Tenda Merawat Pasien

0
33 views

ciaterhighlandresort.blogspot.comDalam situasi perang, sangat mungkin banyaknya orang yang mengalami luka-luka sehingga membutuhkan perawatan khusus. Suatu ketika akan terjadi peperangan pada masa Rasulullah saw, karenanya beliau bermaksud memerintahkan para sahabat untuk membuat tenda di masjid agar beliau mudah mengontrol pasukan yang mengalami luka-luka.

Baru saja beliau bermaksud memerintahkan para sahabat membuat tenda, ternyata didapati beberapa tenda sudah berdiri di dalam masjid. Karenanya beliau bertanya: “Siapa yang membuat dan mendirikan tenda-tenda ini?.”

Para sahabat menjawab: “Rafidhah yang mendirikannya.”

Rafidhah memang sahabat wanita yang memiliki keahlian dibidang medis, karenanya ia ingin membantu perjuangan di jalan Allah sesuai dengan keahlian yang dimilikinya.

Rasulullah saw amat senang dengan sahabat yang memiliki ide yang bagus dan dilaksanakannya ide itu, karenanya tenda itu kemudian dikenal dengan sebutan tenda Rafidhah.

Dalam hadits lain riwayat Bukhari dari Aisyah ra: “Pada hari peperangan Khandaq, Sa’d terluka pada bagian lengannya. Nabi saw kemudian mendirikan tenda untuk menjenguk Sa’d dari dekat, sementara di masjid banyak juga tenda milik Bani Ghifar. Kemudian banyak darah yang mengalir ke arah mereka (orang-orang Bani Ghifar), maka mereka pun berkata, ‘Wahai penghuni tenda! Cairan apa yang mengenai kami ini? Ia muncul dari arah kalian? ‘ Dan ternyata cairan itu adalah darah Sa’d yang keluar sehingga ia pun meninggal dunia.”

 

          Dari kisah di atas, pelajaran yang bisa kita ambil adalah:

 

1.    Masjid tidak hanya memiliki fungsi ubudiyah, tapi juga fungsi sosial, karenanya dalam konteks cerita di atas, pada zaman sekarang bisa saja masjid memiliki klinik atau praktek dokter 24 jam.

2.    Kreativitas jamaah dalam upaya memakmurkan masjid merupakan hal yang harus dihargai oleh pengurus masjid selama hal itu sejalan dengan misi masjid.

BAGI
Artikel SebelumnyaKedudukan dan Motivasi Haji
Artikel BerikutnyaJiwa Pemimpin