Sedekah Tanpa Harta

0
8 views

Sedekah merupakan amalan yang memiliki keutamaan yang sangat besar. Banyak ayat atau hadis yang menjelaskan tentang fadilah sedekah, seperti yang terdapat dalam surat Al Hadid ayat 18 :

Sesungguhnya orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.

 

Atau seperti hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut:

Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali dari Allah : …………… seseorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya.

Melihat besarnya pahala serta banyaknya manfaat dari sedekah, tidak salah jika setiap kaum muslimin mendambakan untuk dapat mengamalkannya sesering mungkin. Namun kadang kala keinginan tersebut terhalang dengan terbatasnya harta benda yang dimilikinya. Padahal, keutamaan sedekah tidaklah diraih hanya dengan memberikan harta kita kepada yang membutuhkan saja. Banyak sikap dan prilaku yang tidak ada hubungannya dengan harta tetapi bila kita lakukan akan bernilai sedekah.

Buku berjudul “Siapapun Bisa Sedekah” karya Drs. H. Ahmad Yani ini mengingatkan kita bahwa setiap kita bisa sedekah karena sedekah bisa dilakukan dengan harta dan bisa juga tanpa harta.

Ada sekitar 28 amalan yang diuraikan dalam buku ini yang bisa kita lakukan sehingga kita pun tergolong orang yang bersedekah dan mendapatkan pahala sedekah meskipun tidak mengeluarkan harta, diantaranya:

Berlaku Adil

Berlaku adil antara dua orang adalah sedekah (HR. Bukhari dan Muslim)

Adil biasa diartikan dengan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Dengan memberikan hak kepada setiap orang yang berhak dan menghukum orang yang bersalah sesuai dengan kesalahannya maka tindakan tesebut juga bisa disebut telah berlaku adil.

Salam dan Senyum

Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Dalam hadis tersebut kita dianjurkan untuk tersenyum di hadapan saudara kita. Hal ini kita lakukan dengan tulus sebagai bukti dari kasih sayang dan keramahan kita terhadap mereka sehingga  hal ini pun termasuk sedekah yang amat bernilai di hadapan Allah swt.

Menanam Tanaman

Tidaklah seorang muslim menanam tanaman kecuali dia mendapat pahala sedekah dari apa yang bisa dimakan dari tanaman itu. Apa yang dicuri dari tanaman itu adalah sedekah bagi penanamnya, apa yang dimakan oelh binatang buas dari tanaman itu adalah sedekah bagi penanamnya, apa yang dimakan oleh burung adalah sedekah bagi penanamnya, dan tidaklah tanaman itu dikurangi (dirusak) oleh serangga melainkan menjadi sedekah bagi penanamnya (HR. Muslim)

Amalan bernilai sedekah lainnya seperti melangkah ke mesjid, mengajarkan ilmu, menyingkirkan gangguan di jalan, membimbing orang sesat, bersenggama dengan suami/ istri, shalat dhuha, dan sebagainya, juga dibahas dalam buku ini.

Sebelum menguraikan amalan tanpa harta yang bernilai sedekah tersebut, tak lupa penulis juga membahas keutamaan-keutamaan dari sedekah dengan menjelaskan ayat serta hadis yang berkaitan dengan hal tersebut. Selain itu, penulis juga menjabarkan dengan bahasa yang enak dan mudah dipahami mengenai bentuk-bentuk sedekah dengan harta yang mungkin bisa kita lakukan.

Membaca buku ini akan semakin memotivasi kita untuk bisa meraih keutamaan sedekah dengan berbagai cara yang sesuai dengan kemampuan kita. Sehingga, jangan sampai kita termasuk golongan yang menyesal di akhirat nanti, seperti yang diceritakan dalam ayat berikut:

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:”Ya Rabb-ku, Mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (QS Al Munafikun [63]: 10)

Judul Buku               : Siapapun Bisa Sedekah

Penulis                    : Drs. H. Ahmad Yani

Penerbit                  : Khairu Ummah

Tanggal Terbit          : Februari 2011

Volume                   : 137 halaman

 

 

 

 

 

 

BAGI
Artikel SebelumnyaIlham
Artikel BerikutnyaBentuk Perbuatan Zalim (Bagian I)