Takdir

0
169 views

 

takdirTakdir itu berarti batas atau ukuran. Takdir Tuhan atas manusia itu bisa diibaratkan dengan batas kecepatan yang tertera di speedometer sebuah mobil/motor yang sudah ditentukan oleh pabrikan sejak pembuatannya. Seorang pengendara bisa memilih mau memacu dengan kecepatan berapa pun sepanjang tidak melebihi batas kecepatan yang tertera di speedometer itu.

Tuhan sudah menentukan batas-batas — katakanlah dari 0 sampai 10 — segala sesuatu yang akan terjadi atas diri seseorang, bahkan atas semua ciptaan-Nya. Tetapi manusia bisa memilih batasnya sendiri antara 0 sampai 10 itu. Bisa saja 0-5, atau 0-7, dan sebagainya.

Jadi, berlakunya sebuah takdir Tuhan tidak lepas dari sikap kita atas takdir yang ditetapkan Tuhan. Jika seseorang pergi ke laut padahal dia tahu bahwa dirinya tidak bisa berenang, maka — kalau kita menghitung dari 0-10 — kemungkinan dia tenggelam adalah 9, bahkan 10. Tetapi kalau dia ke laut sambil membawa pelampung, maka kemungkinan dia tenggelam adalah 1-5. Takdir Tuhan mengatakan si A tidak bisa berenang dan kalau dia ke laut akan tenggelam dan mati. Itu batas maksimal. Tetapi si A bisa memilih untuk tidak tenggelam, dan itu adalah pilihan dia atas takdir Tuhan.

Kita harus yakin bahwa Tuhan tidak pernah menginginkan apalagi menetapkan sesuatu yang buruk atas hamba-Nya. Buruk atau tidaknya sesuatu yang terjadi atas diri kita sangat tergantung pada pilihan yang kita ambil. Takdir Tuhan selalu menghendaki kebaikan bagi siapa pun, tetapi tidak semua orang memilih untuk menerima takdir baik itu.

So, you are what you think about you are. Pikiran itu akan men-drive pemiliknya untuk melakukan dan mencapai apa yang ada dalam pikirannya. Potensi-potensi yang tertanam di dalam diri akan bergerak simetris dengan pikiran. Dan itulah yang coba diyakinkan Tuhan pada kita bahwa siapa pun yang mampu mengembangkan potensi dirinya, ia akan beruntung; sebaliknya mereka yang gagal mengembangkan apalagi mengabaikan potensinya, ia akan merugi (QS. asy-Syams/91: 7-10). Wallahu a’lam.