Syahid

0
56 views

www.anotherorion.multiply.comSyahid menurut etimologi berasal dari kata syahida yasyhadu yang mengandung makna menyaksikan, sedangkan dalam istilah mereka yang meninggal demi memperjuangkan kalimat Allah swt, dikatakan mereka mati syahid karena mereka bersaksi dan hadir atau berada dalam surga demikian menurut Imam al-Qurthubi, sedangkan menurut ulama yang lain dikatakan syahid karena dia memiliki saksi atas kematiannya, saksi itu adalah darahnya sendiri.

Tanda-tanda seseorang mati syahid

Ada beberapa hadis yang disampaikan oleh Rasulullah saw tentang tanda-tanda seseorang bisa dikatakan mati syahid,

 

عنْ أبيْ هُرَيْرَة – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- أنَّ رَسُوْلَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلم- قَالَ: الشُهَدَاءُ خَمْسَة: المَطْعُوْن وَالمَبْطُوْن، وَالغَريْق، وَصَاحِبُ الهَدْم، وَالشَّهِيْدُ فِيْ سَبِيْلِ الله،

“Orang yang mati syahid ada lima, yaitu: Orang yang mati terkena penyakit tha’un, sakit perut, orang tenggelam, orang yang terkena reruntuhan dan orang yang syahid di jalan Allah swt.”

 

وَالمَرْأةُ يقْتلهَا وَلَدهَا جَمْعَاء شَهَادَة يَجُرُهَا وَلَدُهَا بِسَررهِ إلَى الجَنَّة

 

“…Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusatnya ke Surga (syahid akhirat)”.

مَنْ قُتِلَ دُوْنَ مَالِهِ فَهُوَ شَهيْد وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيْد وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دِيْنِهِ فَهُوَ شَهِيْد وَمَنْ قُتِلَ دُوْنَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيْد (رواه أبو داود و ترمذي)

“Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela keluarganya, maka ia syahid. Barangsiapa terbunuh karena membela agamanya, maka ia syahid. Dan barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya, maka ia syahid”. (HR. Abu Dawud dan Annasaa’i)

Dari beberapa hadis diatas, tanda-tanda seseorang bisa dikatakan mati syahid itu adalah:

  1. Orang yang syahid di jalan Allah swt.
  2. Orang yang mati terkena penyakit tha’un.
  3. Orang yang mati terkena sakit perut.
  4. Orang yang mati karena disebabkan tenggelam,
  5. Orang yang mati terkena reruntuhan
  6. Wanita yang meninggal karena melahirkan.
  7. Orang yang terbunuh karena membela hartanya,
  8. Orang yang terbunuh karena membela keluarganya,
  9. Orang yang terbunuh karena membela darahnya,   

Pembagian syahid

Dari sembilan jenis mati syahid diatas para ulama membagi kepada tiga kelompok:

Pertama, syahid dunia dan akhirat.

Yang di maksud dengan syahid dunia akhirat adalah orang yang terbunuh ketika berperang di jalan Allah swt dengan niat yang ikhlas tidak ada unsur riya’ tidak juga berbuat ghulul (mencuri harta rampasan perang). Jenis inilah yang merupakan syahid yang sempurna dan syahid yang paling utama, baginya pahala dari sisi Allah swt. Soal niat ikhlas atau tidaknya adalah urusan dia dengan Allah swt. Manusia hanya menghukumi secara zhahir bahwa dia mati dijalan Allah swt. Sehingga dia layak disebut syahid. Syahid jenis ini tidak perlu dimandikan, tidak perlu dikafankan, tidak perlu dishalatkan, ia hanya dikuburkan dengan lengkap tatkala ia terbunuh syahid.

Kedua, syahid dunia

Yaitu orang yang terbunuh ketika dia berperang, tetapi dia tidak ikhlas karena Allah swt, bukan demi menegakkan kalimat Allah swt. Soal niatnya manusia selain dirinya tidak ada yag tahu. Akan tetapi ketika jasadnya ditemukan terbunuh ketika berperang melawan orang kafir, maka ia dihukumi sebagai syahid, dalam hal ini jasadnya tidak perlu dimandikan, tidak perlu dikafani dan tidak perlu dishalatkan.

Ketiga, syahid akhirat saja.

Yaitu orang–orang yang mati karena terkena penyakit tha’un, terkena sakit perut, karena disebabkan tenggelam, karena terkena reruntuhan, Wanita yang meninggal karena melahirkan, orang yang terbunuh karena membela hartanya, orang yang terbunuh karena membela keluarganya, orang yang terbunuh karena membela darahnya, orang yang mati kategori ini dimandikan dikafani dan juga dishalatkan.

Keutamaan Syahid

Orang yang mati syahid mempunyai keutamaan yang begitu banyak dibandingkan mereka yang tidak mati syahid, salah satu firman Allah swt yang menunjukan keutamaan mati syahid adalah,

 

وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ (169) فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (170)

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup disisi Rabb-Nya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah swt yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang masih belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. ali Imran [3]: 169-170)

Sedangkan dalam hadis Rasulullah saw bersabda,

 

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَسَلَّم : لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ يغفرُ لَهُ فِيْ أَوَّلِ دُفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ ، وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِن الجَنَّة ، وَيُجَارُ مِنْ عَذابِ القَبْر،وَيَأ مَنُ مِن الفَزَعِ الأكْبَر، وَيُوْضَعُ عَلى رَأسِهِ تَاجُ الوَقَار اليَاقُوْتَة مِنْهَا خَيْرٌ مِن الدُنيَا وَمَا فِيْهَا، وَيُزَوجُ اثنَتَيْن وَسَبْعِيْنَ زَوْجَة مِن الحُوْر العَيْن ،وَيَشفَع فِيْ سَبْعِيْنَ مِنْ أقَاربِهِ “.
رواه الترمذي وابن ماجه

 

Dari ayat dan hadis diatas ada beberapa keutamaan orang mati syahid yaitu:

Para Syuhada’ tidak mati, mereka sangat gembira, mendapatkan pahala yang besar, diampunkan dosanya sejak tetesan darah yang pertama, dapat melihat tempatnya di Surga, akan dilindungi dari adzab kubur, diberikan rasa aman dari ketakutan yang dahsyat pada hari Kiamat, diberikan pakaian iman, dinikahkan dengan bidadari, dapat memberikan syafa’at kepada 70 orang keluarganya.

Referensi:

  1. Ats-Tsamratul Jiyaad Fii Masaa-ili Fiq-hil Jihaad.
  2. Tahdzin Masyaari’ul Asywaq Ilaa Mashaa ri’il Usy-Syaaq.
  3. Aljihaadu Sabiiluna, Abdul Baqi Ramdhun.