Sisi Kanan

0
52 views

Kata ‘kanan’ sering kita jumpai dalam banyak hal. Ketika baris-berbaris, yang diserukan adalah kiri-kanan, kiri kanan. Ketika makan yang dianjurkan adalah dengan mengunakan tangan kanan bahkan ada riwayat yang menjelaskan bahwa setan itu makan dengan tangan kirinya. Ketika masuk ke masjid disunnahkan memulai dengan kaki kanan, dan dengan kaki kanan pula ketika kita keluar dari wc. Metika memakai sandal maka Rasulullah saw juga memulai dengan kaki kanannya, disinilah dalam kajian hadis dikenal istilah ‘tayammun’ memulai dengan kanan, bukan tayammum (ini pengganti wudhu disaat tidak ada atau tidak mampu menggunakan  air).

Memang kanan dan kiri ini menjadi bahasan pada banyak tema bahkan yang ada kaitannya dengan akherat, ketika al-quran menggambarkan ciri-ciri penghuni syurga dan neraka maka Allah swt menggunakan kalimat Ashhabul yamin (golongan kanan) dan ashhabus syimal (golongan kiri).

Dari sekian banyak tema yang menyebut kata kanan adalah posisi tidur. Banyak ragam posisi yang dipilih atau terbentuk begitu saja pada diri seseorang sehingga menjadi kebiasan; ada yang tidur dengan posisi telentang, ada yang memilih telungkup, ada juga yang memilih dengan posisi miring, atau mungkin ada banyak posisi lain yang pembaca temukan…

Ada yang bilang bahwa posisi yang paling bahaya adalah posisi telentang, kata mereka tidur telentang itu terancam mati, karena bagaimana tidak jika orang tidur sambil nelen (baca: menelan) tang (kawannya catut dan obeng) bagaimana tidak terancam kematian.. (ini hanya guyonan saja). Namum posisi yang kedua yaitu telungkup (ini serius tidak canda) adalah posisi yang sangat dibenci oleh Rasulullah saw bahkan beliau pernah mengomentari orang yang sedang tidur telungkup dengan komentar yang tidak baik, ini dianggap posisi yang dimurkai dan dibenci Allah, “Ini adalah tidurnya penghuni neraka” (Shahīh Sunan Ibnu Mājah)

Posisi miring ke kanan

Dari sekian banyak posisi yang mungkin dipilih seseorang untuk menikmati tidurnya, posisi miring ke kanan adalah yang dipilih Rasulullah saw. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa “Beliau (Rasulullah saw) apabila hendak tidur, beliau mengambil posisi tidur dengan miring ke kanan“. ( HR. Bukhori dan Muslim). Demikianlah Manusia yang dijadikan Allah swt sebagai “Uswatun Hasanah” atau teladan terbaik, memilih posisi tidurnya miring ke kanan, yang jadi pertanyaan adalah kenapa beliau memilih posisi ini ? sebagai seorang yang beriman kita menyakini bahwa apapun yang menjadi pilihan beliau tak lepas dari bimbingan Allah swt.

Ternyata ada kesimpulan yang diraih dari riset ilmiah di dunia medis modern tentang dampak positif dari posisi tidur miring ke kanan :

1-    Posisi ini mencegah tekanan hati yang berlebihan kepada lambung.

2-    Dapat mempercepat pengeluaran cairan di usus dan usus duabelas jari, ini karena adanya gaya gravitasi, sebab mulut lambung menghadap ke bawah.

3-    Mempermudah kerja batang tenggorokan sisi kiri, dimana dengan cepat organ ini dapat menghasilkan cairan lendir.

4-    Membuat rileks gerak jantung dan lambung, atau mengurangi tekanan pada keduanya.
5-    Meringankan beban jantung sebab diatasnya hanya ada sedikit bagian paru-paru, sehingga jantung pun lebih bugar.

6-    Memberi kesempatan hati-termasuk organ bagian dalam perut yang paling berat- berada pada posisi yang mapan tidak mengantung.

 

Demikian point yang disebutkan dalam buku “kiat Tidur Sehat dan Berpahala”. Maka sebaiknya bagi kita yang hendak tidur memposisikan diri berbaring miring kekanan telapak tangan kanan dibawah pipi kanan, seraya bermunajat kepada Allah swt ;

“Allahumma inni wadha`tu jambi,  wa bika arfa`uhu, fain amsakta nafsiy faghfir lahaa warhamhaa, wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfadhu bihi `ibaadakash shaalihin.”

 “Dengan nama-MU wahai Rabbku, Aku letakkan lambungku

Dan dengan-Mu aku Aku mengangkatnya.

Jika Engkau menahan jiwaku, maka ampunilah dan rahmatilah ia.

Dan, jika Engkau melepaskannya, maka jagalah ia dengan sesuatu yang dengan itu pula Engkau menjaga orang-orang Shalih”.

(HR. Imam Ahmad)