Waspadai Seks Bebas pada Remaja

0
189 views

Kemajuan teknologi dan informasi ternyata tidak selamanya berbanding lurus dengan manfaat yang diberikannya. Sudah sering kita dengar berita kasus yang semakin menegaskan bahwa fenomena penyimpangan perilaku seks di kalangan remaja bukan hal yang asing dalam kehidupan masyarakat kita. Bahkan skalanya disa dikatakan semakin meningkat.

Hal ini bisa dilihat dari gaya berpacaran para remaja saat ini yang jauh lebih berani dibanding masa orang tuanya dulu. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap perubahan ini sebagai sesuatu yang tidak perlu disikapi secara serius. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perilaku seks bebas yang melanda remaja saat ini. Pertama, pola pergaulan yang sudah sedemikian bebas. Kedua, dukungan fasilitas teknologi terutama media komunikasi sebagai sarana pendukung kebebasan itu. Ketiga, arus informasi global yang tanpa sekat. Dan Terakhir adalah reaksi atas ketidakbebasan mereka.

Dari segi informasi global misalnya, saat ini para remaja dengan mudah mengakses konten pornografi, baik dalam bentuk VCD maupun Internet. Bandingkan dengan beberapa puluh tahun yang lalu, ketika sarana Internet dan video belum sedahsyat sekarang. Kalau sudah begini, lantas apa yang harus dilakukan para orang tua agar anak-anaknya tidak terjerumus dalam perilaku buruk tersebut? Banyak orang tua yang mengontrol terus keberadaan anaknya, dimana ia berada, dengan siapa, sedang melakukan apa. Ini hal yang cukup baik meskipun tidak selamanya tepat. Karena kadang sepintar-pintarnya orang tua melakukan proteksi, ada saja celah yang bisa dilakukan anak-anak untuk mengelabui. Apalagi sangat sulit untuk mendeksi perilaku remaja yang sering melakukan hubungan seks bebas. Tidak ada ciri-ciri pasti untuk dijadikan indikator apakah remaja sering melakukan aktivitas seks atau tidak.

Jadi, cara yang tepat adalah dengan melakukan pengamatan dan membina komunikasi yang baik. Kalau komunikasi orang tua dan anak lancar maka anak akan selalu mengkomfirmasi semua hal sebelum ia bertindak sehingga orang tua menjadi tempat bertanya dan sharing yang paling aman bagi anak-anaknya.

Saat ini, banyak orang tua yang tidak mengerti kebutuhan remaja yang semakin kompleks. Remaja sekarang  tidak hanya butuh makan, minum dan terpenuhinya kebutuhan sekolah. Mereka buth barang-barang yang terkait dengan teknologi seperti telepon seluler, pulsa, MP3 player, laptop, dan barang konsumsi lainnya. Teknologi ini memfasilitasi mereka untuk menikmati aneka kebebasan dan berujung pada bergesernya nilai-nilai yang dianut.

Dengan teknologi tersebut, para remaja menyentuh aneka simbol yang dimatanya dinilai mengasyikkan. Berpacaran merupakan sumber kenikmatan bagi remaja. Dengan adanya teknologi, jalan menuju ke sana semakin mudah. Ujungnya mereka melakukan apa yang tidak seharusnya mereka lakukan seperti seks bebas. Mereka juga tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap organ seksualanya serta resiko yang akan dihadapi. Mereka lebih mengikuti pleasure principle dalam dirinya.

Lebih dari itu semua, pendidikan agama jelas dibutuhkan untuk membentengi remaja dari perilaku seks bebas. Agama sebagai alat pengendali karena ada konsekuensi dosa. Jadi mari kita bekerjasama untuk meningkatkan kualitas beragama pada anak-anak dan remaja.