Suami yang Kikir

0
52 views

Sebenarnya sudah menjadi kewajiban suami untuk menafkahi isteri dan anak-anaknya. Sandang, pangan dan papan merupakan hal-hal pokok yang harus dipenuhi. Namun kadangkala ada isteri yang mendapati suaminya yang kikir sehingga ia sayang sekali untuk mengeluarkan uang agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

Hindun, seorang wanita yang hidup pada masa Rasulullah saw mengalami suatu keadaan dimana suaminya terkesan pelit atau kikir sehingga ia sayang dan tidak mau memberikan apa yang memang sudah menjadi kewajibannya, iapun mengadukan halnya kepada Rasulullah saw sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dengan berkata: “Ya Rasulullah, suamiku Abu Sufyan orang yang kikir, ia tidak mau memberikan apa yang menjadi kewajibannya kepadaku dan anakku sehingga aku mesti mengambil darinya tanpa sepengetahuannya ”.

Rasulullah saw kemudian bersabda: “Ambillah apa yang mencukupi untuk keperluan kamu dan anakmu dengan cara yang baik”.

Memiliki suami yang kikir juga dialami oleh Asma binti Abu Bakar, suaminya bernama Zubair bin Awwam salah seorang pembantu Rasulullah saw yang dijamin masuk surga, namun ia termasuk sahabat yang miskin.  Sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari dan Muslim, Asma berkonsultasi kepada Rasulullah saw: “Ya Rasulullah, Zubair adalah seorang laki-laki yang kikir, orang miskin datang kepadaku, lalu kuberi dan kuambil dari rumahnya tanpa izinnya”.

Rasulullah saw kemudian menjawab: “Berilah sekadarnya, janganlah ditutup rapat guci itu agar Allah tidak menutup pintu rizkimu”.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas adalah:

1.      Islam amat menekankan kepada kita untuk menjadi seorang yang dermawan, baik terhadap diri sendiri, keluarganya maupun orang lain.

2.      Bila isteri mengambil uang suami sekadar untuk memenuhi kebutuhan yang kurang, maka suami harus merelakannya karena memang hal itu menjadi kewajibannya.

BAGI
Artikel SebelumnyaTiga Prinsip Harta
Artikel BerikutnyaCatalan Melarang Burqa?