Workshop Dakwah di Tanah Datar Sumatera Barat

0
19 views

nuansaislam.comDalam rangka meningkatkan kualitas para da’i di daerah, Majelis Dai Paguyuban Ikhlas Jakarta bekerja sama dengan beberapa lembaga dakwah dan instansi daerah di Indonesia, diantaranya adalah kerjasama dengan Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat, kegiatan yang terlaksana pada tanggal 24-25 April 2010 memilih tema “Toleransi, Terbuka dan Damai”, acara dihadiri 42 peserta yang merupakan utusan setiap kecamatan yang berada di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Aktivitas yang dirasakan betul manfaatnya oleh para dai itu bertempat di Islamic Center Tanah Datar (ICTD) dengan pola presentasi materi dakwah dan simulasi atau game seperti Tree Of Knowledge, Fgd, Fish Bowl. Ada tiga materi inti yang dibahas dalam workshop Dakwah ini: Pertama, peta dakwah daerah setempat yang dalam hal ini disampaikan langsung oleh nara sumber lokal yaitu ketua MUI Kabupaten Tanah Datar.

Kedua, materi retorika, manajemen dakwah dan pengelolaan lembagaan dakwah yang disampaikan oleh nara sumber Ust. Drs. H Ahmad Yani, koordinator MDPI (Majlis Dai Paguyuban Ikhlas Jakarta).

Ketiga, materi wawasan keislaman yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ahmad Thib Raya MA, guru besar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

1. Tree Of Knowledge

nuansaislam.comTree Of Knowledge atau pohon pengetahuan merupakan game yang diberikan kepada para peserta untuk merumuskan pelaksanaan sebuah acara, dengan menggunakan filosofi sebuah pohon dimana akarnya adalah masalah atau kendala yang mungkin dihadapi dalam mempersiapkan acara, batangnya adalah stakeholders, yaitu pihak-pihak yang seharusnya dilibatkan dalam persiapan dan pelaksanaan acara sehingga dapat berlangsung dengan baik, ranting adalah solusi yang bisa ditempuh untuk menyelesaikan kendala dalam persiapan dan pelaksanaan acara, buah adalah tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan acara tersebut.

 Pelaksanaan acara Tree Of Knowledge.

  1. Panitia menyiapkan kertas yang sudah dipotong-potong berupa potongan akar, batang, ranting dan buah.
  2. Fasilitator menjelaskan tema yang akan diangkat dalam Tree Of Knowledge.
  3. Fasilitator membagi peserta menjadi dua kelompok besar, setiap kelompok dipandu oleh seorang fasilitator.
  4. Setiap kelompok besar dibagi kembali menjadi kelompok-kelompok kecil.
  5. Setiap kelompok kecil merumuskan masing-masing akar, batang, ranting dan buah.
  6. Hasil rumusan disusun membentuk pohon sesuai urutannya.
  7. Setiap kelompok mempresentasikan hasil rumusannya.

Tema yang kami angkat dalam acara Tree Of Knowledge di acara Workshop Dakwah di Kabupaten Tanah Datar ini adalah “Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah”

2. FGD (Focus Group Discus)

FGD(Focus Group Discus) adalah acara yang difokuskan pada diskusi grup dalam hal ini diangkat tema Islam yang toleran, terbuka dan damai. Dalam pelaksanaan FGD ini Fasilitator membagi peserta yang hadir menjadi dua kelompok besar yang kemudian setiap kelompok dipandu oleh seorang Fasilitator, kemudian Fasilitator membagi kembali setiap kelompok menjadi kelompok-kelompok kecil, setiap kelompok kecil mendiskusikan tema yang diberikan oleh Fasilitator dan hasil rumusannya ditulis pada kertas yang telah dibagikan oleh Fasilitator, setelah selesai masing-masing kelompok menempelkan kertas hasil rumusan diskusi di dinding, kemudian setiap kelompok menunjuk seorang peserta untuk menjaga stannya dan anggota yang lainnya berkunjung ke kelompok yang lain untuk melihat hasil rumusan kelompok yang lainnya serta mempertanyakannya.

3. Fishbowl(Berdakwah sesuai gambar)

Dalam acara Fishbowl peserta dihadapkan pada gambar-gambar yang ditampilkan oleh fasilitator, kemudian fasilitator memperlihatkan gambar kepada setiap peserta dengan gambar yang berbeda-beda secara bergiliran dengan waktu sepuluh detik, gambar ditutup kembali dan peserta langsung menyampaikan materi dakwah sesuai gambar yang diperlihatkan kepadanya.

4. Roleplay(bermain peran)

Fasilitator meminta beberapa orang dari peserta untuk acara bermain peran, setelah itu Fasilitaor menjelaskan sekaligus membagi peran yang diperlukan, dalam Roleplay kali ini diantara peserta ada yang berperan sebagai dai, ketua adat, pemerintah, dan masyarakat, dalam pelaksanaannya dai menemui masyarakat untuk berdakwah, masyarakat yang ditemui oleh dai ternyata sedang bermain judi, lalu sang dai mengajak masyarakat itu untuk meninggalkan perjudian, namun mereka malah mengadukan hal tersebut kepada ketua adat yang kemudian ketua adat tersebut memanggil dai dan membicarakan apa yang telah dilakukakannya terhadap masyarakatnya, ketika permasalahan semakin rumit tampilah pihak pemerintahan sebagai penengah antara dai dan ketua adat.

Kesan peserta:

Peserta pada umumnya merasakan manfaat yang banyak dengan workshop Dakwah ini, itu dibuktikan dengan pesan-pesan yang mereka tulis dengan amat berharap acara semacam ini diadakan kembali pada tahun-tahun yang akan datang.   

BAGI
Artikel SebelumnyaAl-Qur’an
Artikel BerikutnyaDo’a Sujud Tilawah