Untuk Apa Dana Masjid ?

0
175 views

Apabila shalat Jum’at akan dimulai, biasanya pengurus masjid mengumumkan laporan keuangan yang untuk masjid-masjid besar di Jakarta atau masjid perkantoran, saldo yang tersimpan di kas masjid jumlahnya amat banyak, berjuta rupiah, bahkan ada yang puluhan dan ratusan juta. Bagaimana tanggapan ustadz dalam soal ini?

Nugroho-bekasi

Jawaban :                 

          Kita memang amat prihatin, karena di satu sisi masjid kekurangan dana sehingga harus mencari sumbangan di tempat-tempat umum dan tidak mampu melengkapi fasilitas-fasilitas penting yang amat diperlukan seperti pengeras suara (sound system) yang bagus, kebersihan tempat wudhu dan WC yang terpelihara dan sebagainya. Sementara di sisi lain justeru ada masjid yang kelebihan dana sampai saldonya berjuta-juta dan tidak ada rencana untuk menggunakannya.

          Meskipun demikian, pengurus masjid yang dananya tersimpan begitu banyak bukan berarti masjid sudah serba cukup dari segala yang dibutuhkan, tetapi justeru karena tidak paham harus bagaimana memanfaatkan dana. Harus diakui memang banyak pengurus masjid yang tidak mampu mengembangkan aktivitas dan memenuhi segala sarana masjid yang dibutuhkan sehingga saldo masjid menjadi banyak. Dan ini akibatnya membuat jamaah menjadi kurang bersemangat untuk mengeluarkan infak karena saldo yang ada juga masih banyak dan belum ada rencana untuk menggunakannya. Karena itu menurut hemat saya, saldo masjid mestinya harus segera dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan yang penting seperti pelatihan khatib dan muballigh, pelatihan mengurus jenazah, pelatihan manajemen masjid dan berbagai aktivitas lainnya.

          Pengurus masjid juga harus memanfaatkan dana itu untuk berbagai kepentingan sarana masjid, seperti pembelian komputer, pemasangan telpon, pembelian buku-buku untuk perpustakaan, menyantuni fakir miskin dan sebagainya. Disamping itu, dana masjid juga bisa digunakan untuk membantu masjid-masjid lain yang mengalami kesulitan dana, baik untuk pembangunan masjid dengan membelikan kebutuhan bahan bangunan maupun memenuhi fasilitas dan sarana yang dibutuhkan seperti membelikan mic, meja kantor, penyedok debu untuk karpet dan sebagainya.

          Dengan kata lain, dana masjid harus digunakan untuk membiayai masjid dengan segala aktivitas dan penunjangnya, baik perlengkapan maupun kesejahteraan pengelolanya bila mereka memang bekerja dengan waktu penuh untuk mengurus masjid.