Yang Layak Dipilih

0
47 views

Hidup ini adalah anugrah dan mengisinya adalah pilihan. Kehidupan ini memang harus disyukuri dengan cara menentukan pilihan-pilihan yang benar dan tepat, begitu banyak hal yang harus kita pilih termasuk diantaranya adalah memilih calon pemimpin.

  

Ma`aasyiral muslimin rahimakumullah..

Siapakah sesungguhnya yang pantas kita pilih..? Sebagai hamba yang beriman kepada Allah swt tentunya dalam hal ini, tidak pantas bagi kita melupakan pesan-Nya dalam al-qur’an. Minimal ada dua sifat pokok yang harus dimiliki oleh calom pemimpin yang akan mengemban amanah umat. 

“Sesungguhnya orang yang paling baik engkau tugaskan adalah yang kuat lagi terpercaya, demikianlah ucapan putri Nabi Syuaib yang diabadikan dalan al-qur’an

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ  

“Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Duhai Ayahanda, ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), Karena Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang Kuat lagi dapat dipercaya”. (QS. Al-Qashash : 26)

 Qawiyyun Amin… Kuat dan dapat dipercaya inilah dua sifat utama yang juga dijadikan alasan oleh raja mesir dalam pengangkatang Nabi Yusuf sebagai kepala Badan Logistik kerajaan yang kemudian juga dipatrikan dalam al-qur’an,

 وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ

Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar Aku memilih dia sebagai orang yang dekat kepadaku”. Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari Ini menjadi seorang yang berkedudukan Tinggi lagi dipercayai pada sisi kami”. (QS. Yusuf [12] : 54) 

ketika Abu Bakar –radhiyallhu `anhu- menjatuhkan pilihan kepada Zaid bin Tsabit sebagai mas`ul dalam pengumpulan mushaf, alasan beliau juga tidak jauh berbeda ,”Engkau pemuda (kuat dan bersemangat) dan telah dipercaya oleh Rasulullah saw untuk menulis wahyu”. Bahkan Allah swt memilih Malaikat Jibril sebagai pembawa wahyu-Nya kepada Muhammad Rasulullah saw juga ada kaitanyya dengan dua hal diatas, kuat dan terpercaya, simaklah firman Allah swt berikut ini

إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ  ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ  مُطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ 

“Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),Yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan Tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy, Yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.” ( QS. At-Takwir [81] : 19-21) 

Demikianlah pemegang amanah sudah seharusnya tergabung dalam dirinya kepantasan untuk memikul baban tanggung jawab oleh karenanya dibutuhkan pribadi yang kuat dan dipercaya. 

Sidang jum`ah rahimakumullah

Menjadi hal yang sangat penting bagi kita bersama , kepada siapa kita pasrahkan amanah kepemimpinan ini? Karena begitu tegas ancaman itu

 إذا وسد الأمر إلي غير أهلها فانتظر الساعة / رواه البخاري 

“Jika perkara itu diserahkan kepada orang yang tidak tepat (tidak mampu) maka tunggulah kehancuran”. (HR. Bukhori)

Demikian sabda Rasulullah saw begitu tegas mengingatkan kita akan bahayanya salah memilih pemimpin.Di hadits lain Rasulullah saw juga memberikan worning,” barangsiapa yang mengangkat seorang laki-laki (untuk suatu jabatan) berdasarkan sikap pilih kasih, padahal ada di kalangan mereka orang yang lebih diridloi Allah darinya,maka sesungguhnya ia telah menghianati Allah dan rasul-Nya, dan orang-orang beriman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu Mengetahui. ( QS Al-Anfal : 27) 

Sidang jum’ah yang mulia…

Memang tidak mudah terhimpun dalam diri seseorang kedua sifat di atas secara sempurna, namun karena memang sebaiknya kita memilih, maka pilihlah yang lebih sedikit kekurangannya dan yang lebih banyak kemaslahatannya untuk umat. Simaklah tentang mereka dengan baik, kenali mereka dengan seksama dan bijaklah dalam menentukan pilihan.

Namun ada hal penting yang tidak boleh kita lupakan; sertakanlah Allah swt dalam menentukan pilihan tersebut, mintalah kepada-Nya petunjuk dan arahan, kalau dalam masalah yang berkaitan dengan urusan pribadi, sering istikharah kita lakukan maka dalam hal yang ada kaitanya dengan diri kita, keluarga, umat dan negeri ini bahkan agama kita, maka shalat istikharah lebih pantas kita lakukan. Karena salah pilih berarti merencanakan kemadharatan dimasa mendatang. Bersungguh-sungguhlah dan mintalah petunjuk-Nya. Wallahu a`lam bis Shawab.. Hari ini, hiruk-pikuk kampanye pilpres begitu mewarnai banyak media, janji, harapan ditawarkan, semua calon berharap suara terbanyak, berharap untuk dipilih. Namun tetap saja semua akan kembali kepada calon pemilih, dengan penuh kesadaran semestinya mereka bisa menentukan pilihannya dengan baik.

BAGI
Artikel SebelumnyaSayang Anak
Artikel BerikutnyaApa Itu Dunia Muslim?