Sayang Anak

0
60 views

Setiap pasangan suami isteri pasti mendambakan anugerah anak dari Allah swt, karenanya kehadiran anak harus disyukuri dengan dididik dan dicintai sebagaimana mestinya. Jangan sampai terjadi kesenjangan hubungan antara anak dengan orang tuanya.

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu ketika, sahabat Al Aqra bin Habis berkunjung ke rumah Umar bin Khattab, saat itu ia mendapati Umar sedang bercengkerama dengan anak-anaknya. Al Aqra kemudian berkata: “apa-apaan ini wahai Umar?”.

Umar kemudian menjawab: “Mereka adalah anak-anakku, mereka adalah rahmat”.

Al Aqra kemudian menyatakan: “Aku punya sepuluh anak, jika aku masuk ke tempat mereka, mereka langsung diam dan yang berdiri langsung duduk”.

Umar berkata: “Subhanallah, jika engkau tidak menyayangi anak-anakmu, lalu bagaimana mungkin engkau akan menyayangi orang lain?.

Sayang menyayangi dan cinta mencintai memang harus dibangun dari keluarga. Masyarakat yang tidak saling menghormati dan mencintai bisa jadi karena dalam keluarganya tidak ada suasana saling mencintai.

Suatu ketika Rasulullah saw menyampaikan khutbah di masjid, tiba-tiba datang cucunya yang bernama Hasan dan Husein yang ketika itu berumur sekitar lima atau enam tahun. Cucunya itu berjalan dengan agak berlari yang menyebabkannya tersandung kaki seorang sahabat dan iapun terjatuh. Maka Rasulullah saw turun dari mimbar dan menggendong cucunya itu menuju ke depan, beliau kemudian melanjutkan lagi khutbahnya.

Begitulah Rasulullah dan sahabatnya menunjukkan kecintaan dan rasa sayang kepada anak dan cucu.

            Pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah di atas adalah:

1.    Setiap orang tua harus mempersiapkan masa depan anaknya yang baik dengan penuh kasih sayang.

2.    Menyayangi anak merupakan salah satu dari tanda syukur atas anugerah  kehadiran anak.

BAGI
Artikel SebelumnyaCalon Penghuni Neraka
Artikel BerikutnyaMenyikapi Pengemis