihat sebagaian besar penumpang KRL menghindari duduk di posisi tersebut meskipun masih kosong karena dengan menempatinya berarti posisinya ’tidak aman’ dan harus siap berdiri kapan pun ada penumpang yang baru naik dan termasuk empat kategori prioritas tersebut. Ini lebih baik daripada memilih duduk di tempat tersebut paling tidak ia bisa sejenak memejamkan matanya sambil berdoa smoga tidak ada ibu hamil dan sejenisnya yang naik di dekatnya.

Satu hal yang perlu diperhatikan lagi, alangkah lebih baik jika semua tempat duduk di KRL dipasang stiker khusus sehingga bila ada ibu hamil, lansia, maupun anak-anak tidak perlu repot menjangkau tempat duduk yang berada jauh dari pintu kereta terutama dalam keadaan penuh sesak.

Smoga dengan tulisan ini bisa memberikan kesadaran empati dan kepedulian sosial bagi para penumpang kereta api khususnya dan kita semua pada umumnya dimana pun dan dalam kondisi apa pun. Wallahu A’lam