Sibuk Tanpa Pembantu

0
45 views

Puteri Nabi saw yang bernama Fatimah menjalin kehidupan rumah tangga yang harmonis bersama Ali bin Abi Thalib. Namun kesulitan ekonomi membuat Ali tidak bisa memenuhi kebutuhan pembantu rumah tangga. Karenanya seluruh pekerjaan rumah tangga dikerjakan oleh Fatimah, tangannya sampai melepuh karena menggiling gandum, bajunya menjadi kotor karena menyapu lantai, bahkan lehernya meninggalkan bekas hitam karena mondar-mandir mengambil air.

Pada suatu kesempatan, Ali berbicara kepada Fatimah yang membolehkan bila ia ingin meminta atau ada kemungkinan mendapatkan pembantu dari ayahnya, yakni Rasulullah saw. Ketika Fatimah datang ke rumah ayahnya, banyak tamu yang datang menemui beliau sehingga Fatimah tidak bisa mengutarakan maksudnya.

Namun keesokan harinya, Rasulullah saw justeru yang datang ke rumah Ali dan Fatimah. Ketika Rasulullah saw bertanya kepada Fatimah tentang maksud kedatangannya kemarin, Fatimah diam saja, maka Ali menceritakan hal itu, namun Rasulullah saw tidak mengabulkan keinginan Fatimah untuk memiliki pembantu, beliau bersabda: Bertaqwalah kepada Allah, tunaikanlah tugasmu terhadap-Nya, lakukan pekerjaan rumahmu seperti biasa, ucapkanlah subhanallah, alhamdulillah dan Allahu Akbar, ucapan ini akan lebih membantu kalian daripada seorang budak”.

Dari kisah di atas, pelajaran berharga yang bisa kita peroleh adalah:

1.      Pekerjaan rumah tangga yang berat akan bisa dirasakan sebagai sesuatu yang ringan apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan yang merupakan bagian dari taqwa. Ikhlas akan membuat yang berat terasa menjadi ringan.

2.      Bila kesibukan dihadapi dengan dzikir kepada Allah swt, insya Allah akan membantu mengurangi kelelahan.