Sebab diturunkannya Kitab Taurat dan Al-Qur’an

0
68 views

Tafsir Surat Al-An’am ayat 154-157

ثُمَّ آتَيْنا مُوسَى الْكِتابَ تَماماً عَلَى الَّذِي أَحْسَنَ وَتَفْصِيلاً لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدىً وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ بِلِقاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (154) وَهذا كِتابٌ أَنْزَلْناهُ مُبارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (155) أَنْ تَقُولُوا إِنَّما أُنْزِلَ الْكِتابُ عَلى طائِفَتَيْنِ مِنْ قَبْلِنا وَإِنْ كُنَّا عَنْ دِراسَتِهِمْ لَغافِلِينَ (156) أَوْ تَقُولُوا لَوْ أَنَّا أُنْزِلَ عَلَيْنَا الْكِتابُ لَكُنَّا أَهْدى مِنْهُمْ فَقَدْ جاءَكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَهُدىً وَرَحْمَةٌ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَّبَ بِآياتِ اللَّهِ وَصَدَفَ عَنْها سَنَجْزِي الَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ آياتِنا سُوءَ الْعَذابِ بِما كانُوا يَصْدِفُونَ (157)

  1. Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.
  2. Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.
  3. (Kami turunkan al-Quran itu) agar kamu (tidak) mengatakan: “Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, dan sesungguhnya kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca.
  4. Atau agar kamu (tidak) mengatakan: “Sesungguhnya jikalau kitab ini diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk dari mereka”. Sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling daripadanya? Kelak Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan siksa yang buruk, disebabkan mereka selalu berpaling.

Munasabah

  1. Ayat sebelumnya Allah swt telah menyebutkan 10 wasiat, sedangkan pada ayat 154 dst Allah swt menyebutkan tujuan dari diturunkannya kitab Taurat kepada Musa as.
  2. Allah swt menyebutkan pada ayat 154 dst kedudukan Al-Qur’an yang merupakan kitab yang harus diikuti.
  3. Disebutkan alasan orang-orang musyrik Makkah dimana mereka tidak bisa mengikuti kitab Al-Quran, dan alasan mereka tidak diterima karena Al-Qur’an kitab yang pernuh barokah.

Penafsiran

Allah swt memerintahkan kepada nabi Muhammad saw untuk menyampaikan kepada kaum musyrikin Makkah bahwa Kami telah menurunkan kitab Taurat kepada nabi Musa as.

Banyak disebutkan tentang kitab Taurat dalam AL-Qur’an, karena ada kemiripan antara keduanya, dimana Taurat berisi hukum-hukum syariat, hal itu pula ada dalam Al-Qur’an, keduanya berbeda dengan kitab Zabur dan Injil.

Kitab Zabur berisi pujian dan permohonan dan kitab Injil bersisi nasehat, perumpamaan dan sejarah.

Orang-orang Arab yang cerdas akalnya mereka berangan-angan diturunkan kepada mereka kitab seperti Zabur dan Injil, mereka akan banyak mendapat petunjuk dibandingkan ummat sebelumnya dan mereka akan benar-benar mengikutinya, hal itu mereka katakan karena mereka beranggapan lebih cerdas dari ummat sebelumnya.

Kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa as menjadi sempurna karomahnya bagi ummatnya yang mengikutinya dengan baik, sebagaimana firman Allah swt: Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada,.. (QS. Al-Anbiya [21]: 73).

Kitab Taurat sempurna dalam segi syariat yang dibutuhkan Musa as dan kaumnya, sebagaimana firman Allah swt: Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu;….(QS. Al-A’raf[7]: 145).

Kitab Taurat adalah kitab yang penuh hidayah dan kebenaran, bagi mereka yang mau mengikutinya dengan benar.

Imam Ar-Rozy berkata: rahmat adalah nikmat dalam beragama.

Kitab Taurat juga diturunkan untuk diimani oleh kaum nabi Musa as dan ummat Muhammad saw, salah satu keimanan dalam Taurat itu adalah mereka akan bertemu dengan Rab mereka dengan mendapatkan balasan berupa pahala dan siksa.

Sedangkan kitab Al-Qur’an adalah kitab yang sangat mulia kedudukannya, penuh kebaikan dan manfaat untuk di dunia dan akhirat, kitab yang abadi dan terjaga tidak seperti kitab sebelumnya dan penuh inspirasi.

Oleh karena itu ikutilah Al-Qur’an dengan cara mentadaburinya dan mengamalkannya.

Kesempurnaan kitab Taurat dan Injil adalah sebagai bantahan kepada orang-orang musyrik Makkah, dimana mereka mengatakan bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada ummat sebelum mereka yaitu Yahudi dan Nasroni saja.

Orang-orang musyrik Makkah juga beralasan bahwa mereka tidak bisa memahami kitab sebelumnya karena tidak menggunakan bahasa mereka.

Orang-orang musyrik Makkah mengatakan kalau diturunkan kepada mereka kitab sebagaimana telah diturunkan kitab kepada ummat sebelumnya, mereka merasa akan lebih mendapatkan petunjuk karena mereka merasa lebih cerdas, sebagaimana firman Allah swt: Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran),(QS. Fathir[35]: 42).

Ketika diturunkan kepada mereka Al-Qur’an, kitab yang menjelaskan halal dan haram, aqidah dan akhlak dengan penuh hujjah yang  nyata, orang-orang musyrik Makkah malah mendustakan Al-Qur’an. Dan mereka berusaha menghalang-halangi manusia untuk beriman kepada Al-Qur’an.

Sifat orang musyrik Makkah itu Allah swt gambarkan sebagai orang yang paling dzolim, sebagaimana firman Allah swt: Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan Al-Quran dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.(QS. Al-An’am[6]: 26).

Balasan untuk mereka adalah siksa yang sangat pedih di akhirat nanti, sebagaimana firman Allah swt: Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.(QS. An-Nahl[16]: 88).

Kesimpulan

  1. Ayat 154-157, menunjukkan bahwa ada persamaan antara kitab Al-Qur’an dan Taurat pada awwal diturunkannya dari segi usulnya. Namun Taurat telah hilang.
  2. Al-Qur’an sebagai kitab penutup, didalamnya penuh petunjuk dan hujjah yang nyata secara akal dan naql.
  3. Tidak ada alasan setelah diutus Muhammad saw sebagai nabi dan rasul tentang kitab karena Muhammad saw diberikan mukjizat berupa Al-Qur’an.
  4. Orang yang paling dzolim adalah yang mendustakan ayat-ayat Allah swt terutama AL-Qur’an.
  5. Balasan bagi pendusta ayat-ayat Allah swt adalah siksa yang pedih di akhirat.

Referensi:

  1. Wahbah Zuhaeli, At-Tafsir Al-Munir