Warga Muslim Cringila Sebarkan Pesan Damai Islam

0
7 views

CRINGILA, AUSTRALIA -Masjid Bilal Cringila mengadakan hari ramah tamah pertama Masjid www.suaramedia.comtersebut kemarin (11/7) dengan hampir 300 orang menghadiri acara tersebut untuk menambah pemahaman yang lebih luas terhadap komunitas Muslim daerah tersebut.

Penyelenggara acara tersebut, Ahmet Ozturk mengatakan bahwa publikasi yang mengelilingi Islam tidak selalu positif dan jarang yang mencerminkan hal yang sebenarnya, citra kedamaian dari Islam.

Ozturk juga berpikir, adalah hal yang memalukan bahwa sebagian besar orang tidak akan pernah melihat bagian dalam dari sebuah Masjid selama hidup mereka.

“Beberapa orang mungkin telah salah paham tentang Islam,” Ozturk mengatakan. “Terutama kesalahapahaman tersebut berdasarkan hal-hal yang negatif yang mungkin telah mereka dengar tentang Islam, dari pada hal-hal yang telah mereka lihat.”

“Saya pikir ini adalah hal yang penting untuk mengklarifikasi hal tersebut.”

Ia mengatakan bahwa hari ramah tamah tersebut, termasuk sebuah tur keliling Masjid, seminar dan stan-stan makanan, adalah untuk mendorong kohesi dan sebuah koeksistensi damai dalam sebuah komunitas dengan lebih dari 1.000 Muslim.

Hari ramah tamah tersebut juga menampilkan tur keliling Masjid yang memberi jarak selama hari pembukaan tersebut yang memfokuskan pada sejarah Masjid tersebut, Islam di Illawarra dan ajaran-ajaran Islam yang fundamental.

Sebuah kecenderungan kebudayaan memperlihatkan contoh-contoh budaya Islam dan Timur Tengah dan sebuh pilihan buku-buku dan brosur akan tersedia untuk dijelajahi.

Para pengunjung juga diundang untuk mencicipi bermacam-macam masakan tradisional Timur Tengah.

“Kami sangat senang dengan hasil dari acara ini, banyak orang-orang non-Muslim yang berbagi hari dengan kami,” Ozturk mengatakan.

Ozturk mengatakan bahwa penyelenggara telah mengikuti bimbingan dari Masjid-masjid Sydney yang telah menjalankan hari ramah tamah serupa selama bertahun-tahun dalam upaya untuk menjalin hubungan dengan penduduk di daerah tersbeut.

Ia mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan sebuah sukses yang besar dan membantu untuk membuka chanel komunikasi anatar kelompok gereja yang berbeda dan sekolah-sekolah di daerah tersebut.

“Ini sudah menjadi tugas kami untuk memajukan rasa saling menghormati dalam masyarakat,” ia mengatakan. “Semua orang disambut dengan baik untuk hadir dalam acara ini.”

Sadiq Ansari, yang berbicara tentang Islam, Jihad dan terorisme, mengatakan bahwa terdapat banyak kesalahpahaman tentang Islam, termasuk bahwa Islam mendorong adanya terorisme.

“Islam bukanlah tentang kekerasan. Ketika saya membaca Al-Quran saya tidak berpikir tentang pengeboman sebuah tempat. Tidak ada ruang untuk terorisme dalam Islam. Seorang Muslim tidak dapat menjadi seorang teroris dan seorang teroris tidak dapat menjadi seorang Muslim. Sedikit orang dengan agenda-agenda politik yang menggunakan agama untuk menarik banyak pendukung.”

Nihal Uckan yang tumbuh besar di Mt Warrigal dan telah menjadi bagian dari komunitas Illawarra selama 40 tahun, namun mengatakan bahwa tindakan-tindakan ekstrimis masih menyebabkan ketidakamanan bagi keluarganya.

“Ibu saya mengenakan jilbab dan ketika ekstrimis tersebut disampaikan oleh perhatian media, saya mengatakan kepada ibu saya, ‘Ibu, jangan pergi keluar rumah selama satu minggu karena Ibu mungkin akan dijadikan korban,” ia mengatakan.

Uckan datang dari Turki pada 1970 dengan orang tuanya dan tiga saudaranya sebagai keluarga non-Mediterania pertama di Illawarra. Ibu dari dua anak tersebut telah menghabiskan sebagian besar karirnya sebagai seorang pekerja sosial.

“Tujuan dari mengadakan hari ramah tamah seperti ini  memungkinkan orang-orang untuk melihat sisi moderat Islam … Kami mencintai perdamaian, kami bagian dari komunitas,” ia mengatakan.

“Para wanita … telah mempersiapkan makanan jadi orang-orang akan mengunjungi dan melihat bahwa kami hanya seperti kebanyakan orang lain. “Ini semua bukan hanya soal keagamaan, kami awalnya adalah masyarakat … kemudian kemanusiaan datang pertama kali. Itulah Islam. Mencintai kemanusiaan.”

Masjid Cringila adalah sebuah tempat di mana semua Muslim dari seluruh Illawara berkumpl untuk sholat sehari-hari dan juga sholat Jum’at. Selain kegiatan beribadah, Masjid tersebut juga mengadakan aktivitas lainnya seperti perkumpulan komunitas, aktivitas malam untuk para pemuda seperti ceramah dan diskusi panel untuk semua Muslim dan non-Muslim. Masjid tersebut dikelola oleh Masyarakat Islam Illawarra yang terdiri dari bermacam-macam dewan anggota komunitas relawan. (ppt/im/cm/lt) Sumber: www.suaramedia.com