Workshop Dakwah Palembang

0
12 views

Workshop Dakwah PalembangBagi yang naik pesawat, tiba di Palembang berarti disambut oleh Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Entah mengapa yang dipakai adalah nama Sultan Mahmud Badaruddin II, padahal ada Sultan Mahmud Badaruddin I. Nama yang pertama adalah nama sultan kelima Kesultanan Palembang Darussalam. Adapun nama yang kedua adalah nama sultan kedua Kesultanan Palembang Darussalam. Mungkin karena Sultan Mahmud Badaruddin II adalah sultan yang cukup lama berkuasa dan cukup gigih melakukan perlawanan terhadap Belanda dan Inggris.

Paling tidak itu menandakan bahwa Islam bagi Palembang adalah agama yang sangat penting karena Islam berarti budaya dan juga bermakna simbol perlawanan terhadap penjajahan. Jika dilihat dari perspektif dakwah Islam, maka hal itu adalah modal besar untuk mengembangkan Islam. Namun Islam di Palembang baru tercatat sebagai sesuatu yang besar pada pertengahan abad ke-15. Sebelumya, sejak abad ke-7, Palembang sudah memiliki peradaban yang besar, dan bukan Islam.

Di lokasi seperti inilah Workshop Dakwah Majelis Dai Paguyuban IKHLAS dilaksanakan selama dua hari, yaitu 9-10 April 2011, dengan tema yang sama: Tolorensi, Terbuka, dan Damai.

Workshop kali ini berlangsung sangat semarak dengan kehadiran 50 lebih peserta yang sangat aktif dan bersemangat meski dari segi usia mereka tidak begitu muda lagi, tetapi jiwa mereka muda.

Seperti tema acara, worshop ini diharapkan menghasilkan dai yang toleran terhadap perbedaan, terbuka dalam terhadap perkembangan zaman dan perubahan masyarakat, serta damai dalam menyampaikan misi dakwah.

Terlaksananya acara ini tidak lepas dari kerja keras anggota dan pengurus Forum Ukhuwah Ulama & Umara (FU3) Sumatera Selatan.[]

BAGI
Artikel SebelumnyaSurau di Atas Kuburan
Artikel BerikutnyaAzimah