Tanda–Tanda Cinta Kepada Allah

0
39 views

Salah satu diantara fitrah manusia adalah ingin dicintai dan mencintai. Cinta adalah kebutuhan setiap insan. Ia adalah ruh kehidupan. Jika gaya gravitasi menahan bumi, planet dan bintang-bintang agar tidak bertabrakan atau hilang, maka prinsip cinta menjaga hubungan manusia agar tidak bertabrakan, terjadi konflik dan berubah menjadi lautan darah.

Manusia mencintai dirinya, pasangannya, anaknya, orang tuanya dan seluruh umat manusia dan puncaknya adalah mencintai Allah dan Rasul-Nya. Itulah cinta sejati, berbicara tentang cinta, Marilah kita merenungkan salah satu hadis kudsi yang di riwayatkan dari Abu Hurairah ra, beliau berkata : Rasulullah saw bersabda :

“ Sesuguhnya Allah yang maha mulia lagi maha agung berfirman: “ Barang siapa yang memusuhi wali-Ku ( orang yang dekat kepada-Ku ) maka sesungguhnya Aku telah menyatakan perang baginya. Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu, lebih Aku senangi dari pada melaksanakan apa yang Aku fardukan atasnya. Dan tidak pula hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri dengan melakukan amalan amalan sunah , sehingga Aku mencitainya. Dan bila Aku mencintainya menjadilah Aku telinganya yang ia gunakan untuk mendengar , matanya yang ia gunakan untuk melihat, tangannya yang dengannya ia menghajar, dan kakinya yang dengannya ia berjalan. Apabila ia bermohon kepada-Ku maka pasti Ku kabulkan permohonannya, apabila ia meminta perlindungan-Ku maka pasti ia Ku-lindungi. Tidak pernah Aku mundur maju menyangkut sesuatu yang Ku kerjakan sebagaimana mundur maju-Ku terhadap jiwa hamba-Ku yang mukmin. Dia tidak senang mati, padahal Aku tidak senang menyakiti ( hati)nya. “ ( H.R. Bukhari )

Hadis di atas memberikan bimbingan  kepada kita bagaimana agar kita mendapat cinta sejati dari Allah swt. Ketika seseorang di cintai oleh Allah swt, maka sudah otomatis dia akan mendapatkan cinta dari seluruh mahluk yang ada di muka bumi, karena jika Allah mencintai seorang hamba maka Jibril as akan berseru, sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka Aku mencintainya. Kemudian Jibril as berseru kepada penghuni langit, sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah dia, penghuni langitpun mencintainya, kemudian Jibril as menganugrahkan padanya agar di terima penduduk bumi. Demikian sabda Rasulullah saw. Untuk mendapatkan cinta dari Allah swt maka seseorang harus mencintai Allah setulus hati  , sebagi bukti bahwa seseorang mencintai Allah maka maka harus ada tanda tanda yang terwujud dalam kehidupannya, diantaranya :

Pertama: Melaksanakan apa yang diwajibkan Allah swt. Melaksanakan berbagai kewajiban merupakan pintu kecintaan Allah swt yang paling besar. Berapa banyak umat islam yang mangaku bahwa ia mencintai Allah swt namun sangat kontradiktif dalam  realitas kehidupannya, ia banyak mengabaikan perintah–perintah-Nya terutama yang fardhu. Banyak sekali amalan amalan yang di wajibkan Allah swt kepada hamba-Nya, seperti shalat lima waktu, puasa di bulan ramadhan, mengeluarkan zakat dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu serta berahlak yang baik dengan sesama. Janganlah seseorang demi mengejar yang sunnah kemudian melalaikan yang wajib. Seperti mengejar shalat tarawih sementara shalat magrib di tinggalkan, memprioritaskan untuk shalat ‘id, sementara salat subuh kesiangan, mempersoalkan khilafiah sehingga terjadi perpecahan dan permusuhan sampai melupakan persaudaraan, persatuan dan kesatuan sesama umat islam. Dan masih banyak contoh contoh yang lainnya.

Kedua: Sebagai tanda bukti cinta seorang hamba kepada Allah maka hendaklah ia memperbanyak amalan amalan sunnah. Kata nafilah artinya adalah tambahan. Oleh karena itu, oarang yang dermawan dinamakan “Karim” yang berarti mulia, karena ada tambahan yang melebihkannya. Orang yang hanya melaksanakan yang wajib tidak di katagorikan  mulia, tapi sebatas menggugurkan kewajiban. Agar menjadi orang yang mulia, maka harus memperbanyak amalan-amalan sunnah. Selain shalat wajib ada shalat-shalat sunnah seperti sunnah rawatib, tahajjud, witir, dhuha, tarawih dan lain-lain. Selain puasa ramadan yang wajib ada puasa-puasa sunnah seperti puasa senin kamis, dawud, hari arafah, enam hari di bulan syawwal, 10 muharram dan lain-lain. Selain mengeluarkan zakat ada infak, sedekah, hadiah dan lain-lain. Begitupun selain haji ada umrah yang bersipat sunnah yang bisa dikerjakan sepanjang bulan dalam setiap tahun.

Ketiga: Tanda bukti cinta seorang hamba kepada Allah adalah ia Memperbanyak dzikir kepada Allah sepanjang waktu, baik siang maupun malam, susah maupun senang, sepit maupun lapang, baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring. Tidakkah anda perhatikan bagaimana orang yang mencintai itu tidak pernah bosan mengingat kekasihnya?

Di antara perkataan ulama salaf adalah, “Jika orang yang berbuat kebatilan bosan akan kebatilannya, maka kekasih-Mu tidak pernah bosan bermunajat dan mengingat nama-Mu.”

Fathul Mushili berkata, “Orang yang mencinta tidak menemukan kelezatan dunia dalam kecintaannya kepada Allah. Dia tidak pernah lalai dari mengingat Allah walau hanya sekejap”.

 

Keempat: Orang yang menginginkan kecintaan Allah hendaklah merenungkan salah satu hadits Rasulullah saw berikut ini:

“Siapa yang ingin dicintai Allah dan rasul-Nya hendaklah membaca mushaf (al-Qur’an)”. (Shahih al-Jami)

Khabab bin al-Art berkata, “Mendekatlah kepada Allah sesuai kemampuanmu”. Ketahuilah bahwa kamu tidak mendekatkan kepada-Nya dengan sesuatu yang paling Dia senangi selain dengan firman-Nya.”

Hendaklah orang yang membaca Al-Qur’an mengetahui bahwa para malaikat mencintainya, dan hendaklah merenungkan hadits yang menajubkan berikut ini.

Diriwayatkan dari Ali ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

sesungguhnya jika seorang hamba menggosok gigi kemudian berdiri melaksanakan shalat, maka malaikat berdiri di belakangnya dan mendengarkan bacaanya kemudian mendekat kepadanya hingga melekatkkan mulutnya pada mulut orang yang membaca Al-Qur’an, sehingga tidak ada yang keluar dari mulutnya melainkan berada pada mulut malaikat. Maka bersihkanlah mulut kalian dengan membaca Al-Qur’an.” (Shahih at-Targhib, al-Albani)

 

Kelima: Tanda seorang mencintai Allah maka ia akan mencintai apa apa yang di cintai oleh Allah swt. Di dalam al-Quran banyak sekali Allah berfirman dengan menggunakan ungkapan “Sesungguhnya Allah mencinati orang-orang yang berbuat baik, orang orang yang bertaubat, orang orang yang bertakwa, orang orang yang sabar, orang orang yang bertawakal dan  orang orang yang berlaku adil”. Oleh karena itu bila seorang hamba ingin mendapatkan cinta dari Allah swt maka hendaklah ia berusaha untuk menjadi pribadi yang sesuai dengan apa yang di sebutkan dalam firman Allah di atas. Bila Allah sudah mencintai hamba-Nya maka serang hamba akan hidup senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Seluruh anggota tubuhnya seperti telinga, mata, tangan dan kakinya akan berada dalam bimbingan Allah swt. Dan puncaknya saat seorang hamba tiba ajalnya dan ruhnya kembali kepada Allah swt maka ia akan di sambut Oleh Allah swt denga sambutan penuh cinta dan kasih sayang, “ Wahai jiwa yang tenang kembalilah kamu kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai, masuklah kamu kedalam kelompok hamba-hamba-Ku yang shaleh dan masuklah kamu kedalam surga-Ku”.

BAGI
Artikel SebelumnyaKhalifah
Artikel BerikutnyaCalon Penghuni Neraka