Wudhu; Antara Pengambilan Keputusan dan Kesehatan Lingkungan

0
90 views

Kemajuan ilmu pengetahuan telah menyibak pentingnya kebersihan diri, khususnya mencuci tangan secara teratur. Dapat kita katakan bahwa Islam telah menghadiahkan kepada kita satu bentuk ibadah yang sangat indah yaitu berwudhu…

Penelitian ilmiah menegaskan bahwa mencuci tangan berguna bagi manusia dalam memberikan perasaan kejiawaan yang baik dikala sedang mengambil keputusan dan mencuci tangan dapat memberi dampak relaksasi. Para pakar psikologi di satu Universitas Amerika menyatakan bahwa study ini menjelaskan bahwa mencuci tangan dapat menghapus kekhawatiran dan menghilangkan pengaruh-pengaruh kejiwaan dari kesalahan yang pernah dilakukan oleh seseorang.

 

Oleh karena itu, mencuci tangan dapat membantu seseorang dalam melakukan pengambilan keputusan dengan lebih hati-hati, khususnya keputusan-keputusan penting seperti menikah, membeli rumah atau mobil, keputusan untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri..

Memang study ini berkaitan dengan mencuci tangan, namun Islam telah mensyariatkan kepada kita satu jenis ibadah yang jauh lebih berfaedah yaitu berwudhu yang mencakup mencuci tangan, wajah dan kedua kaki… tidak cuma sekali atau dua kali bahkan lima kali dalam sehari.

Menyimak  realita ini, kalimat yang paling pas untuk di sampaikan adalah :”Subhanallah, Maha Suci Allah”. Bagi mukmin manapun yang mencintai ilmu dan Al-Qur’an, apapun yang sedang ia teliti akan menegaskan bahwa yang ada di dalam Al-Qur’an akan dibenarkan oleh ilmu modern, sehingga apabila kita mencermati lebih dalam setiap penemuan-penemuan ilmiah yang baru, kita akan mendapati dua hal :

Pertama : Setiap realitas ilmiah yang kebergunaanya ditegaskan oleh ilmu pengetahuan  maka kita akan mendapati Al-Qur’an telah memerintahkan kita untuk melakukannya.

Kedua : Setiap realitas ilmiah yang ditegaskan secara keilmuan membahayakan, maka kita akan mendapati bahwa Allah swt telah melarang kita untuk melakukannya.

saya telah membaca hasil penelitian yang belum lama diterbitkan (reuters 2007), menegaskan bahwa studi itu sampai pada kesimpulan bahwa mencuci tangan secara teratur bisa jadi lebih efektif dari pada pencegahan dengan obat-obatan untuk melakukan pencegahan terhadap menyebarnya virus yang mengancam kesehatan system pernafasan seperti influenza dan sars.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan di British Medical journal, para peneliti telah menyimpulkan, setelah mengkaji ulang dari 51 kajian, bahwa mencuci tangan adalah cara yang sangat efektif dalam skala pribadi untuk menjaga diri dari tersebarnya virus yang dapat menyerang system pernafasan bahkan merupakan cara yang lebih efektif.

Pada kajian lain yang di terbitkan oleh majalah Cochrane Library mereka menemukan bahwa sekedar mencuci tangan dengan air dan sabun adalah sarana sederhana lagi efektif untuk mencegah penyebaran berbagai virus yang dapat meryerang sistim pernafasan mulai jenis virus dingin sampai jenis virus yang mematikan yang bisa memicu penyebaran wabah.

Disinilah wahai saudaraku sekalian, kita jadi berfikir mengapa Allah swt memerintahkan kita untuk mulai mencuci kedua tangan dalam berwudhu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. (QS. Al-Maidah [5] : 6)

Dalam ayat yang mulia ini Allah swt menyuruh kita untuk mebasuh kedua tangan kita sampai siku, ini dapat menghalau virus atau kuman yang mungkin ada, Allah swt juga menyuruh kita untuk membasuh wajah kita guna menjauhkan bekas-bekas kuman yang ada, memerintahkan kita untuk mengusap kepala guna menghilangkan debu atau kotoran yang menempel di rambut atau kepala, Allah swt juga memerintahkan kita untuk menbasuh kedua kaki kita.

Bahkan di saat tidak ditemukan adanya air, Allah swt tidak membiarkan kita menjadi sasaran kuman-kuman, kotoran atau bakteri-baktri yang merugikan, namun kita di suruh untuk bertayamum dengan turab (tanah atau debu) “Maka bertayamumlah dengan tanah yang suci” Subhanallah… perkembangan ilmu menampilkan satu penelitian yang mengungkap bahwa di dalam tanah  ada materi aktif yang dapat membunuh bermacam kuman yang membandel. Oleh karenanya Allah swt berfirman,

فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

“Maka usaplah wajah dan kedua tangan kalian dengan turab itu”

dan para ilmuwan memberikan penegasan bahwa cara yang paling baik untuk  membersihkan pori-pori pada kulit tangan dan wajah yang mungkin menyimpan lemak, baktri dan virus yaitu dengan cara mengusapnya dengan sedikit tanah. Dan Allah swt menghabarkan kepada kita bagian dari hikmah tersebut, dengan firman-Nya (وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ) akan tetapi Dia berkehendak untuk mensucikan kalian” . Adakah sesuatu yang lebih agung dari materi-ateri yang diajarkan oleh agama ini ? kita hanya mungkin untuk mengatakan

رَبَّنَا آَمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”. (QS.Ali Imran : 53)

 

Diterjemahkan dari tulisanya DR. Abdud Daim Al-Kaheel, yang berjudul “Ahammiyatu Al-wudhu wa i`jaauhu”, oleh:SM