Tsabat

0
19 views

Kata tsabat dalam bahasa Arab berasal dari tsabata-yatsbutu, yang mengandung makna tetap, teguh, secara terminologi tsabat adalah tetap berada di jalur petunjuk, konsisten di atas jalan kebenaran, istiqamah di atas kebaikan dan terus berusaha untuk menambah kebaikan.

Diawwal perjalanan dakwah Rasulullah saw, para pembesar Quraisy berusaha membujuk dan mengancam Abu Thalib untuk menghentikan kegiatan dakwah yang dilakukan kemenakannya, Muhammad saw. Abu Thalib pun sangat sedih, usianya terlampau berat memikul beban itu.

Akhirnya dengan kegalauan dan kekhwatiran berat, dipanggilnya Rasulullah saw. dan mengatakan “Wahai anakku…! Sayangilah dirimu dan diriku, janganlah engkau membebani diriku dengan persoalan yang berada di luar kemampuanku..!

Mendengar kata pamannya, Rasulullah saw menduga bahwa pamannya tidak lagi hendak menolong dan melindunginya. Tetapi keteguhan hatinya menyahut, maka kepada paman yang dicintai itu Rasulullah saw berkata, “Wahai Paman. Demi Allah, seandainya mereka itu meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku supaya aku menghentikan urusan ini, sungguh aku tidak akan berhenti sampai Allah memenangkan agama-Nya, atau aku binasa karenanya. Itulah contoh tsabatnya Rasulullah saw.

Tsabat memiliki beberapa gambaran yang mencakup sisi-sisi kehidupan seorang muslim, di antaranya tsabat di dalam peperangan, sebagaimana tsabatnya golongan yang banyak bersama para Nabi mereka,  ucapan mereka adalah:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا

Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-berlebihan dalam urusan kami, dan tetapkanlah pendirian kami, …“. (QS. Ali Imran[3]:147)

Dan kelompok yang sabar dengan kepemimpinan Thaluth yang Allah swt berfirman tentang mereka:

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا

Tatkala Jalut dan tentaranya telah tampak oleh mereka, merekapun berdo’a:”Ya Rabb kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami …”. (QS. Al-Baqarah[2]:250)

Dalam hal itu merupakan bimbingan bagi setiap mukmin agar berlindung kepada Allah swt seraya memohon keteguhan dari-Nya.

Dan Umat ini (kaum muslimin) diseru dengan firman Allah swt:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu …(QS. Al-Anfal[8]:45)

Manfaat tsabat

Kenapa kita sebagai seorang muslim harus tsabat? Karena tsabat akan melahirkan dalam jiwa seorang muslim beberapa hal, diantaranya:

Pertama,Karena tsabat atau teguh hati menambah kekuatan kepada orang-orang yang beriman seperti ketika perang Ahzab Rasulullah saw bersabda:

لَوْلاَ أَنْتَ مَااهْتَدَيْنَا وَلاَتَصَدَّقْنَا وَلاَصَلَّيْنَا, فَأَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ عَلَيْنَا وَثَبِّتِ اْلأَقْدَامَ إِنْ لاَقَيْنَا إِنَّ الألى قَدْ بَغَوْا عَلَيْنَا إِذَا أَرَادُوْا فِتْنَةً أَبَيْنَا

“Jika bukan karena Engkau niscaya kami tidak mendapat petunjuk, kami tidak bersedakah dan tidak shalat, maka turunkanlah ketenangan kepada kami, teguhkanlah pendirian kami jika kami bertemu (musuh), sungguh mereka berbuat aniaya kepada kami, apabila mereka ingin berbuat fitnah (kekacauan) kami enggan.”(HR. Bukhori)

Kedua,memurnikan loyalitas kepada Allah swt:

وَلَوْلآَ أَن ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدتَّ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلاً . إِذًا َّلأَذَقْنَاكَ ضِعْفَ الْحَيَاةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ

Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka.  kalau terjadi demikian, benar-benarlah, Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, ( Al-Isra`[17]:74-75)

Ketiga,tsabat akan memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat, Allah swt akan membalas dengan pahala yang berlipat,

إِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامُ الصّبْرِ, لِلْمُتَمَسِّكِ فِيْهِنَّ يَوْمَئِذٍ بِمَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ أَجْرُ خَمْسِيْنَ مِنْكُمْ

“Sesungguhnya di belakangmu ada hari-hari yang pahit, bagi yang berpegang padanya di hari itu sama degan pahala 5 puluh (50) orang darimu.(HR. Thabroni, no. 289)

Keempat, tsabatadalah bentuk nyata bagi istiqamah, di antara perhatian serius sahabat terhadap fenomena tsabat dalam tingkah laku setiap orang, sesungguhnya Buraidah bin Hushaib tinggal di luar kota Madinah, ia berkata kepada Salamah: ‘Kamu kembali dari hijrahmu wahai Salamah? Salamah berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah swt, sesungguhnya aku mendapat ijin dari Rasulullah saw.

Akhirnya semoga kita senantiasa diberikan oleh Allah swt tsabat yaitu teguh dan istiqomah dalam kebaikan sampai akhir hayat nanti. MS

Referensi:

1.      Shofiyurrahman al-Mubarokfuri, Ar-Rokhiq al-Makhtum.

2.      Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bary syarah Shahih Bukhari.

3.      Imam At-Thabrani, Al-Mu’jam as-Shagir.